LOVE LEARN #Story 1
Gummy ft. Bobby Kim - LOVE RECEIPE II
Lagu milik Gummy ft. Bobby Kim
mengalun merdu dari dasbor DVD mobil kami. Bahkan dihari spesial seperti ini
selera musikku tetap tidak berubah. Mellow
dan sorrow. Ibuku selalu bilang
karena musikku yang MeRow ini, makanya aku gak punya pacar sampai detik-detik
wisudaku tiba. Menyebalkan sekaligus menyedihkan. Mungkin aku pintar dan bisa
dengan mudahnya mendapat IP tinggi setinggi yang ku mau, tapi apa gunanya kalau
tidak ada tempat untuk membanggakannya pada seseorang. Ayahku bilang, cukup
dibanggakan sama keluarga saja. Tapi, kalau begitu caranya kapan aku dapat
orang spesialku?
Bergumam sendiri, melamun, lalu
menghela nafas sepertinya sudah menjadi hobiku saat kesepian mengunjungi
hari-hari membosankanku sebagai mahasiswa teladan. Melihat teman-temanku jalan
dengan ‘calon’-nya membuatku ingin muntah.
Kadang aku ingin loncat dari lantai tertinggi di Mall itu lalu mati
seketika, tapi memangnya semudah itu kah orang bisa mati? Tentu saja kalau
tidak mati, ya koma, itu bahkan sama parahnya.
“Dasom-ah!” panggil Eunkyo,
sepupuku,”oh~ Annyehaseo~, Paman dan
Bibi. Apa kabar?”
“Wah~ Eunkyo-ah sepertinya terlihat
makin cantiknya,” puji Ibuku dan aku cemburu mendengarnya,”tapi, bukankah Dasom
juga cantik hari ini?” sebelum aku marah, Ibu buru-buru menambahkan kalimat
pujian untukku.
Eunkyo menyenggol bahuku,”tentu
saja. Oh~ boleh ku pinjam putri bibi yang cemberut ini?”
“Bawa saja. Tidak dikembalikan juga
tidak apa-apa,” kata adikku yang paling kecil, Daeyeol.
“Mwo?!” aku meresponnya dengan bersungut-sungut. Ayolah, mood-ku
sudah se-level dengan mood singa hutan yang lapar.
Tapi, Eunkyo sudah buru-buru menarikku
kabur dari keluargaku. Berjalan melewati keluarga wisudawan yang sedang berfoto
dengan keluarga dan kekasihnya aku merasa seperti zombie. Aku berpikir apa
Eunkyo sedang menggodaku dengan menyuruhku menikmati pemandangan seperti ini?
Aku ingin kembali duduk di tempatku saja dan menunggu hingga acaranya berakhir.
“Aku mau duduk,” aku mengeluh dan
bersiap berbalik tapi aku menabrak seseorang,”oh~ maaf.”
“Dasom-ah!” katanya dan baru aku
tahu yang ku tabrak itu temanku sendiri, Shin Joon,”Chukaee~”
Dia tersenyum dan melayangkangkan high five-nya padaku. Dia ini…
“Oh~ Eunkyo-ssi, apa kabar? Lama
tidak bertemu,” dia juga tidak lupa menyapa Eunkyo.
Eunkyo membalas sapaan Shin Joon,”ah~
itu karena kau terlalu sering diam-diam bertemu dengan Dasom. Untuk belajar.”
Sebelum aku buru-buru memelototinya, Eunkyo sudah membetulkan kalimatnya yang
ambigu itu.
“Haahahaha~ aku kira, aku tidak
akan wisuda tahun ini. Tapi, aku juga akan wisuda tahun ini.
Jjaa~jjaaangg~
terima kasih ya, Som-ah…” Shin Joon menunjukkan surat panggilan wisudanya,”aku
baru menerimanya kemarin. Mungkin semester depan baru akan wisuda.”
Eunkyo menarik kertas itu dan
membacanya berulang kali. Bagiku itu luar biasa. “Selamat ya, akhirnya kau
bisa,”kataku memukul pelan dadanya,”tapi, kenapa kau datang hari ini? Apa hanya
untuk menunjukkan ini?” Aku terlalu besar kepala.
“Tadi sudah kutunjukan pada
seseorang. Itu, Cha Ah Yoon,” katanya bangga sambil melambaikan tangan pada
rival-ku, si cantik Ah Yoon. Tidak pintar tapi dia sangat pintar mencari muka.
Menyebalkan.
Apa aku harus senang atau
sebaliknya, aku tidak tahu. Tersenyum pahit seperti ini pun sepertinya warna
hatiku langsung bisa terbaca dengan mudah. Aku sadar, menyukai teman lama
seperti Shin Joon itu tidak lah mudah. Ingin menyatakan, tapi pasti aku akan
dikira sudah tidak waras. Tidak menyatakan juga sama memberi efek gila padaku. Aku
seperti pemain protagonist di drama-drama yang hanya bisa cemburu sendirian,
suka sendiri, dan seperti itu saja.
“Waahh~ jadi gossip itu benar? Kau
jadian dengan Ah Yoon? Dasom-ah, kenapa kau tidak bilang ‘iya’ saat ku tanya
kemarin?” pertanyaan Eunkyo menyebalkan.
Aku hanya bisa tertawa saja dan
menepuk punggungnya berulang kali,”oh~ hahaha… Kau bicara apa Eunkyo? Shin Joon
temanku, apa aku harus ikut campur gossip seperti itu? kau me-nye-bal-kan, Goo
Eun Kyo.”
Shin Joon tersenyum. Kau tahu apa
yang ku paling suka darinya? Senyumnya, take-care
charm-nya, dan pabo-look-alike-nya.
“Aigoo~ teman yang baik, eh? Inilah
sebabnya Dasom hingga sekarang tidak punya pacar,” tapi kata-kata Shin Joon
yang ini, membuatku ingin menendangnya.
BAAAAKK!
Aku tidak pernah menendangnya atau
memukulnya karena aku bukan tipe pelatih militer seperti itu, tapi kali ini
saja aku ingin menendangnya.
“ARRGGHH!” dia memekik kesakitan
karena tulang keringnya ku tendang.
“Belum pernah di tendang olehku
kan? Shin Joon-ssi, Chukae~ Kau
memenangkan Jackpot hari ini. Congratulation~”
kataku sambil berlalu meninggalkan kedua orang itu.
Dari jauh aku bisa melihat Ah Yong
buru-buru mendekatinya untuk melihat keadaanya. Untuk itu, aku merasa menyesal
menendangnya. Bukan karena itu Shin Joon yang ku suka, tapi itu karena Ah Yong
memperlakukannya seperti pasien gawat darurat. “Cih~” satu-satunya yang dapat aku lakukan hanya mencibirnya.
Baik-baik, aku mengaku. Aku
menyukai Shin Joon dan aku baru menyadarinya saat detik-detik aku selesai
membantunya mengerjakan skripsinya. Ini aku yang bodoh atau sebaliknya? Menahan
sesaknya menyimpan rasa ini, aku tidak bisa hidup dengan baik. Sekali patah
hati lalu seterusnya berterbungkus dengan perasaan berhati-hati. Sekalinya
merasakan rasa indah itu, tidak lama kemudian patah hati.
“Apa yang harus kulakukan?” aku
menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan sedikit membungkuk.
“yojeum saramdeureu sarangeul jal mollayo~ all right~ All right~”
namanya RyeoJin, dia teman sekelasku dan dia bernyanyi di telingaku yang galau
ini. *artinya lirik diatas itu :people
these days don’t really know love~ Reff Gummy ft Bobby Kim – Love Receipe II*
PAAAAK! PAAAKK!!! PPAAAAAKK!!!
Aku kembali memukul orang hari ini.
Kali ini sama kerasnya dengan memukul Shin Joon tadi.
“WAE?!” dia berteriak dengan suaranya yang jelek itu.
“Wae? Kau tanya ‘wae?’
padaku?! Kalau kau ingin berlatih untuk tampil nanti, kau latihan saja di
pengeras suara. Kenapa berlatih di telingaku,” aku uring-uringan karena moodku
yang jelek.
Ryeojin mengelus telinganya kasar.
Dia mendengus lalu menarik pipiku,”kau suka Shin Joon kan?” tebakannya tepat
sekali. Dia itu seperti peramal di drama-drama, dia bahkan bisa membaca
pikiranku makanya, aku tidak pernah berdiri dekat-dekat dengan pria ini.
“Mundur 5 langkah!” aku
memerintahkannya tapi dia menggeleng,”apa maumu membaca pikiranku?”
Dia menyentil dahiku. “Aku tidak
membaca pikiranmu. Aku membaca wajahmu,” katanya dengan suara pelan lalu
mengalungkan lengannya di bahuku,”biarku tebak. Dia sebenarnya sudah tahu
perasaanmu. Um, biar ku beri pilihan. Akui saja karena kau akan segera lulus
dan tinggal jauh darinya selamanya , atau…. simpan ini sampai akhir hayatmu.”
Orang ini benar-benar bosan hidup. “Hentikan!”
aku mendorongnya jauh,”aku pilih yang kedua. Kenapa?! Sana pergi atau aku tidak
akan berduet denganmu.” Aku buru-buru pergi.
“Karena itu kau tidak pernah bisa
membuka hatimu selubang jarum pun,” kata-kata Ryeojin menghentikan langkahku
dan berbalik,”karena kau tidak bisa melepaskannya dengan baik. Mulut dan hatimu
tidak sama. Kau bilang tidak terluka, tapi sebenarnya kau terluka sangat dalam.
Itu sebabnya auramu pun terlihat kau begitu dendam pada siapapun yang
melukaimu.”
Aku terdiam untuk sesaat. Semua
yang dikatakan Ryeojin itu benar. Memori hitam-putih pemutar rekaman lamaku
berputar di kepalaku. Mengingat masa-masaku terluka. Aku tumbuh kuat dari
sebuah luka dan menjadikanku seperti ini. Kalau orang punya hati berwarna
merah, mungkin aku hanya punya hati dengan warna hitam. Aku …
Tesss…
Aku ingin menangis. Ryeojin
menarikku ke dalam dekapannya. Mengelus punggungku lembut,”iya. Benar begitu.
Menangis barulah benar.”
Ryeojin melepaskanku dari
pelukannya dan mengamati wajahku.
“Ikut aku,” katanya sambil
menggandeng tanganku dan dia mengarahkanku pada… Shin Joon yang sedang bersama
teman-temannya,”nyatakan. Terluka itu lebih baik daripada kau memendamnya
seperti api di dalam sekam.”
Si bodoh ini membawaku pada Shin
Joon dan aku gugup.
“Eh? Park Ryeojin, ada apa?” tanya
Shin Joon dan melihat ke arahku,”Dasom-ah, kau menangis? Apa gara-gara Park Ryeojin?
aigoo~ nappun nam---“
“Jo—Johahyeo~” kataku tiba-tiba.
NG!
Seperti ketiban papan NG sebesar
Tower Namsang, aku ingin pingsan.
“Jeong – Jeongmal Johahyeo~” aku menarik telinga Shin Joon,”apa kau
dengar aku mengatakan aku menyukaimu? Wae?!”
aku berteriak dan melepaskan telinganya.
Ryeojin dan teman-teman Shin Joon
tidak ada yang berkomentar.
“Ah~ aku pasti sudah gila. Apa kau
tidak bisa mencari wanita yang lebih baik dari orang itu? Dia hanya cantik lalu
apa kau akan hidup dengan orang yang tidak bisa memasakkan makanan untuku?
Hiya! Setidaknya cari orang yang punya IQ di atas rata-rata agar bisa
melahirkan anak-anak yang cerdas untuk memperbaiki keturuanmu. Ah~ walaupun aku
teman lamamu apa kau tidak bisa memperhitungkanku juga? Euh?” aku meledak
seperti helium balon gas,”si bodoh ini menyuruhku mengatakan yang sebenarnya
agar hatiku bisa terbuka sebesar lubang jarum. Kau! Shin Joon! Aku anggap kau
menolakku dan setelah ini jangan muncul di hadapanku. Atau BAAAAAK! Aku akan
membunuhmu karena mematahkan hatiku. Good
bye~ Good day~”
Aku membalikkan badanku tapi satu
yang kurang…
JEEEEPPP!!!
“Arrrggghh!” pekik Ryeojin kesakitan akibat kakinya aku injak dengan high heelsku.
“Itu. 7 cm plus sol yang terbuat
dari besi,” kataku sambil meniup telapak tanganku lalu menarik dasinya,”ikut
aku!”
Shin Joon tampak kebingungan dengan
bodohnya aku masih bisa mendengarnya berbicara pada temannya,”apa aku baru saja
di tembak oleh teman lama ku?”
PABOOO
***
Setidaknya itu caraku merelakan
cintaku pergi. Perasaan ini lebih ringan. Aku jadi orang yang bagaimana setelah
ini? Ummm, tidak – tidak – aku akan jadi orang yang sangat menghargai cinta
yang sesungguhnya. Satu orang, kelak akan ada orang yang akan ku cintai dengan
perasaan tulus ini. Menunggu lama pun tidak masalah, sampai saat itu tiba aku akan selalu katakan
pada diriku aku baik-baik saja. Right All
right~
Lampu aula ini meredup. Aku telah
mengganti pakaian wisudaku dengan dress
berwarna cream dengan lengan
kupu-kupu. Mengenakan korsase rajutan di rambutku dan high heels ini membantu menaikkan kepercayaan diriku setelah hancur
beberapa menit yang lalu. “Yoo Dasom, fighting~” kataku pada diriku sendiri
dengan microphone di tanganku.
“Ryeojin oppa, fighting~” kata
Ryeojin kembali menggodaku,”aku tidak mau menyemangati diriku sepertimu.
Menyedihkan. Jadi, aku menyamar saja jadi kau. Ryeojin oppa~” dia mengimitasi
suaraku.
Aku tertawa melihat mimik wajahnya.
Aku tidak pernah mengamati si kuda hitam ini berwarna putih sebelumnya. Dari
ujung kaki hingga ujung rambutnya, kali ini selera fashionnya berubah. Skiny Jins abu-abu, kaus dengan lever V
rendah, dan blazer bertahta batu-batu laut di dada kanannya. “Selera fashionmu.
Kali ini. Nilainya 100!” aku memujinya.
Dan pas saat lagu mengalun dan
lampu menyoroti kami, Ryeojin menggandeng tanganku.
“Yeah~ Come on babe~ This is Dasom
and Ryeojin~ Allright, babe~…” Ryeojin mencoba keahlian barunya, Rapp.
HUWWAAA~ Uwaaaaa~
Semuanya menyoraki keduanya.
Kami menyanyikan lagu Gummy feat
Bobby Kim – Love Receipe II
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“””Lirik lagu Love Receipe II (Hangul & Eng Sub)”””
Abc : namja Abc : together Abc Hangul Sub
Aby
: yoja Abc English Sub
Eoryeopge haneun sarangeun jipchagira hajyo
They say that love that is hard to
do is called obsession
Geu saramdeurui sarangeun cham swiungabwayo
I guess those people’s loves are
very easy
Naman mideoyo Everything is gonna be
Just believe in me Everything is
gonna be
All
right all right 2x
Himdeulge haneun sarangeun
babojisirago
They say that love is hard to do is
called a foolish act
Inyeoni aniraneun mal neomu swipge
hajyo
They say that it’s not meant to be
so easily
Oh nan geudaereul mideoyo Baby it’s
gonna be
Oh but I believe in you Baby it’s
gonna be
All
right All right 2x
Reff:
Sesangi
manhi byeonhaesseoyo
The World has changed a lot
Dadeul
swipge manna ibyeolhajanhayo
Everyone meets easily and breaks up easily
Yojeum
saramdeureun sarangeul jal mollayo
People these days don’t really know love
Uri Geudaewa
nan gidarimeul aljanhayo
But you and I, we know how to wait
Himdeulsurok
byeonhaji annneun sarangeul yaksokhaeyo
Let’s promise to have a love that doesn’t change the more
we do it
Eoryeopge haneun sarangdo huimangiraneun geol
A love that’s hard to do can also be
hope
Himdeulge haneunsarangdo keun
himiraneungeol
A Love that’s
hard to do can also be great strength
(Ah~) Algoitjanhayo ttaeron nunmuri nado
(Ah~) We know this even though
sometimes we shed tears
All
right all right 2x
~Back to Reff~
Saesangi jinago
Even if time passes
Naega aldeon modunge byeonhango
And everthing I once knew changes
Arabol su eopge dwaedo
And I can’t recognize anything
Uriman gatdamyeon
If we are on the same page
Duryeopji anhayo
I’m not afraid
Sewori uril beorigo gado
Even if the
times leave us
Geudae gyeote isseulgeyo
I will stay by
your side
Sesangi
manhi byeonhaesseoyo
The World has changed a lot
Dadeul
swipge manna ibyeolhajanhayo
Everyone meets easily and breaks up easily
Yojeum
saramdeureun sarangeul jal mollayo
People these days don’t really know love
Uri Geudaewa
nan gidarimeul aljanhayo
But you and I, we know how to wait
Byeonjaji
anhayo ije nae sesangeun geudaeneyo
It won’t change anymore – now my world is you
Right all right right all right
Right all right right all right
Right
all right right all right 2x
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Perasaan ini… Aku menyukainya…
melihat Shin Joon dari jauh dan berdiri dekat dengan Ryeojin… Aku menyukainya…
Ah~ Aku ingin tersenyum setiap hari karena ini… kenangan yang ini…. Lain kali
akan ku gunakan untuk mengobati luka hatiku yang lain…
Tepat saat lagu akan berhenti,
Ryeojin mendekapku dan berbisik. “Alright,
Dasom?”
Aku tidak bisa mendorongnya
menjauh, kali ini biarkan begini saja.
“Saranghye~”
GLUPPP…
“Si bodoh ini…” batinku.
***
MVP Notes :
All right~ jadi pengen ngucapin kata-kata
yang satu ini dengan aegyo~ khahakhak (^oo^)
Lagu ini gue banget #duaaakkk~ di tendang
Author Sunbae-nim… araso~ arasoo~ semua lagu bagus mesti author ho-mvp
(hobae-mvp) bilang ‘gue banget’. Kekeke~
Romantic! Lovable! Strong-heart! Nilai
untuk lagu ini 90 tadaaaa~ oke banget di dengerin buat kalian yang lagi punya
pengalaman sama kayak Dasom ini. Right All Right~ Go-go-k-pop~
~~bye~bye~~~ M(V.^0^)P

0 komentar:
Posting Komentar