Jumat, 16 Maret 2012

Memories_Heartbreak

.
.
.

Suatu malam airmatamu kembali turun. Kau menangis tanpa sebab hanya karena hal konyol yang kau lakukan. Malam itu, kau membaca sebuah cerita yang tiba-tiba mengingatkanmu pada dia yang jauh. Malam itu kau juga menyadari kau telah terlalu lama menunggu dan bertanya apa ini sudah terlambat?

Jawabannya adalah lagi-lagi kau terlambat menyadari sesuatu. Kau terlambat menyadari perasaanmu padanya. Kau terlambat mengakuinya. Dan kau juga terlambat menyadari kalau dia telah menjauh. Kau tidak hanya terlambat tapi juga lambat.

Saat Tuhan memberitahumu, kau berusaha menyangkalnya karena kau takut sakit. Tapi Tuhan terus memberitahumu hingga kau menyadari bahwa ada sesuatu. Dan kau tidak tau harus melakukan apa setelahnya.

Dadamu terasa sesak saat kau tidak bisa mengatakan perasaanmu. Dadamu terasa sakit saat tau bahwa dia telah menyukai orang lain, bahwa dia telah tak tergapai lagi darimu, dan bahwa dia telah tak menghiraukanmu lagi. Ingin rasanya kau terus menyangkal tapi kenyataan yang telah menjawabnya. Dia memang tidak lagi bisa kau raih. Dan lagi-lagi hanya penyesalan yang datang dalam hatimu.

Mau tidak mau kau harus mengakui bahwa sebenarnya kau tidak berarti apa-apa baginya. Kau bukan sesuatu yang penting baginya sehingga dengan mudah dilupakan olehnya. Sekali lagi kau dikecewakan dan kau hanya bisa menangis dalam kesendirianmu.

Seiring berjalannya waktu kau mulai menyadari satu hal lagi. Kalau kau kecewa bukan 
hanya tidak dapat menjangkaunya lagi tapi lebih karena dia telah menghancurkan satu-satunya harapanmu.

Kau merasa dia adalah satu-satunya orang dari masa lalumu yang dapat membuatmu kembali percaya dan memberitahumu bahwa kau salah besar akan pemikiranmu atas masa lalu. Tapi lagi-lagi kau salah. Dia bukan orang yang kau harapkan. Bukan dia orangnya. Karena dia sama saja dengan yang ada di masa lalumu. Sekali lagi kau dikecewakannya.

Penantian dan pengorbananmu selama 4 tahun ini berakhir sia-sia. Dia memang bukan orang yang tepat yang bisa membuatmu kembali dan menyukai masa lalu. Meski begitu kau berusaha tersenyum dalam sakitmu. Karena itulah yang diajarkan Tuhan padamu.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates