Jumat, 16 Maret 2012

Memories_Ending


.
.
.

Kau mencoba bertahan dengan perasaanmu untuknya. Betapa bodohnya kau ini. Kau pernah berkata pada temanmu, untuk apa tetap bersama orang yang sudah menyakiti kita berulang kali. Tapi apa yang kau lakukan sekarang? Bukankah kau sama saja dengan orang-orang bodoh itu? Bertahan meski berulang kali disakiti.

Saat kau berusaha keras untuk melupakan segalanya, dia kembali datang memberimu harapan. Lagi-lagi seperti itu dan terus seperti itu berulang kali. Kau ingin mempercayai harapannya tapi kau takut kembali sakit. Kau akhirnya memilih diam.

Dia terus datang dan itu membuatmu semakin kesal. Sekian lama kau telah diabaikan olehnya, dia datang dan memintamu untuk sabar dan mengerti akan dirinya. Bukankah itu sesuatu yang gila? Untuk apa dia kembali setelah menganggapmu tidak ada? Untuk apa dia kembali kalau kedatangannya hanya bisa membuatmu sakit? Bukankah itu adalah sesuatu yang tak berguna?

Berulangkali dia menjelaskan alasan kenapa dia mengabaikanmu? Dia bilang itu sementara. Untuk saat ini. Dia bilang masih mengingatmu, masih tau keberadaanmu, dan masih mengerti keadaanmu. Dia mengatakan masih tetap menjadi dia yang dulu,  yang ada untukmu. Dan itu membuatmu menangis sekali lagi.

Alasan apa yang bisa kau percayai untuk tetap pada perasaanmu? Alasan apa yang bisa membuatmu bertahan untuk tetap menunggunya? Kau mulai berpikir kenapa dia tidak melepaskanmu saja toh hubungan kalian hanya sebatas teman?

Akhirnya kau putuskan bahwa dirimulah yang akan melepaskannya. Itu jauh lebih mudah daripada terus bertahan di sisinya. Kau akhirnya mengakhiri cerita yang belum selesai ini. Bukan tidak ingin menyelesaikannya tapi inilah akhir cerita ini. Dulu kaulah yang memulainya maka kau jugalah yang harus mengakhirinya.

Kau sudah cukup lama menunggu hanya demi sesuatu yang konyol. Kau merasa harus kembali menjalani hidup tanpa dia. Perasaanmu sudah berubah, kau mengatakan tidak membencinya hanya perasaanmu sudah berubah. Karena kau tau bagaimana caramu membenci seseorang maka kau tidak ingin membenci siapa pun sekarang.

Kini, saat dia kembali datang. Kau hanya diam. Kau berusaha menjadi sepertinya juga, datang saat membutuhkan bukan datang saat dibutuhkan. Kau merasa akan adil jika seperti itu.

Perasaanmu telah menguar habis. Kau kembali mati rasa seperti dulu meski berusaha mengendalikan rasa tidak sukamu. Bagaimana pun orang tau kalau kalian dulu punya hubungan baik dan kau tidak ingin merusaknya?

Kau merasa cukup di sini. Kau tidak bisa menerimanya kembali itulah yang kau tau. Kau berterima kasih untuk hal-hal yang dilakukannya untukmu. Meski ini bukan akhir yang sesungguhnya tapi cerita ini memang sudah berakhir.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates