« BLING GIRL «
Written by MVP
Inspired by Song of B1A4 – Bling Girl
¯ You¯
¯ You look so beautiful, girl¯
¯ I’ll got to know¯
¯ Ha, let’s go¯
¯ Oh oh oh oh¯
¯ B1A4¯
¯ Oh oh oh oh¯
¯ You should be my heart¯
¯ Oh oh oh oh¯
¯ Need you girl, need you
girl¯
¯ Baby my girl¯
Namanya Goo Hye Woon. Dia adalah pecinta
bling. Itu sebutan bagi orang-orang yang menyukai barang-barang berkilau. Dari
mulai sepatu hingga ponselnya sekalipun, tidak ada yang lepas dari aliran
bling-bling. Ke sekolah pun sama, dengan percaya dirinya dia mengenakan sweater
kuning di cuara secerah dan semenyengat ini.
Pancaran
sinar matahari perlahan membelai kedua pipinya, membuat kulitnya berwarna pink
pastel seperti memakai blush on. Di belakang mejanya, dia memejamkan matanya
dan menyandarkan kepalanya pada tumpukan buku. Dia paling benci musim panas.
Dicuaca seperti dipaksa untuk belajar dan memeras otaknya sekuat tenaga
mendapatkan nilai A.
“Hummpphh…”
Hye Woon menghela nafasnya dan membetulkan ikatan rambutnya.
Di
bangku seberang mejanya, Lee Tae Hyun tanpa merasa terganggu tetap menatap buku
pelajarannya. Mengcoreti di sana-sini, memberi tanda setiap kalimat yang dia
tidak mengerti. Hye Woon menatapnya beberapa lama sebelum akhirnya
mengomentarinya.
“Tae
Hyun-ssi, apa kau dilahirkan dengan otak secerdas itu?” tanya Hye Woon polos.
Tae Hyun
menoleh padanya,”tidak.”
Jawaban
tersingkat Tae Hyun tidak membuatnya puas. “Kau menyebalkan sekali. Kau
membuatku semakin malas belajar,” oceh gadis itu,”ahhh~~ panas.” Dia mengeluh
sambil mengipasi dirinya dengan buku.
“lepaskan
sweetermu,” katanya sambil menunjuk kemeja sekolahnya yang pas badan,”begini
saja aku sudah kepanasan, apalagi memakai sweter seperti itu.”
Hye Woon
menatapi lekat-lekat tubuh Tae Hyun. ”Badanmu jelek,” katanya menghina Tae Hyun
dan melepaskan sweeter kuningnya,”tapi kau benar juga. Aku bisa mati kepanasan.
Ahhh~ panas. Beli es krim saja ah.” Dia berjalan di depan Tae Hyun dan
menghilang di antara pintu-pintu itu.
Tae Hyun
hanya bisa senyum-senyum. Memandangi tempat duduk dan sweeter kuning Hye Woon. Selama
ini yang dilakukan Tae Hyun hanyalah memandangi gadis itu. Mengaguminya dan
menyukainya diam-diam. Sudah setahun ini dia melihat Hye Woon kencan dengan
berbagai pria popular. Ada yang datang menjemputnya setiap hari dengan mobil
mewah, hingga menghadiahi gadis itu tas limited
edition dari perancang ternama Paris. Si bodoh Tae Hyun itu, entah terbuat
dari apa hatinya. Luka melihat Hye Woon kencan dengan pria lain hanya bertahan
sesaat, selebihnya dia tidak bisa memalingkan hatinya dari gadis itu, Goo Hye
Woon.
Dianugrahi
wajah tampan, tidak membuatnya mudah dalam percintaan. Setiap kali berhadapan
dengan Hye Woon, yang dilakukannya hanya melakukan percakapan ringan atau lebih
tepatnya basa-basi. Tidak pernah sekalipun Tae Hyun mengatakan suka pada
seorang gadis sumur hidupnya dan lagipula ini yang pertama baginya.
“Pabo~”
kata Tae Hyun pada dirinya sendiri dan menertawai sikapnya selama ini.
¯ Oh there’s no words to
the words I want to tell you¯
¯ Even though I’m shaking
and it’s very awkward¯
¯ Even though I am always
looking over you¯
¯ You’re really pretty
today oh baby¯
¯ So that I won’t fall
off my feet¯
¯ I have been circling
around you while being troubled¯
¯ Like a fool because of
my courage¯
¯ I can’t lose you ma
girl¯
Lagi-lagi
Hye Woon setengah tertidur mendengarkan Guru Myeong menjelaskan aritmatika.
Berulang kali menguap, mengedip-ngedipkan matanya, dan akhirnya tertidur. Teman
sebangkunya, Young Ah, berusaha membuat Hye Woon tetap terjaga tapi dia
akhirnya harus menyerah karena Hye Woon tidak juga bangun. “Hye Woon-ah,”
bisiknya di telinga gadis itu.
“Nona
Goo!” suara Guru Myeong melengking masuk menerobos gendang telinga semua murid
di kelas.
“Ne,
Guru Myeong!” Hye Woon berjingkat kaget.
Guru
Myeong menggerutu,”maju! Selesaikan soal ini di papan tulis.”
Hye Woon
melangkahkan kaki pelan sekali menuju papan tulis. Melihat ke seliling kelas
dan mengangkat bahu mereka untuk memberi tahu padanya bahwa mereka juga tidak
tahu bagaimana menyelesaikan soal itu. Matanya berhenti di meja Tae Hyun
melempar pandangan menyedihkan pada pria itu, tapi pria itu hanya melihat ke
arahnya sebentar lalu kembali memelototi bukunya.
“umm…”
gumam Hye Woon. Apa yang harus ia lakukan dengan semua angka dan symbol-simbol
ini? Bagaimana ia tahu jawaban yang benar? Berulang kali ia menggaruk kepalanya
dan memainkan kakinya di lantai untuk menghilangkan kecanggungannya.
“Ayolah,
Tae Hyun,”katanya dalam hati menyemangati dirinya sendiri,”Guru! Biarkan aku
membantu nona Goo.”
Murid
kesayangan Guru Myeong. Kapan Guru Myeong pernah menolaknya,”kau bisa?
Baiklah.”
Tae Hyun
berdiri di sampingnya. Tinggi tubuh Hye Woon hanya sedagu pria itu, dia tidak
pernah ada di jarak yang sedekat ini dengan pria itu. Aroma parfum Tae Hyun
juga khas, berbeda dengan semua pria-pria yang pernah kencan dengannya. Dan
untuk badannya, Hye Woon sedikit menyesal karena telah menghinanya tadi.
Sebenarnya tubuh Tae Hyun tidak sejelek itu, Hye Woon hanya perlu menatapnya
lebih dekat seperti ini.
“kalikan
ini dengan ini,” kata Tae Hyun padanya,”kau harus menghitung yang ini memakai
akar lalu dikurangi dengan yang ini. Ayo hitung.”
“ne?”
tanyanya kaget karena Tae Hyun tidak sedang menjawab pertanyaan itu untuknya,
tapi mengajarinya,”bisa kau ulangi pelan-pelan?”
Tae Hyun
menggoreskan spidolnya dan menjelaskannya pelan-pelan pada Hye Woon hingga
akhirnya Hye Woon menyelesaikan soal itu sendiri. “Gomawo~” bisik Hye Woon
pelan padanya.
¯ (You’re my love) Oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable
and lacking¯
¯ But I can’t do anything
about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me
forever ever¯
¯ Oh baby seems like you
have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯
¯ Bright bright¯
¯ You’re sparkling, my
cute princess¯
¯ Now you’re approaching
me¯
¯ I’ll definitely have
you in my embrace¯
¯ Won’t you be quiet¯
¯ Your bright smile and
red lips¯
¯ You make me high so fly¯
¯ Roses in both hands, so
nervous tonight¯
Dari
kejauhan Hye Woon melihat siluet yang ia tunggu. Berdiri di dekat gerbang
menunggunya datang. Hari ini dia sengaja mewarnai kukunya dengan warna pastel
musim panas dan mengikat rambutnya bulat ke atas seperti sanggul. “Tae Hyun!”
sapanya dan berlari ke arahnya untuk menyamakan langkah dengan Tae Hyun,”apa
biasanya kau juga datang jam segini?”
Tae Hyun
memandanginya dengan seksama. Sepatunya, roknya, kemejanya, dan apalagi yang
tidak bisa dilewatkannnya hari ini. “Kau berdandan? Memangnya kau akan pergi kemana
nanti?” tanya Tae Hyun seperti menyindirnya.
Hye Woon
memukul bahu Tae Hyun,”kau memang menyebalkan!” setelah mengatakan itu, Hye
Woon pun berlari ke dalam kelas meninggalkan Tae Hyun sendirian yang masih
bengong.
“Ada apa
dengannya?” kata Tae Hyun pada dirinya sendiri.
Di sudut
lorong, kakak kelasnya melihat kejadian itu. Dia adalah mantan teman kencan Hye
Woon, namanya Dong Yoon. Dia memang tidak memberi tatapan mengancam pada Tae
Hyun, tapi itu cukup membuat Tae Hyun merasa tidak enak hati.
“Selamat
pagi,” sapanya dan memberi hormat pada seniornya.
Lencana
tingkatan kelas Dong Yoon berkilauan terkena sinar matahari. “Apa kau
kekasihnya sekarang?” katanya pada Tae Hyun.
Tae Hyun
tidak menjawab. Keduanya saling berhadapan dan karena tinggi mereka yang sama,
mereka jadi tidak terlihat sepert Sunbae
dan Hobae. Malah terlihat seperti
teman sekelas.
“Aku
dengar kau adalah presiden di angkatanmu. Kau pemegang nilai tertinggi dua
tahun berturut-turut di angkatanmu,” katanya terputus sebentar karena tiba-tiba
saja banyak penonton yang sudah mengelilingi mereka,”hebat sekali Hye Woon-ssi itu. Semua pria yang ia kencani bukan pria biasa. Baru saja putus denganku, sudah dapat yang lain. cih~"
"Sunbae, aku rasa---" kata-kata Tae Hyun buru-buru di potong Dong Yoon
"Apa yang sudah kau berikan padanya? uang? tas mahal? berapa biaya kencanmu? diatas 100.000 W?" dia tersenyum menyeringai pada Tae Hyun sambil membetulkan papan namanya 'Lee Dong Yoon',"sebaiknya jangan dekati yeoja itu. Aku memperingatkanmu kalau tidak ingin ada di posisi yang sama denganku.”
Waaa~Waaaa~Waaaa~
Kerumunan
itu sudah mulai bergosip-gosip. Mata Tae Hyun menangkap sosok Hye Woon di
keramaian. Matanya sembab menahan air matanya. Mendengar kata-kata itu dari
mantan teman kencannya membuat harga dirinya jatuh. Ini adalah saat yang tepat
atau tidak sama sekali.
“Memang
aku bukan teman kencannya,” kata Tae Hyun tegas,”tapi, kalaupun aku teman
kencannya… Sunbae tidak bisa seenaknya menghina Hye Woon. Jangan cemaskan kami,
denganku Hye Woon akan baik-baik saja.”
Setelah
menyelesaikan kalimatnya, tanpa ia sadari langsung saja menarik tangan Hye Woon
menjauhi kerumunan itu. Dalam genggaman tangan Tae Hyun, Hye Woon bisa
merasakan perasaan Tae Hyun yang sesungguhnya. Dia berbeda dari pria-pria itu
yang hanya menyukainya karena kecantikannya. Dua tahun mengenal pria ini,
namuan inilah kali pertamanya bisa mengenal Tae Hyun dengan baik. Bukan sebagai
kutu buku atau orang paling pintar di angkatannya, tapi sebagai Lee Tae Hyun.
“Gomampta~”
lagi-lagi Hye Woon hanya bisa berbisik padanya dan tidak bisa mengatakannya
dengan keras untuk Tae Hyun.
¯ Baby I confessed, and
said that you’re the only one for me and I can’t do without you¯
¯ But if you laughed as
if you’re flustered, and left it as a joke baby¯
¯ (You’re my love) Oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable
and lacking¯
¯ But I can’t do anything
about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me
forever ever¯
¯ Oh baby seems like you
have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯
Semakin hari, mereka semakin dekat. Hye Woon
tidak pernah tidur lagi di kelas. Setiap hari mengambil kelas privat dengan Tae
Hyun dan membuat teman-temannya iri setengah mati. Tidak seperti dulu, Tae Hyun
tidak lagi canggung pada Hye Woon. Beberapa kali saat Hye Woon tidak fokus, Tae
Hyun memilih untuk memukul kepalanya dengan buku.
Panas
matahari bertambah gila dari hari kehari. Krim pelembab bahkan harus di simpan
di kulkas di hari sepanas ini. Memakai rok pendek dan seragam setipis ini
seperti tidak ada gunanya karena tetap saja membuat suhu badan mendidih tidak
karuan. Tinggal 3 hari sebelum liburan musim panas, murid-murid sudah hampir
mati bosan menunggu 3 hari itu.
“Panaaaasss~”
“Kenapa
mereka tetap tidak mau memasang pendingin udara di kelas-kelas?”
“Ah~
rasanya mau rambutku meleleh.”
“Hiya!” gadis
itu meneriaki Hye Woon,”apa kau tidak tahu kalau rokmu itu pendek sekali.”
Hye Woon
berhenti dan memperhatikan roknya yang lebih pendek dari rok milik gadis itu.
“Cih~”
dia mencibir Hye Woon,”kenapa kau tidak memberi hormat pada seniormu?”
Hye Woon membungkuk memberi hormat. “Musim
panas, jadi aku memakai yang lebih pendek.”
BRUUUKK….
Senior itu mendorong Hye Woon sampai
terjatuh ke lantai. “Apa yang kau lihat? Siapa yang akan membelamu? Dong Yoon?
Hahahaha…”
“Tidak apa-apa?” Tae Hyun seperti malaikat
saja, muncul di mana pun Hye Woon dalam masalah.
“kkk-kau…”
Wajah tampan Tae Hyun sudah komersial, siapa
yang tidak kenal Tae Hyun. “Aku tidak tahu kalau roknya benar sependek itu,”
katanya sambil menoleh pada Hye Woon,”kakinya kurus sekali. Mmm, tidak keberatan
kan kalau aku membawa kekasihku pergi sekarang, sunbae-nim?”
Huwwwaaa~~uuwwaaa~
Kali ini pun tetap sama seperti biasanya.
“Goma-“ kata-kata Hye Woon terputus sebelum ia menyelesaikannya.
“Aku akan memintamu mentraktirku kalau kau
mengatakannya lagi,” Tae Hyun tersenyum padanya.
Tangan kecil Hye Woon menarik siku Tae Hyun
membuatnya selangkah lebih dekat dengan wajah Tae Hyun. “Siapa bilang kau
kekasihku?” tanyanya.
Tae Hyun gelagapan. Bingung mencari alasan
apa yang harus ia katakan. Tapi, melihat wajah canggung Tae Hyun yang
menggemaskan, Hye Woon malah tertawa.
“Tae Hyun-na, bagaimana kalau besok kita
kencan?” Hye Woon menggodanya,”ung? Ungg? Ottae?”
“Hye Woon-na, geumanhae… orang-orang melihat
kita,” cicit Tae Hyun sambil menjauhkan Hye Woon dari dirinya.
Hye Woon sedikit berjinjit untuk menyamakan
tingginya dengan pipi Tae Hyun.
CHU~
“Karena kau tetap tidak mau mengaku, jadi
aku saja yang melakukannya duluan,” Hye Woon beraksi dengan aegyo-nya,”Oppa~”
Hye Woon berlari-lari senang sambil memainkan
kakinya, mehrong pada Tae Hyun yang masih membatu di tempatnya.
“HIYA! LEE TAE HYUN BABO!” teriak Hye Woon.
Tae Hyun tersadar dari lamunannya. “Itu
tadi…” kata Tae Hyun sambil menyentuh pipinya,”HIYA! HYE WOON! Mana boleh kau
mencium pria sembarangan! HIYA!!”
Hari ini sampai nanti. Inilah cinta pertama
Tae Hyun dan Cinta terakhir bari Hye Woon.
¯ I won’t take my eyes
off you, can’t you come to me who only looks at you¯
¯ Though I don’t know
love well, at least I’ll make you happy¯
¯
¯ (You’re my love) Oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable
and lacking¯
¯ But I can’t do anything
about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh
baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me
forever ever¯
¯ Oh baby seems like you
have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯
¯
¯ Even one day without
you¯
¯ I can’t live oh baby
girl¯
¯ Just not talking on the
phone¯
¯ I want to hold on to
only you¯
¯ Stay by my side forever¯
¯ I want to look after
you¯
¯ ‘I love you’, please
receive my heart¯
¯ Haha too love¯
# B1A4 – Bling Girl #



0 komentar:
Posting Komentar