Senin, 16 April 2012

SF_Love Learn #Story 1_Love Receipee II_


LOVE LEARN #Story 1
Gummy ft. Bobby Kim - LOVE RECEIPE II
Written by M.V.P


Lagu milik Gummy ft. Bobby Kim mengalun merdu dari dasbor DVD mobil kami. Bahkan dihari spesial seperti ini selera musikku tetap tidak berubah. Mellow dan sorrow. Ibuku selalu bilang karena musikku yang MeRow ini, makanya aku gak punya pacar sampai detik-detik wisudaku tiba. Menyebalkan sekaligus menyedihkan. Mungkin aku pintar dan bisa dengan mudahnya mendapat IP tinggi setinggi yang ku mau, tapi apa gunanya kalau tidak ada tempat untuk membanggakannya pada seseorang. Ayahku bilang, cukup dibanggakan sama keluarga saja. Tapi, kalau begitu caranya kapan aku dapat orang spesialku?

Bergumam sendiri, melamun, lalu menghela nafas sepertinya sudah menjadi hobiku saat kesepian mengunjungi hari-hari membosankanku sebagai mahasiswa teladan. Melihat teman-temanku jalan dengan ‘calon’-nya membuatku ingin muntah.  Kadang aku ingin loncat dari lantai tertinggi di Mall itu lalu mati seketika, tapi memangnya semudah itu kah orang bisa mati? Tentu saja kalau tidak mati, ya koma, itu bahkan sama parahnya.

“Dasom-ah!” panggil Eunkyo, sepupuku,”oh~ Annyehaseo~, Paman dan Bibi. Apa kabar?” 

“Wah~ Eunkyo-ah sepertinya terlihat makin cantiknya,” puji Ibuku dan aku cemburu mendengarnya,”tapi, bukankah Dasom juga cantik hari ini?” sebelum aku marah, Ibu buru-buru menambahkan kalimat pujian untukku.

Eunkyo menyenggol bahuku,”tentu saja. Oh~ boleh ku pinjam putri bibi yang cemberut ini?”

“Bawa saja. Tidak dikembalikan juga tidak apa-apa,” kata adikku yang paling kecil, Daeyeol.

Mwo?!” aku meresponnya dengan bersungut-sungut. Ayolah, mood-ku sudah se-level dengan mood singa hutan yang lapar.

Tapi, Eunkyo sudah buru-buru menarikku kabur dari keluargaku. Berjalan melewati keluarga wisudawan yang sedang berfoto dengan keluarga dan kekasihnya aku merasa seperti zombie. Aku berpikir apa Eunkyo sedang menggodaku dengan menyuruhku menikmati pemandangan seperti ini? Aku ingin kembali duduk di tempatku saja dan menunggu hingga acaranya berakhir. 

“Aku mau duduk,” aku mengeluh dan bersiap berbalik tapi aku menabrak seseorang,”oh~ maaf.”

“Dasom-ah!” katanya dan baru aku tahu yang ku tabrak itu temanku sendiri, Shin Joon,”Chukaee~”

Dia tersenyum dan melayangkangkan high five-nya padaku. Dia ini…

“Oh~ Eunkyo-ssi, apa kabar? Lama tidak bertemu,” dia juga tidak lupa menyapa Eunkyo.

Eunkyo membalas sapaan Shin Joon,”ah~ itu karena kau terlalu sering diam-diam bertemu dengan Dasom. Untuk belajar.” Sebelum aku buru-buru memelototinya, Eunkyo sudah membetulkan kalimatnya yang ambigu itu.

“Haahahaha~ aku kira, aku tidak akan wisuda tahun ini. Tapi, aku juga akan wisuda tahun ini. 
Jjaa~jjaaangg~ terima kasih ya, Som-ah…” Shin Joon menunjukkan surat panggilan wisudanya,”aku baru menerimanya kemarin. Mungkin semester depan baru akan wisuda.”

Eunkyo menarik kertas itu dan membacanya berulang kali. Bagiku itu luar biasa. “Selamat ya, akhirnya kau bisa,”kataku memukul pelan dadanya,”tapi, kenapa kau datang hari ini? Apa hanya untuk menunjukkan ini?” Aku terlalu besar kepala.

“Tadi sudah kutunjukan pada seseorang. Itu, Cha Ah Yoon,” katanya bangga sambil melambaikan tangan pada rival-ku, si cantik Ah Yoon. Tidak pintar tapi dia sangat pintar mencari muka. Menyebalkan.

Apa aku harus senang atau sebaliknya, aku tidak tahu. Tersenyum pahit seperti ini pun sepertinya warna hatiku langsung bisa terbaca dengan mudah. Aku sadar, menyukai teman lama seperti Shin Joon itu tidak lah mudah. Ingin menyatakan, tapi pasti aku akan dikira sudah tidak waras. Tidak menyatakan juga sama memberi efek gila padaku. Aku seperti pemain protagonist di drama-drama yang hanya bisa cemburu sendirian, suka sendiri, dan seperti itu saja.

“Waahh~ jadi gossip itu benar? Kau jadian dengan Ah Yoon? Dasom-ah, kenapa kau tidak bilang ‘iya’ saat ku tanya kemarin?” pertanyaan Eunkyo menyebalkan.

Aku hanya bisa tertawa saja dan menepuk punggungnya berulang kali,”oh~ hahaha… Kau bicara apa Eunkyo? Shin Joon temanku, apa aku harus ikut campur gossip seperti itu? kau me-nye-bal-kan, Goo Eun Kyo.”

Shin Joon tersenyum. Kau tahu apa yang ku paling suka darinya? Senyumnya, take-care charm-nya, dan pabo-look-alike-nya. “Aigoo~ teman yang baik, eh? Inilah sebabnya Dasom hingga sekarang tidak punya pacar,” tapi kata-kata Shin Joon yang ini, membuatku ingin menendangnya.

BAAAAKK!

Aku tidak pernah menendangnya atau memukulnya karena aku bukan tipe pelatih militer seperti itu, tapi kali ini saja aku ingin menendangnya.

“ARRGGHH!” dia memekik kesakitan karena tulang keringnya ku tendang.

“Belum pernah di tendang olehku kan? Shin Joon-ssi, Chukae~ Kau memenangkan Jackpot hari ini. Congratulation~” kataku sambil berlalu meninggalkan kedua orang itu.

Dari jauh aku bisa melihat Ah Yong buru-buru mendekatinya untuk melihat keadaanya. Untuk itu, aku merasa menyesal menendangnya. Bukan karena itu Shin Joon yang ku suka, tapi itu karena Ah Yong memperlakukannya seperti pasien gawat darurat. “Cih~” satu-satunya yang dapat aku lakukan hanya mencibirnya.

Baik-baik, aku mengaku. Aku menyukai Shin Joon dan aku baru menyadarinya saat detik-detik aku selesai membantunya mengerjakan skripsinya. Ini aku yang bodoh atau sebaliknya? Menahan sesaknya menyimpan rasa ini, aku tidak bisa hidup dengan baik. Sekali patah hati lalu seterusnya berterbungkus dengan perasaan berhati-hati. Sekalinya merasakan rasa indah itu, tidak lama kemudian patah hati. 

“Apa yang harus kulakukan?” aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan sedikit membungkuk.

yojeum saramdeureu sarangeul jal mollayo~ all right~ All right~” namanya RyeoJin, dia teman sekelasku dan dia bernyanyi di telingaku yang galau ini. *artinya lirik diatas itu :people these days don’t really know love~  Reff Gummy ft Bobby Kim – Love Receipe II*

PAAAAK! PAAAKK!!! PPAAAAAKK!!!

Aku kembali memukul orang hari ini. Kali ini sama kerasnya dengan memukul Shin Joon tadi. 
WAE?!” dia berteriak dengan suaranya yang jelek itu.

Wae? Kau tanya ‘wae?’ padaku?! Kalau kau ingin berlatih untuk tampil nanti, kau latihan saja di pengeras suara. Kenapa berlatih di telingaku,” aku uring-uringan karena moodku yang jelek.

Ryeojin mengelus telinganya kasar. Dia mendengus lalu menarik pipiku,”kau suka Shin Joon kan?” tebakannya tepat sekali. Dia itu seperti peramal di drama-drama, dia bahkan bisa membaca pikiranku makanya, aku tidak pernah berdiri dekat-dekat dengan pria ini.

“Mundur 5 langkah!” aku memerintahkannya tapi dia menggeleng,”apa maumu membaca pikiranku?”

Dia menyentil dahiku. “Aku tidak membaca pikiranmu. Aku membaca wajahmu,” katanya dengan suara pelan lalu mengalungkan lengannya di bahuku,”biarku tebak. Dia sebenarnya sudah tahu perasaanmu. Um, biar ku beri pilihan. Akui saja karena kau akan segera lulus dan tinggal jauh darinya selamanya , atau…. simpan ini sampai akhir hayatmu.”

Orang ini benar-benar bosan hidup. “Hentikan!” aku mendorongnya jauh,”aku pilih yang kedua. Kenapa?! Sana pergi atau aku tidak akan berduet denganmu.” Aku buru-buru pergi.

“Karena itu kau tidak pernah bisa membuka hatimu selubang jarum pun,” kata-kata Ryeojin menghentikan langkahku dan berbalik,”karena kau tidak bisa melepaskannya dengan baik. Mulut dan hatimu tidak sama. Kau bilang tidak terluka, tapi sebenarnya kau terluka sangat dalam. Itu sebabnya auramu pun terlihat kau begitu dendam pada siapapun yang melukaimu.”

Aku terdiam untuk sesaat. Semua yang dikatakan Ryeojin itu benar. Memori hitam-putih pemutar rekaman lamaku berputar di kepalaku. Mengingat masa-masaku terluka. Aku tumbuh kuat dari sebuah luka dan menjadikanku seperti ini. Kalau orang punya hati berwarna merah, mungkin aku hanya punya hati dengan warna hitam. Aku …

Tesss…

Aku ingin menangis. Ryeojin menarikku ke dalam dekapannya. Mengelus punggungku lembut,”iya. Benar begitu. Menangis barulah benar.”

Ryeojin melepaskanku dari pelukannya dan mengamati wajahku.

“Ikut aku,” katanya sambil menggandeng tanganku dan dia mengarahkanku pada… Shin Joon yang sedang bersama teman-temannya,”nyatakan. Terluka itu lebih baik daripada kau memendamnya seperti api di dalam sekam.”

Si bodoh ini membawaku pada Shin Joon dan aku gugup.

“Eh? Park Ryeojin, ada apa?” tanya Shin Joon dan melihat ke arahku,”Dasom-ah, kau menangis? Apa gara-gara Park Ryeojin? aigoo~ nappun nam---“

Jo—Johahyeo~” kataku tiba-tiba.

NG!

Seperti ketiban papan NG sebesar Tower Namsang, aku ingin pingsan.

Jeong – Jeongmal Johahyeo~” aku menarik telinga Shin Joon,”apa kau dengar aku mengatakan aku menyukaimu? Wae?!” aku berteriak dan melepaskan telinganya.

Ryeojin dan teman-teman Shin Joon tidak ada yang berkomentar.

“Ah~ aku pasti sudah gila. Apa kau tidak bisa mencari wanita yang lebih baik dari orang itu? Dia hanya cantik lalu apa kau akan hidup dengan orang yang tidak bisa memasakkan makanan untuku? Hiya! Setidaknya cari orang yang punya IQ di atas rata-rata agar bisa melahirkan anak-anak yang cerdas untuk memperbaiki keturuanmu. Ah~ walaupun aku teman lamamu apa kau tidak bisa memperhitungkanku juga? Euh?” aku meledak seperti helium balon gas,”si bodoh ini menyuruhku mengatakan yang sebenarnya agar hatiku bisa terbuka sebesar lubang jarum. Kau! Shin Joon! Aku anggap kau menolakku dan setelah ini jangan muncul di hadapanku. Atau BAAAAAK! Aku akan membunuhmu karena mematahkan hatiku. Good bye~ Good day~”

Aku membalikkan badanku tapi satu yang kurang…

JEEEEPPP!!!

  “Arrrggghh!” pekik Ryeojin kesakitan akibat kakinya aku injak dengan high heelsku.

“Itu. 7 cm plus sol yang terbuat dari besi,” kataku sambil meniup telapak tanganku lalu menarik dasinya,”ikut aku!”

Shin Joon tampak kebingungan dengan bodohnya aku masih bisa mendengarnya berbicara pada temannya,”apa aku baru saja di tembak oleh teman lama ku?”
PABOOO
***
Setidaknya itu caraku merelakan cintaku pergi. Perasaan ini lebih ringan. Aku jadi orang yang bagaimana setelah ini? Ummm, tidak – tidak – aku akan jadi orang yang sangat menghargai cinta yang sesungguhnya. Satu orang, kelak akan ada orang yang akan ku cintai dengan perasaan tulus ini. Menunggu lama pun tidak masalah,  sampai saat itu tiba aku akan selalu katakan pada diriku aku baik-baik saja. Right All right~

Lampu aula ini meredup. Aku telah mengganti pakaian wisudaku dengan dress berwarna cream dengan lengan kupu-kupu. Mengenakan korsase rajutan di rambutku dan high heels ini membantu menaikkan kepercayaan diriku setelah hancur beberapa menit yang lalu. “Yoo Dasom, fighting~” kataku pada diriku sendiri dengan microphone di tanganku.

“Ryeojin oppa, fighting~” kata Ryeojin kembali menggodaku,”aku tidak mau menyemangati diriku sepertimu. Menyedihkan. Jadi, aku menyamar saja jadi kau. Ryeojin oppa~” dia mengimitasi suaraku.

Aku tertawa melihat mimik wajahnya. Aku tidak pernah mengamati si kuda hitam ini berwarna putih sebelumnya. Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya, kali ini selera fashionnya berubah. Skiny Jins abu-abu, kaus dengan lever V rendah, dan blazer bertahta batu-batu laut di dada kanannya. “Selera fashionmu. Kali ini. Nilainya 100!” aku memujinya.

Dan pas saat lagu mengalun dan lampu menyoroti kami, Ryeojin menggandeng tanganku. 

“Yeah~ Come on babe~ This is Dasom and Ryeojin~ Allright, babe~…” Ryeojin mencoba keahlian barunya, Rapp.

HUWWAAA~ Uwaaaaa~

Semuanya menyoraki keduanya.

Kami menyanyikan lagu Gummy feat Bobby Kim – Love Receipe II
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“””Lirik lagu Love Receipe II (Hangul & Eng Sub)”””
Abc : namja                                        Abc : together                                   Abc Hangul Sub
Aby : yoja                                                                                                            Abc English Sub

Eoryeopge haneun sarangeun jipchagira hajyo
They say that love that is hard to do is called obsession
Geu saramdeurui sarangeun cham swiungabwayo
I guess those people’s loves are very easy
Naman mideoyo Everything is gonna be
Just believe in me Everything is gonna be
All right all right 2x

Himdeulge haneun sarangeun babojisirago
They say that love is hard to do is called a foolish act
Inyeoni aniraneun mal neomu swipge hajyo
They say that it’s not meant to be so easily
Oh nan geudaereul mideoyo Baby it’s gonna be
Oh but I believe in you Baby it’s gonna be
All right All right 2x

Reff:
Sesangi manhi byeonhaesseoyo
The World has changed a lot
Dadeul swipge manna ibyeolhajanhayo
Everyone meets easily and breaks up easily
Yojeum saramdeureun sarangeul jal mollayo
People these days don’t really know love
Uri Geudaewa nan gidarimeul aljanhayo
But you and I, we know how to wait
Himdeulsurok byeonhaji annneun sarangeul yaksokhaeyo
Let’s promise to have a love that doesn’t change the more we do it

Eoryeopge haneun sarangdo huimangiraneun geol
A love that’s hard to do can also be hope
Himdeulge haneunsarangdo keun himiraneungeol
A Love that’s hard to do can also be great strength
(Ah~) Algoitjanhayo ttaeron nunmuri nado
(Ah~) We know this even though sometimes we shed tears
All right all right 2x

~Back to Reff~

Saesangi jinago
Even if time passes
Naega aldeon modunge byeonhango
And everthing I once knew changes
Arabol su eopge dwaedo
And I can’t recognize anything
Uriman gatdamyeon
If we are on the same page
Duryeopji anhayo
I’m not afraid
Sewori uril beorigo gado
Even if the times leave us
Geudae gyeote isseulgeyo
I will stay by your side

Sesangi manhi byeonhaesseoyo
The World has changed a lot
Dadeul swipge manna ibyeolhajanhayo
Everyone meets easily and breaks up easily
Yojeum saramdeureun sarangeul jal mollayo
People these days don’t really know love
Uri Geudaewa nan gidarimeul aljanhayo
But you and I, we know how to wait
Byeonjaji anhayo ije nae sesangeun geudaeneyo
It won’t change anymore – now my world is you
Right all right right all right
Right all right right all right
Right all right right all right 2x
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Perasaan ini… Aku menyukainya… melihat Shin Joon dari jauh dan berdiri dekat dengan Ryeojin… Aku menyukainya… Ah~ Aku ingin tersenyum setiap hari karena ini… kenangan yang ini…. Lain kali akan ku gunakan untuk mengobati luka hatiku yang lain… 

Tepat saat lagu akan berhenti, Ryeojin mendekapku dan berbisik. “Alright, Dasom?”
Aku tidak bisa mendorongnya menjauh, kali ini biarkan begini saja.

Saranghye~”

GLUPPP…

“Si bodoh ini…” batinku.


***
MVP Notes :
All right~ jadi pengen ngucapin kata-kata yang satu ini dengan aegyo~ khahakhak (^oo^)
Lagu ini gue banget #duaaakkk~ di tendang Author Sunbae-nim… araso~ arasoo~ semua lagu bagus mesti author ho-mvp (hobae-mvp) bilang ‘gue banget’. Kekeke~
Romantic! Lovable! Strong-heart! Nilai untuk lagu ini 90 tadaaaa~ oke banget di dengerin buat kalian yang lagi punya pengalaman sama kayak Dasom ini. Right All Right~ Go-go-k-pop~
~~bye~bye~~~ M(V.^0^)P

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates