Sabtu, 07 April 2012

SF_BLING GIRL_B1A4


« BLING GIRL «
Written by MVP
Inspired by Song of B1A4 – Bling Girl


¯ You¯
¯  You look so beautiful, girl¯
¯  I’ll got to know¯
¯ Ha, let’s go¯

¯ Oh oh oh oh¯
¯ B1A4¯
¯ Oh oh oh oh¯
¯ You should be my heart¯
¯ Oh oh oh oh¯

¯ Need you girl, need you girl¯
¯ Baby my girl¯

Namanya Goo Hye Woon. Dia adalah pecinta bling. Itu sebutan bagi orang-orang yang menyukai barang-barang berkilau. Dari mulai sepatu hingga ponselnya sekalipun, tidak ada yang lepas dari aliran bling-bling. Ke sekolah pun sama, dengan percaya dirinya dia mengenakan sweater kuning di cuara secerah dan semenyengat ini. 

                Pancaran sinar matahari perlahan membelai kedua pipinya, membuat kulitnya berwarna pink pastel seperti memakai blush on. Di belakang mejanya, dia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada tumpukan buku. Dia paling benci musim panas. Dicuaca seperti dipaksa untuk belajar dan memeras otaknya sekuat tenaga mendapatkan nilai A.

                “Hummpphh…” Hye Woon menghela nafasnya dan membetulkan ikatan rambutnya.

                Di bangku seberang mejanya, Lee Tae Hyun tanpa merasa terganggu tetap menatap buku pelajarannya. Mengcoreti di sana-sini, memberi tanda setiap kalimat yang dia tidak mengerti. Hye Woon menatapnya beberapa lama sebelum akhirnya mengomentarinya.

                “Tae Hyun-ssi, apa kau dilahirkan dengan otak secerdas itu?” tanya Hye Woon polos.

                Tae Hyun menoleh padanya,”tidak.”

                Jawaban tersingkat Tae Hyun tidak membuatnya puas. “Kau menyebalkan sekali. Kau membuatku semakin malas belajar,” oceh gadis itu,”ahhh~~ panas.” Dia mengeluh sambil mengipasi dirinya dengan buku.

                “lepaskan sweetermu,” katanya sambil menunjuk kemeja sekolahnya yang pas badan,”begini saja aku sudah kepanasan, apalagi memakai sweter seperti itu.”

                Hye Woon menatapi lekat-lekat tubuh Tae Hyun. ”Badanmu jelek,” katanya menghina Tae Hyun dan melepaskan sweeter kuningnya,”tapi kau benar juga. Aku bisa mati kepanasan. Ahhh~ panas. Beli es krim saja ah.” Dia berjalan di depan Tae Hyun dan menghilang di antara pintu-pintu itu.

                Tae Hyun hanya bisa senyum-senyum. Memandangi tempat duduk dan sweeter kuning Hye Woon. Selama ini yang dilakukan Tae Hyun hanyalah memandangi gadis itu. Mengaguminya dan menyukainya diam-diam. Sudah setahun ini dia melihat Hye Woon kencan dengan berbagai pria popular. Ada yang datang menjemputnya setiap hari dengan mobil mewah, hingga menghadiahi gadis itu tas limited edition dari perancang ternama Paris. Si bodoh Tae Hyun itu, entah terbuat dari apa hatinya. Luka melihat Hye Woon kencan dengan pria lain hanya bertahan sesaat, selebihnya dia tidak bisa memalingkan hatinya dari gadis itu, Goo Hye Woon.

                Dianugrahi wajah tampan, tidak membuatnya mudah dalam percintaan. Setiap kali berhadapan dengan Hye Woon, yang dilakukannya hanya melakukan percakapan ringan atau lebih tepatnya basa-basi. Tidak pernah sekalipun Tae Hyun mengatakan suka pada seorang gadis sumur hidupnya dan lagipula ini yang pertama baginya. 

                “Pabo~” kata Tae Hyun pada dirinya sendiri dan menertawai sikapnya selama ini.

¯ Oh there’s no words to the words I want to tell you¯
¯ Even though I’m shaking and it’s very awkward¯
¯ Even though I am always looking over you¯
¯ You’re really pretty today oh baby¯

¯ So that I won’t fall off my feet¯
¯ I have been circling around you while being troubled¯
¯ Like a fool because of my courage¯
¯ I can’t lose you ma girl¯

               Lagi-lagi Hye Woon setengah tertidur mendengarkan Guru Myeong menjelaskan aritmatika. Berulang kali menguap, mengedip-ngedipkan matanya, dan akhirnya tertidur. Teman sebangkunya, Young Ah, berusaha membuat Hye Woon tetap terjaga tapi dia akhirnya harus menyerah karena Hye Woon tidak juga bangun. “Hye Woon-ah,” bisiknya di telinga gadis itu.

                “Nona Goo!” suara Guru Myeong melengking masuk menerobos gendang telinga semua murid di kelas.

                “Ne, Guru Myeong!” Hye Woon berjingkat kaget.

                Guru Myeong menggerutu,”maju! Selesaikan soal ini di papan tulis.”

                Hye Woon melangkahkan kaki pelan sekali menuju papan tulis. Melihat ke seliling kelas dan mengangkat bahu mereka untuk memberi tahu padanya bahwa mereka juga tidak tahu bagaimana menyelesaikan soal itu. Matanya berhenti di meja Tae Hyun melempar pandangan menyedihkan pada pria itu, tapi pria itu hanya melihat ke arahnya sebentar lalu kembali memelototi bukunya.

                “umm…” gumam Hye Woon. Apa yang harus ia lakukan dengan semua angka dan symbol-simbol ini? Bagaimana ia tahu jawaban yang benar? Berulang kali ia menggaruk kepalanya dan memainkan kakinya di lantai untuk menghilangkan kecanggungannya.

                “Ayolah, Tae Hyun,”katanya dalam hati menyemangati dirinya sendiri,”Guru! Biarkan aku membantu nona Goo.”

                Murid kesayangan Guru Myeong. Kapan Guru Myeong pernah menolaknya,”kau bisa? Baiklah.” 

                Tae Hyun berdiri di sampingnya. Tinggi tubuh Hye Woon hanya sedagu pria itu, dia tidak pernah ada di jarak yang sedekat ini dengan pria itu. Aroma parfum Tae Hyun juga khas, berbeda dengan semua pria-pria yang pernah kencan dengannya. Dan untuk badannya, Hye Woon sedikit menyesal karena telah menghinanya tadi. Sebenarnya tubuh Tae Hyun tidak sejelek itu, Hye Woon hanya perlu menatapnya lebih dekat seperti ini.

                “kalikan ini dengan ini,” kata Tae Hyun padanya,”kau harus menghitung yang ini memakai akar lalu dikurangi dengan yang ini. Ayo hitung.”

                “ne?” tanyanya kaget karena Tae Hyun tidak sedang menjawab pertanyaan itu untuknya, tapi mengajarinya,”bisa kau ulangi pelan-pelan?”

                Tae Hyun menggoreskan spidolnya dan menjelaskannya pelan-pelan pada Hye Woon hingga akhirnya Hye Woon menyelesaikan soal itu sendiri. “Gomawo~” bisik Hye Woon pelan padanya.

¯ (You’re my love) Oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable and lacking¯
¯ But I can’t do anything about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me forever ever¯
¯ Oh baby seems like you have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯

¯ Bright bright¯
¯ You’re sparkling, my cute princess¯
¯ Now you’re approaching me¯
¯ I’ll definitely have you in my embrace¯
¯ Won’t you be quiet¯
¯ Your bright smile and red lips¯
¯ You make me high so fly¯
¯ Roses in both hands, so nervous tonight¯

                Dari kejauhan Hye Woon melihat siluet yang ia tunggu. Berdiri di dekat gerbang menunggunya datang. Hari ini dia sengaja mewarnai kukunya dengan warna pastel musim panas dan mengikat rambutnya bulat ke atas seperti sanggul. “Tae Hyun!” sapanya dan berlari ke arahnya untuk menyamakan langkah dengan Tae Hyun,”apa biasanya kau juga datang jam segini?”

                Tae Hyun memandanginya dengan seksama. Sepatunya, roknya, kemejanya, dan apalagi yang tidak bisa dilewatkannnya hari ini. “Kau berdandan? Memangnya kau akan pergi kemana nanti?” tanya Tae Hyun seperti menyindirnya.

                Hye Woon memukul bahu Tae Hyun,”kau memang menyebalkan!” setelah mengatakan itu, Hye Woon pun berlari ke dalam kelas meninggalkan Tae Hyun sendirian yang masih bengong.

                “Ada apa dengannya?” kata Tae Hyun pada dirinya sendiri.

                Di sudut lorong, kakak kelasnya melihat kejadian itu. Dia adalah mantan teman kencan Hye Woon, namanya Dong Yoon. Dia memang tidak memberi tatapan mengancam pada Tae Hyun, tapi itu cukup membuat Tae Hyun merasa tidak enak hati.

                “Selamat pagi,” sapanya dan memberi hormat pada seniornya.

                Lencana tingkatan kelas Dong Yoon berkilauan terkena sinar matahari. “Apa kau kekasihnya sekarang?” katanya pada Tae Hyun.

                Tae Hyun tidak menjawab. Keduanya saling berhadapan dan karena tinggi mereka yang sama, mereka jadi tidak terlihat sepert Sunbae dan Hobae. Malah terlihat seperti teman sekelas.

                “Aku dengar kau adalah presiden di angkatanmu. Kau pemegang nilai tertinggi dua tahun berturut-turut di angkatanmu,” katanya terputus sebentar karena tiba-tiba saja banyak penonton yang sudah mengelilingi mereka,”hebat sekali Hye Woon-ssi itu. Semua pria yang ia kencani bukan pria biasa. Baru saja putus denganku, sudah dapat yang lain. cih~"

                  "Sunbae, aku rasa---" kata-kata Tae Hyun buru-buru di potong Dong Yoon

                  "Apa yang sudah kau berikan padanya? uang? tas mahal? berapa biaya kencanmu? diatas 100.000 W?" dia tersenyum menyeringai pada Tae Hyun sambil membetulkan papan namanya 'Lee Dong Yoon',"sebaiknya jangan dekati yeoja itu. Aku memperingatkanmu kalau tidak ingin ada di posisi yang sama denganku.”

                Waaa~Waaaa~Waaaa~

                Kerumunan itu sudah mulai bergosip-gosip. Mata Tae Hyun menangkap sosok Hye Woon di keramaian. Matanya sembab menahan air matanya. Mendengar kata-kata itu dari mantan teman kencannya membuat harga dirinya jatuh. Ini adalah saat yang tepat atau tidak sama sekali.

                “Memang aku bukan teman kencannya,” kata Tae Hyun tegas,”tapi, kalaupun aku teman kencannya… Sunbae tidak bisa seenaknya menghina Hye Woon. Jangan cemaskan kami, denganku Hye Woon akan baik-baik saja.” 

                Setelah menyelesaikan kalimatnya, tanpa ia sadari langsung saja menarik tangan Hye Woon menjauhi kerumunan itu. Dalam genggaman tangan Tae Hyun, Hye Woon bisa merasakan perasaan Tae Hyun yang sesungguhnya. Dia berbeda dari pria-pria itu yang hanya menyukainya karena kecantikannya. Dua tahun mengenal pria ini, namuan inilah kali pertamanya bisa mengenal Tae Hyun dengan baik. Bukan sebagai kutu buku atau orang paling pintar di angkatannya, tapi sebagai Lee Tae Hyun.

                “Gomampta~” lagi-lagi Hye Woon hanya bisa berbisik padanya dan tidak bisa mengatakannya dengan keras untuk Tae Hyun.

¯ Baby I confessed, and said that you’re the only one for me and I can’t do without you¯
¯ But if you laughed as if you’re flustered, and left it as a joke baby¯

¯ (You’re my love) Oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable and lacking¯
¯ But I can’t do anything about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me forever ever¯
¯ Oh baby seems like you have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯

Semakin hari, mereka semakin dekat. Hye Woon tidak pernah tidur lagi di kelas. Setiap hari mengambil kelas privat dengan Tae Hyun dan membuat teman-temannya iri setengah mati. Tidak seperti dulu, Tae Hyun tidak lagi canggung pada Hye Woon. Beberapa kali saat Hye Woon tidak fokus, Tae Hyun memilih untuk memukul kepalanya dengan buku.

                Panas matahari bertambah gila dari hari kehari. Krim pelembab bahkan harus di simpan di kulkas di hari sepanas ini. Memakai rok pendek dan seragam setipis ini seperti tidak ada gunanya karena tetap saja membuat suhu badan mendidih tidak karuan. Tinggal 3 hari sebelum liburan musim panas, murid-murid sudah hampir mati bosan menunggu 3 hari itu.

                 “Panaaaasss~” 

                “Kenapa mereka tetap tidak mau memasang pendingin udara di kelas-kelas?”

                “Ah~ rasanya mau rambutku meleleh.”

                “Hiya!” gadis itu meneriaki Hye Woon,”apa kau tidak tahu kalau rokmu itu pendek sekali.”

                Hye Woon berhenti dan memperhatikan roknya yang lebih pendek dari rok milik gadis itu.

                “Cih~” dia mencibir Hye Woon,”kenapa kau tidak memberi hormat pada seniormu?”

Hye Woon membungkuk memberi hormat. “Musim panas, jadi aku memakai yang lebih pendek.”

BRUUUKK….

Senior itu mendorong Hye Woon sampai terjatuh ke lantai. “Apa yang kau lihat? Siapa yang akan membelamu? Dong Yoon? Hahahaha…”

“Tidak apa-apa?” Tae Hyun seperti malaikat saja, muncul di mana pun Hye Woon dalam masalah.

“kkk-kau…”

Wajah tampan Tae Hyun sudah komersial, siapa yang tidak kenal Tae Hyun. “Aku tidak tahu kalau roknya benar sependek itu,” katanya sambil menoleh pada Hye Woon,”kakinya kurus sekali. Mmm, tidak keberatan kan kalau aku membawa kekasihku pergi sekarang, sunbae-nim?”

Huwwwaaa~~uuwwaaa~

Kali ini pun tetap sama seperti biasanya. “Goma-“ kata-kata Hye Woon terputus sebelum ia menyelesaikannya.

“Aku akan memintamu mentraktirku kalau kau mengatakannya lagi,” Tae Hyun tersenyum padanya.

Tangan kecil Hye Woon menarik siku Tae Hyun membuatnya selangkah lebih dekat dengan wajah Tae Hyun. “Siapa bilang kau kekasihku?” tanyanya.

Tae Hyun gelagapan. Bingung mencari alasan apa yang harus ia katakan. Tapi, melihat wajah canggung Tae Hyun yang menggemaskan, Hye Woon malah tertawa.

“Tae Hyun-na, bagaimana kalau besok kita kencan?” Hye Woon menggodanya,”ung? Ungg? Ottae?”

“Hye Woon-na, geumanhae… orang-orang melihat kita,” cicit Tae Hyun sambil menjauhkan Hye Woon dari dirinya.

Hye Woon sedikit berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan pipi Tae Hyun.

CHU~

“Karena kau tetap tidak mau mengaku, jadi aku saja yang melakukannya duluan,” Hye Woon beraksi dengan aegyo-nya,”Oppa~”

Hye Woon berlari-lari senang sambil memainkan kakinya, mehrong pada Tae Hyun yang masih membatu di tempatnya. 

“HIYA! LEE TAE HYUN BABO!” teriak Hye Woon.

Tae Hyun tersadar dari lamunannya. “Itu tadi…” kata Tae Hyun sambil menyentuh pipinya,”HIYA! HYE WOON! Mana boleh kau mencium pria sembarangan! HIYA!!”

Hari ini sampai nanti. Inilah cinta pertama Tae Hyun dan Cinta terakhir bari Hye Woon.

¯ I won’t take my eyes off you, can’t you come to me who only looks at you¯
¯ Though I don’t know love well, at least I’ll make you happy¯
¯
¯ (You’re my love) Oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ I know I’m unreasonable and lacking¯
¯ But I can’t do anything about giving my heart to you¯
¯ So so I love you oh baby ma bling girl bling girl¯
¯ If you’re with me forever ever¯
¯ Oh baby seems like you have repeatedly softened my heart¯
¯ Ma bling girl¯
¯
¯ Even one day without you¯
¯ I can’t live oh baby girl¯
¯ Just not talking on the phone¯
¯ I want to hold on to only you¯
¯ Stay by my side forever¯
¯ I want to look after you¯
¯ ‘I love you’, please receive my heart¯
¯ Haha too love¯

# B1A4 – Bling Girl #

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates