My Mona
Song_Fict of : Teen
Top – GIRLFRIEND
Main Cast : Jang Moon
Ah (girl, 18 tahun) ; Baek Chan Hee (boy, 19 tahun)
Idol Cast : Niel Teen
Top, All Teen Top Member, Leeteuk-Eunhyuk Super Junior
Genre : Comedy Romantic
Author : M.V.P
Mona memilin ujung rambutnya. Mengadahkan wajah putihnya ke
atas langit. Membiarkan angin membelai kepalanya. Siluet tubuh kurusnya pasti
terlihat indah hingga membuat anak laki-laki mendadak mimisan masal apabila
melihatnya. Jari kuku dengan nail art terbaru dari salah satu Nail Art terkenal
di Myeondong. Mona benar-benar Monalisa sekolah ini. Kalau bukan karena Ayahnya
adalah orang Korea Selatan, mungkin sepanjang hidupnya Mona akan bernasib
malang sama seperti nasib Author-author ini. Eh?
Ayahnya lahir di Seoul dan bertugas beberapa tahun di
Indonesia. Bertemu dengan Bunda Mona yang ternyata blasteran Korea-Surabaya.
Wew~ Back To Nature, mengembalikan alam ke alamnya karena Alam gak jadi ke mbah
dukun (ngieeeet~ teringat Alam-nya yang nyanyi ‘ Adam bah dukun ‘ kekekek~).
PLAK!
Back to the story!
“Jang Moon Ah~ Neon
jeongmal Dae---“ Mona mengira dirinya tokoh utama di dalam drama-drama
romantic. (Neon Jeongmal = kau
benar-benar)
“Daebak?” sambung
seseorang membisiki telinganya. (Daebak =
luar biasa)
“Hmmm… iya, daebak~ luar biasa~” katanya masih dengan
menutup matanya.
DUAAAAKK!
“AHHHH!!!” Pekik Mona kesakitan.
Si tinggi Baek Chan Hee melemparnya dengan bola tennis dan
membentur tepat di dahinya.
“hahahah~ kau sedang berlatih drama, Monalisa~ My Mona”
ejek Chan Hee.
“Dasar, orang gila. Baik, kau mau merasakan bola ini keras
atau tidak. HIYA! BAEK CHAN HEE!” teriak Mona seraya melepaskan bola tennis itu
dari tangannya dengan sekuat-kuat.
BUAAAAKKK!
ARRGGHHH!!!
HIYA, JANG MOON AH!!!
***
Ullzang Namja (laki-laki berwajah tampan), Baek Chan Hee, 19
tahun, seorang kapten tim bisbol merana karena di lempar bola tenis oleh
seorang gadis. Hidungnya berdarah dan lebam. Walaupun sudah di sumbat dengan
tissue oleh Mona tapi, darahnya masih belum terlihat akan berhenti. Mona datang
terburu-buru dengan sebotol minuman, 3 bungkus roti isi, dan satu pack besar
tissue.
“Ah~ bagaimana ini? Aku minta maaf, Chan Hee-oppa kenapa kau
tidak mengelak. Bukankah kau itu hebat bermain Bisbol?!” protes Mona sambil
mengganti Tissue hidung Chan Hee.
Chan Hee berdecak mengomentari protes Mona. “Oh Hoo! Apa kau
kira, aku sengaja? Ini kesalahan karena mencoba meremehkan orang sepertimu.
Harusnya aku tahu bola itu akan mengenaiku.”
Mona menekan hidung Chan Hee.
“AAAHHHH!!!”
“Jadi kau meremehkanku? Hiya! Baek Chan Hee, apa kau kira
lemparanmu tidak sakit? Memang tidak meninggalkan bekas tapi asal kau tahu
saja, kau membuat syaraf kepalaku bergeser. Aigoo~ kau itu sangat pandai dalam
memupuk rasa benciku ya?” sekali lagi Mona menekan hidung Chan Hee hingga
berdarah lebih parah,”kau! Obati sendiri lukamu. Menyebalkan!”
Chan Hee merintih kesakitan memegangi hidungnya. “Hiya! Jang
Moon Ah! Kau mau melarikan diri? Aku akan menelepon polisi agar mereka
menangkapmu! Ya! Jang Moon Ah! Kau dengar! Kembali!” tapi gadis itu tidak
menoleh sama sekali kepadanya,”Aishhh!! AKKK! AH!! Ah… kenapa bisa begini?
Dasar, My Mona~lisa itu!”
***
Jalanan Myeongdong di hari Minggu sore.
Musim semi masih menyisakan sedikit kebekuan musim dingin kemarin.
Tampaknya baru sedikit bunga yang bermekaran. Tapi, kualitas udaranya tidak
buruk juga. Segar, sejuk, dan super sekali. Hari ini Mona dan Niel harus
berbelanja pakaian untuk tugas pementasan seni kelas mereka. Jadwal Teen Top
sangat padat, tapi Mona tidak membiarkan Niel punya alasan untuk meninggalkan
kewajibannya sebagai pelajar. “Kenapa tidak mau?! Karena kau artis?! cepat
keluar dan beli beberapa perlengkapan. Aku tidak bisa membawanya sendiri!” itu
yang dikatakan Mona di telepon dan sebenarnya masih banyak lainnya. Satu lagi, Mona
dan Niel adalah teman sekelas.
“Kenapa harus aku? dimana yang lainnya? Seung Joo, Kwan Hee,
Hong Chan, Song Yeul, mereka semua itu. Kenapa kau harus meneleponku?” protes
Niel.
Mona pura-pura tidak mendengarkannya. “Apa saja ya
kesalahnmu? Um, mari kita ingat. Ah, kau bolos latihan dan juga mungkin kau
tidak akan datang saat pementasan. Hey, Anh Daniel.
Diam dan angkat
barang-barang itu. Ajuma~ terima kasih atas barangnya,” kata Mona.
“Ah~ ini berat,” keluh Niel sambil mengangkat dua kotak
berisi baju-baju.
“Haaa~ Min Seo bilang dia sudah membeli make up dan lainnya, dan Jong Hyun juga sudah membeli sisanya.
Kalau begitu ini saja. Sudah selesai! Tapi, bagaimana kalau kita makan dulu?”
ajak Mona sambil membawa sekotak karudus property lainnya.
Niel memandangi jam tangannya. Memang tidak ada jadwal saat
ini, tapi dia ingin pulang ke dorm untuk istirahat sebelum schedule esok hari
menghantuinya. “Moon Ah-ssi, kita ke sekolah saja dan meletakkan ini bagaimana?
Uh?” usulnya dengan aegyo.
Tidak menunggu cukup lama untuk membuat orang-orang
berdatangan setelah mengenali Niel adalah member Teen Top. Mereka pun berkumpul
mengikuti keduanya berjalan kemana saja.
“OH! NEILL!! NEIILL!!! Neil-gun~” seru mereka
berbondong-bondong.
“Annyeong~” sapa Niel.
“Fans-mu… Huwaaah~ efek ketenaran bintang. Senang sekali
bisa punya banyak Fans sepertimu,” komentar Mona dan dijawab dengan tawa Niel,”Ah,
orang itu! tidak ada satupun teman kelas kita yang mengangkat telepon,” keluh Mona
memencet ponselnya secara random, menghubungi teman sekelasnya yang bisa
membantu mereka.
“Kau sedang menghubungi teman-teman?” tanya Niel dan di
jawab anggukan oleh Mona,”Oh! Annyeong~ eh? Bukan, kami teman sekelas. Ahahah~
Moon Ah-ssi, masuk ke café di sana.”
Niel mendorong Mona masuk ke café kecil dan membiarkan
fans-fans itu berkerumun di luar.
“Kenapa?!” tanya Mona buru-buru.
“Kita tunggu di sini. Aku tidak mau Fans mengambil gambarmu.
Tutupi wajahmu,” perintah Niel dan memintanya duduk membelakangi kaca.
“wajahku?” tanya Mona.
Niel mengangguk. “iya. Akan kuhubungi manajer untuk kemari.
Oh! HYUNG~!” Niel berjingkat karena mengenali seseorang, dia adalah Baek Chan
Hee, senior mereka di sekolah,”Hyung,
sedang apa di sini?”
Chan Hee tampak baru saja membayar di kasir. Skinny Jeans dan jaket bisbolnya
benar-benar memoles tubuhnya terlihat semakin keren saja. Moon Ah membuang
mukanya sebal melihat Chan Hee. “Oh, Niel-yah. Oh! Siapa ini? Aigoo~ My Mona~...
apa yang kau lakukan di sini?” Chan Hee menggodanya.
“Itu bukan urusanmu. Hidungmu sudah sembuh? Hari ini kau
minta aku melemparmu dengan apa?” tanya Mona bersunggut-sunggut.
Niel tertawa melihat kedua orang itu bertengkat. “Oh Hoo~
kalian bisa jadi sepasang kekasih. Pacaran~ pacaran~pacaran~” kata Niel sambil
menepuk-nepuk tangannya.
“Kau bercanda? Yah, Apa kau tahu gadis itu melemparku dengan
bola bisbol hingga aku kekurangan darah kemarin? Kau tahu eh? Kau lihat plester
ini? Ini hasil perbuatan gadis mengerikan ini,” Chan Hee mencubit pipi Mona.
Mona mengelus pipinya kesakitan.
“Hahaha~ yah, Hyung tahu julukannya di kelas? MoonSter.
Kekekeke~ Argh!” pekik Nniel karena kakinya diinjak Mona,”ehhem, kebetulan
sekali hyung. Fans-ku di luar. Mereka berkerumun karena melihatku bersama dia. Padahal
kita harus segera ke sekolah karena aku harus pulang ke dorm secepatnya.
Bagaimana caranya kita keluar dari sini?” tanya Niel.
Chan Hee melihat keluar dan terlihat kerumunan bertambah
semakin banyak. “Ah~ Teen Top Fans. Baiklah, aku bantu. Kalian bawa mobil sendiri
atau…?” tanya Chan Hee dan keduanya menjawab dengan gelengan kepala,”um,, kalau
begitu kalian bisa naik mobil ku. Hyung, bisa antarkan kami ke sekolah?”
Pria yang sama tingginya dan tampannya seperti Chan Hee
mendekat. Rambutnya di cat pirang dan memakai tindik telinga yang berkilau. “Boleh.
Kalian teman sekolah Chan Hee? Aku Baek Joon Hee, kakak Chan Hee,” katanya dan
saling bertatapan dengan Mona,”wa~ aku tidak tahu kalau teman sekelas Chan Hee
secantik ini. Dan kau Teen Top-ssi ya?”
“Ah~… Aku Anh Daniel. Main Vocal Teen Top, Niel,” kata Niel
sekalian promosi.
Mona tersipu dipuji pria tampan seperti Joon Hee. “Ah~ Oppa
juga tampan. Aku Jang Moon Ah,” katanya dengan aegyo.
PLAKKK!!!
Chan Hee memukul dahinya sendiri melihat ekspresi Mona yang
tersipu-sipu. “Sudahlah, ayo pergi.”
WAAA~ WAAA~ WAAA~
Kerumunan itu histeris saat melihat Niel bersama tiga orang
itu keluar dari café. Bahkan mereka juga memuji ketampanan kakak-beradik Baek
Hee itu. Namun di tengah-tengah kerumunan, Mona justru menjadi sasaran empuk
fans yang berkerumun. Mona terjepit dan dengan sengaja ada yang menuangkan jus
strawberry kepadanya.
“Siapa kau?! Menjauh dari NIEL!” teriak gadis itu.
Teriakan gadis itu membuat ketiga pria itu sadar bahwa Mona
masih tertinggal di kerumunan.
“Hyung dan Niel masuk saja dulu,” kata Chan Hee
dan mendekati Mona yang berdiri dengan rambut basah,”kau kira apa yang sedang
kau lakukan? Apa alasanmu melakukannya pada kekasihku?”
DEEEEGGG!!!
Semua gadis itu kaget dengan pernyataan Chan Hee. Dia, gadis
yang diguyur itu tidak memiliki skandal dengan Niel yang seperti diperkirakan
dipikiran mereka, tapi gadis itu adalah kekasih pria tampan yang berdiri di
depannya saat ini.
“Ke- kekasihmu? Ti- tidak mungkin,” dia ketakutan.
Dengan pandangan berapi-api, Chan Hee membuat kerumunan itu
menjauh dari Mona. Mengeluarkan sapu tangannya untuk membersihkan sari
strawberry yang tertinggal di rambutnya. “Kau baik-baik saja?” tanya Chan Hee
sambil memasangkan Jaket Bisbol-nya pada Mona,”kami teman sekolah Niel. Apa kau
pikir yang kau lakukan ini baik untuk Niel? Ayo, My Mona-ah~” Chan Hee menuntun Mona yang masih sedih dengan
perlakuan yang baru saja di terimanya.
***
Niel memberikan satu kantung pakaian wanita untuk Mona.
“Pakai ini. Aku merasa bersalah karena menyebabkanmu bermasalah dengan fans
itu. Fans kami… mereka tidak mungkin seperti itu. maaf ya~” kata Niel tapi Mona
tidak berselera untuk marah.
“Salahku sendiri meneleponmu untuk mengambil barang-barang
ini,” keluh Mona,”aku tidak mau pakaian ini. Kembalikan saja pada manajermu.
Bukankah kau harus segera pergi? Sana temui manager-mu.”
“Yah~ Jang Moon Ah, biasanya kau bisa marah-marah melawan
orang. Seharusnya kau juga melawan mereka saat itu. kenapphh bhwhbhbh—“ mulut
Niel di bekap oleh Chan Hee dan menyeretnya keluar kelas,”Manajer Hyung, aku
serahkan Niel Teen Top kepadamu. Hiya~ kau tidak boleh bicara seperti itu
padanya. Sudah sana, pergi ,dan kerja yang baik ya.”
Niel diseret pergi manajernya. Sudah sekuat tenaga
melepaskan diri tapi tetap tidak bisa. Potongan rambut Bushy-bushy-nya
ngobat-ngabit karena mencoba melarikan diri. “Manajer Hyung, tunggu sebentar.
Ahh~ tunggu... Chan Hee Hyung~! Jaga Moon Ah ya? Antarkan dia sampai ke rumah!
Hyung!! Chan Hee Hyuunggg~~!!!” teriakan Niel menghilang diantara
koridor-koridor panjang.
Chan Hee masih memegang kantung berisi pakaian yang di
belikan Niel untuk Moon Ah. “Cih~ Rambutnya itu. Moon Ah, kau pakai ini saja.
Jangan dipikirkan. Lagipula, mereka sudah tahu kebenarannya kalau kau itu tidak
ada hubungan apapun dengan Niel. Sebentar browsing, pasti juga sudah tahu kalau
kita satu sekolah dengan Niel. Wah, lihat Jumpper* ini. Cantik sekali.” Notes:
*seperti Jaket tanpa resleting tapi panjangnya sepaha.
“Oppa~ kenapa kau bilang kau kekasihku?” tanya Mona protes.
“Lalu aku harus bilang apa? Oh! Adikku? Temanku? Noonaku?
Kakak ipar? Apa? Kau kira apa yang lebih pantas aku katakan saat situasi
seperti itu?” tanya Chan Hee cepat.
“Um… benar. Ah~ kenapa perasaanku buruk sekali. Rasanya aku
kesal setengah mati,” keluh Mona menundukkan kepalanya.
Chan Hee berjalan keluar,”cepat ganti baju. Aku antar kau
pulang. Mereka pasti masih mengikuti kita. Aku tunggu di luar.”
***
Mona baru saja selesai mengikat kepang rambutnya sambil
berjalan. “Selesai. Tapi, kenapa Jumpper ini pas sekali di badanku?” tanya
memperhatikan Jummper pemberian Niel.
“Itu karena tubuh kalian tidak jauh beda,” komentar Chan
Hee,”Anak itu dan grupnya. Mereka semua membuat Nunna yang melihatnya menangis
karena tubuhnya yang kurus. Aigoo~”
“Bukankah punya tubuh kurus itu baik?” Mona menusuk bahu
Chan Hee dengan telunjuknya,”Ommo~! Apa ini otot?”
Sisi pamer Chan Hee mencuat keluar. “Tentu saja! Olahragawan
sepertiku harus punya yang seperti ini. Ini. Kau tahu? Aku punya six pack,”
pamer Chan Hee menunjuk perutnya.
Mulut Mona membentuk O sebesar bola matanya yang melotot
mengagumi bentuk tubuh Chan Hee. “Huwaaa~ luar biasa. Apa Joon Hee oppa juga
punya?”
JEDEERRRR!!!
Petir berkuatan 999.999 Megavolt menyambar syaraf-syaraf
Chan Hee.
“MWO?!” insting pemarahnya keluar,”Hiya! Bagaimana kau bisa
menanyakan soal Hyung-ku. Jang Moon Ah, kau… asal kau tahu saja ya dia sudah
punya tunangan dan juga kau bukan tipenya.”
Cih~!
Mona mencibir Chan Hee dan berjalan mendahului-nya.
“Hey, My Mona~…” Chan Hee berusaha mengejar-nya tapi Mona
sudah duluan lari dan masuk ke dalam Bus.
“Sampai jumpa besok di sekolah. Kau pulang saja.
Mehhrroong~~” Mona menjulurkan lidahnya, mengejek Chan Hee.
Bus sudah terlanjur jalan sementara Chan Hee masih tertinggal
di luar. “HIYA! Jang Moon Ah! Hiya!!! Aissh~ dia itu…”
***
Dengan setengah cemberut, Moon Ah duduk di bangku penonton
menunggu pertandingan
Bisbol Chan Hee selesai. Ini semua dia lakukan karena
ingin mengembalikan Jaket Chan Hee. Tidak pernah bisa bertemu di sekolah karena
jadwal latihan Chan Hee, akhirnya berjanji untuk bertemu setelah pertandingan.
Baek Chan Hee :
Setelah pertandingan selesai aku akan menemuimu.
Kau duduk saja di bangku yang ku pesankan.
Jang Moon Ah :
Aku tidak suka Baseball!
Jadi, main yang bagus atau aku
akan meninggalkan jaketmu di bangku.
Baek Chan Hee :
Coba saja kalau berani. Kau tahu jaket itu limited
editon?!
Tenang saja, Aku pasti bisa. Cepat beri aku dukungan!
Jang Moon Ah :
Ah~! Araso~!!! Akan ku jaga
baik-baik.
Baek Chan Hee Sunbae-nim,
fighting! <(^oo^V)>
Baek Chan Hee :
Ommo~ My Mona, saya ucapkan terima kasih.
Huwaaa~ Energiku bertambah.
[~>///<]~~[>///<~]
Jang Moon Ah :
Berhenti memanggilku “My Mona”!
Baek Chan Hee :
My~~~
Mona~~~
My Mona~~~
ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
Jang Moon Ah :
<[-O-___-O-]>
Home run!
Chan Hee berhasil memukul bola itu
jauh sekali. Sekali lagi team sekolah mereka mendapat Jackpot. Dilihat dari
papan skor, sudah dapat dipastikan sekolah mereka yang akan menang.
"YAAAYY!!!" gerombolan anak muda di samping berteriak kencang hingga hampir mengoyak gendang telinganya.
Tapi, Mona
tetap harus diam di tempatnya menunggu Chan Hee. “Niel-yah!” sapa Mona saat
mengenali yang disebelahnya adalah Niel,”oh! Teen Top! Annyeong~”
Keenam orang itu membalas salam
hampir bersamaan. “Kau menonton pertandingan? Tapi kenapa?” tanya Niel,”oh!
Chan Hee Hyung ya?”
Mona mengadu giginya. “Ah, tidak.
Hanya mengisi waktu luang~ hahahah~”
Ricky menjulurkan kepalanya,”Noona
itu pacarnya si pemukul home run itu?! wah~ kau pasti bangga sekali.”
“Ne?!” Mona kaget.
“Iya benar. Bukankah kau yang ada
di internet itu? Karena Niel kami, kau jadi disiram jus. Maaf yah~” kata Chunji
meminta maaf sebagai kakak tertua no. 2.
“Benar. Untuk yang itu, Aku
sebagai leader minta maaf padamu dan pacarmu. Tolong disampaikan ya?” kata
C.A.P juga.
Mona bisa bunuh diri loncat dari
podium ini kalau bunuh diri itu tidak sakit. Kaki Mona sibuk menendang kaki
Niel,”hahaha~ Niel tidak cerita apapun ya? Wah~ kau harus menceritakannya.”
“Haahahaha~” Niel juga tertawa
aneh,”nanti aku certiakan di dorm saja ya.”
TET-TET-TEEEEEETTT!!!
Waktu berakhir!
Pemenang dari pertandingan Biaseball
Musim Semi kali ini adalah dari SMA Heungjin!!!
YAY!!!
Semua penonton bersorak gembira. Mona
dan member Teen Top juga ikut bersorak. Tanpa sadar karena mereka teman
sekelas, Mona dan Niel saling berpegangan tangan dan tertawa.
Saat itu, fans
mereka mengenali Mona sebagai gadis di Myeondong Accident kemarin.
Bangku penonton sudah mulai sepi
di tinggalkan orangnya. Setelah pertandingan usai, mereka langsung memadati
pintu keluar untuk meninggalkan lapangan ini.
“Moon Ah-ssi, tolong jaga Niel
kami. Bantu dia dalam sekolah. Kau maukan?” tanya Chunji padanya.
“Benar sekali. Karena padatnya
jadwal, pasti dia sedikit kesulitan dengan sekolahnya,” tambah C.A.P, insting
caring yang luar biasa.
“Yah, kenapa kalian ini? Hentikan.
Moon Ah-yah, kami pulang dulu ya. Dahh~ sampai kan salamku pada Chan Hee
Hyung,” kata Niel.
Tapi, di belakang mereka. Lima
orang gadis SMA sudah menunggu kesempatan ini. Tidak peduli Mona masih bersama
Teen Top, mereka tetap melampiaskan kemarahan mereka. “KAU!” teriaknya dan
mendorong mundur Moon Ah.
“Kau kira siapa kau, beraninya
menggoda Teen Top. Kemarin Niel, sekarang kelima member sisanya,” kata gadis
yang berambut pendek.
Gadis itu mendekat dan
menunjuk-nunjuk tulang bahu Mona. “Lihat dirimu. Kau itu jelek sekali. Tidak
sebanding dengan Teen Top.”
Teen Top sepertinya tidak bisa
berbuat apapun. “Hey~” kata C.A.P berusaha melerai, tapi gadis itu menolak.
GUUUYYUUURRR~
Lagi-lagi, Mona diguyur air. Kali
ini Cola yang diguyurkan padanya. Mona tidak tahu berkata apa selain
menundukkan kepalanya.
“Hey, kalian---“ kata Niel
berusaha menengahi,”Moon Ah-ssi adalah teman sekelasku.”
Chan Hee datang dan menarik botol
Cola gadis itu. Tanpa basa-basi, Chan Hee langsung saja
meneguk sisa Cola itu.
“enak sekali. Apa fungsi Cola belakangan ini sudah berubah menjadi alat bully?”
tanyanya dengan nada dingin dan meremas botol kaleng itu hingga penyot,”Moon
Ah-yah~… Yah, Jang Moon Ah… Jang Moo-“
Panggilan Chan Hee tidak di jawab Mona
karena itu dia membalik badannya dan mendapati Mona menunduk sambil menangis
dengan baju yang basah kuyup. “Moon Ah~” sebutnya pelan.
Tapi gadis itu masih seperti itu.
Inilah saatnya jujur pada perasaan
sendiri.
Chan Hee sedikit melipat lututnya
untuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Mona. Lalu….
CHUUUU~~~~~… *disensor ya ceman-cemun
Mereka berciuman di depan Teen
Top, kelima gadis preman itu, dan beberapa orang lainnya
yang bersorak saat
melihat Chan Hee mencium Mona.
“Oppa~” panggil Mona dengan wajah
memerah.
Chan Hee juga sama malunya dengan Mona
karena berciuman di tempat umum, tapi mau bagaimana lagi. “Kau menyebalkan. Aku
sudah memberimu banyak tanda, kenapa kau tidak bisa mengerti juga. Hey, Jang
Moon Ah. Hari ini kau sudah resmi menjadi kekasihku, kelak jangan berurusan
lagi dengan gadis-gadis preman,” kata Chan Hee memasukkan kedua tangannya di
kantung celananya,”kalian berlima. Kau tahu siapa aku kan? Sekali lagi kau
berusan dengan gadis ini, kalian akan tamat. Kalau aku member Teen Top, aku
akan malu sekali melihat kelakukan kalian. Niel-yah!”
“Ne~, Sunbae-nim!” jawab Niel
cepat tanpa jeda.
“Kapan kau broadcast di radio?”
tanya Chan Hee.
Niel bingung karena tidak hafal
jadwal. “Nanti malam,” sambung L.Joe menjawab pertanyaan Chan Hee.
“Bagus lah. Kalian harus
mengungkapkan permintaan maaf untuk Mona dengan bernyanyi,” kata Chan Hee
menggandeng tangan Mona,”lagu kalian. Girlfriend. Aku tunggu yah! Ayo, pergi.”
Chan Hee mengajak Mona pergi.
***
SUPER JUNIOR KISS THE RADIO
. . .
WAAA~!
Kami
ingin menyanyikan lagu kami yang berjudul Girlfriend. (Chunji)
Kenapa
kalian ingin menyanyikannya? (Lee Teuk)
Ada
temanku yang mengalami hari-hari berat karena aku. eeh~ aku merasa tidak enak
sekali karena dia terus saja diguyur begitu. (Neil)
Guyur?
Guyur apa? (Eun Hyuk)
Bullying.
Bullying. (Ricky)
AHH~~
yang itu (Lee Teuk + Eun Hyuk)
Iya
benar. Um, seniorku di sekolah. Aku sudah mengenalnya lama karena aku pernah
satu klub denganya. Dia pemain baseball yang sangat keren. Dia jatuh cinta pada
teman kelasku. (Niel)
HUWAAAA~~
Kalau
Hyung ada di sana, pasti Hyung akan iri melihat mereka. (Ricky)
Benarkah?
Bagaimana- bagaimana? (Lee Teuk)
Dia
tidak pernah berusaha menyatakan perasaannya pada gadis itu. Setiap hari dia
selalu membuat gadis itu marah dan membencinya. ‘Baek Chan Hee!’ ‘Jang Moon Ah!
HIYAA!’ mereka saling berteriak satu sama lain. Kalau mereka bertengkar hebat,
dia akan menyuruh kami keliling lapangan sampai kaki kami terberai-berai. (Niel)
Hahahaha~
dia juga menghukummu? (Eun Hyuk)
Sekarang
juga, dia sedang dihukum sunbe-nya. (C.A.P)
Hahahahah!
(Lee Teuk + Eun Hyuk)
Iya,
karena fans kami mengguyurnya dengan Cola hari ini. Aku tidak tahu kalau dia
melihatnya. Dia datang dan merebut botol Cola lalu meminumnya. Botol Cola itu
lalu diremas sampai penyot. Bulu kudukku merinding. Aku dengar L. Joe berbisik
‘habislah Niel hari ini’. (Niel)
Hahahaha!
Kami
belum pernah melihat orang menghancurkan botol sampai seperti itu. CAP hyung
sudah siap menghubungi manajer kalau sunbae itu memukul Niel. (Chunji)
Hahaha.
Yah jadi, kalian semua ada di sana? (Eun Hyuk)
Ne~
(Teen Top)
Dan
kalian membiarkan fans kalian mengguyur teman Niel? (Lee Teuk)
Annni~
bukan begitu hyung. Kami sudah mencoba melerainya. (Chunjo)
Benar
hyung. Tapi, kami kira dia tidak melihatnya karena baru saja selesai bertanding
dan juga wanita-wanita itu… um, yah… sedikit lebih tangguh. (L. Joe)
Hahahaha!
Temanku
itu menunduk dan menangis. Sunbae lalu kemudian menciumnya di depan kami semua.
Kami semua kaget tapi dia tetap menciumnya. (Niel)
Yaaahhh~~~
Romantis! Romantis! (Lee Teuk + Eun Hyuk)
Lalu
setelah itu dia memarahi Niel. Hahaha~ ketika diperjalanan, Niel’s Sunbae
menelepon. ‘kalau tidak kalian nyanyikan. Habislah kau, Anh Daniel!’ Aku bisa
mendengar dia mengucapkan nama Niel dengan jelas. (C.A.P)
Hahahahah!
Ah,
aku merasa bersalah sekali karena temanku diperlakukan seperti itu. Tapi, aku
juga senang karena akhirnya mereka berpacaran. Moon Ah-ssi, aku minta maaf atas
kejadian hari ini. Kelak hal yang seperti itu tidak akan terulang lagi. Semoga
hubunganmu dengan Chan Hee hyung akan selalu baik-baik saja. Fighting! Lalu,
Chan Hee hyung… sebentar lagi kami akan menyanyikan lagu itu jadi kau harus
mendengarkannya ya. Teruslah membuat Home Run agar nanti kau menjadi anggota
Tim Baseball Nasional! Yey! Kau harus menjaga si My Mona baik-baik. Hyung,
fighting! (Niel)
Ohhh~
bagus sekali. Ini dia! Mari kita dengarkan! Teen Top – Girlfriend! (Lee Teuk)
Untuk
New Couple, Baek Chan Hee dan Jang Moon Ah. Chukae~! (Eun Hyuk)
Play
Mode # Teen Top – Girlfriend #
***
Sudah tidur? Hey, My Mona! Apa kau malu karena aku bilang menyukaimu?
Sejak kau pertama kali masuk SMA Heungjin, aku sudah menyukaimu.
My Mona, apa kau menyukaiku? Kalau kau
pertandingan besok aku membuat Home run lagi, kau harus menyatakan perasaanmu
juga ya.
Hoi, My Mona…!
Mona tidak membalas ratusan SMS
yang dikirimkan Chan Hee. Hanya membacanya sambil senyam-senyum. Lagu Teen Top
terputar mengisi ruang kamar Mona.
“Tidak home run pun akan ku
katakan. Baek Chan Hee, aku menyukaimu. harusnya kau mengatakannya sejak dulu,”
Mona menggigit bantalnya, menari kesana-kesini.
Baek Chan Hee-Ajushi~
Cepat pergi tidur.
Besok Minggu, ajari aku main Baseball. Yah~? Bagaimana?
Chan Hee berjingkat dari tempat
tidurnya. Menyambar koleksi pemukulnya dan mengayun-ayunkannya.
Kau mau ku ajari Baseball?
Baik! Sampai ketemu di lapangan.
OI, My Mona~ ^00^ chu~
-THE
END-







0 komentar:
Posting Komentar