Sabtu, 05 Mei 2012

Found You



Found You

By : danhobak15

Inspired by : JYJ song – Found You (ost. Sungkyuhwan Scandal)

.

.

.

.

Kya~ kya~ aku melihatnya lagi setelah lama mencari. Daebak Kyuhyun...... Aku harus segera mengejarnya. Harus. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Enak saja, perjuanganku akan sia-sia kalau dia hilang lagi.

Aduh, kok gak nyampe-nyampe ya? Aku lari saja, ah.

Sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi. Kami hanya terpisah jarak beberapa langkah. Hwooo~ dadaku mau meledak saking senangnya. Aigo~~, apa yang aku akan lakukan setelah ini ya? Tidak Kyuhyun jangan pikirkan itu sekarang. Aku menggelengkan kepala cepat-cepat. Sedikit lagi. Hya~

.

“Kau tidak ingin keluar?” tanya eomma entah yang keberapa kalinya. Tapi aku pura-pura menulikan telingaku dan terus fokus pada layar tv. “Ya~ Cho Kyuhyun, kau dengar eomma tidak?” teriaknya marah dan mencabut kabel tv.

“Ya~ eomma. Sedikit lagi aku akan menang,” protesku. Aish, apa-apa’an sih ini eomma? Padahal sebentar lagi aku akan menang untuk yang keseratus kalinya. Batal mecahin rekor deh padahal lagi seru-serunya tuh. Menyebalkan!

Eomma berkacak pinggang di depanku, “Pergilah keluar. Apa kau tidak ingin jalan-jalan?” tanyanya sekali lagi.

Shireo. Aku malas,” tolakku. ‘Lebih baik main game saja,’ batinku kesal.

“Kau ini. Sudah seminggu sejak kepulanganmu dari Spanyol tetap saja mendekam di rumah. Apa kau tidak mau bertemu teman-temanmu?”

“Aku lebih ingin menemui eomma,” jawabku sekenanya sambil memeluk wanita yang telah melahirkanku itu dari belakang. Dan bersikap manja padanya....hehehehehe.

“Aish, alasan,” eomma melepaskan pelukanku, “Eomma tidak mau tahu, sekarang kau harus keluar.”

Eomma mengusirku?” rajukku manja. Ayo, Kyuhyun pasang wajahmu seimut mungkin.

Eomma mendelik sebal, “Iya eomma mengusirmu daripada eomma hanya melihatmu main game tiap hari,” omelnya. “Mau jadi apa kau, Cho Kyuhyun? Lebih baik keluar dan jalan-jalan tapi awas jangan ke game center.”

Ye~ aku pergi sekarang,” ujarku mengalah. Cerewet juga eomma-ku ini. Ku sambar mantel di kursi dan mengenakannya. “Aku pergi. Eomma puas sekarang,” kataku sambil berlalu.

Kalau dipikir-pikir memang tidak ada salahnya juga pergi jalan-jalan. Siapa tahu aku ketemu yeoja yang sexy. Lumayan kan buat pemandangan selingan. Hohohohohoho....... Tuhan maafkan hamba-Mu ini.

“Jangan pulang telalu malam,” pesan eomma.

Ah, dasar eomma?! Tadi menyuruhku pergi, sekarang malah bilang jangan pulang malam. Membingungkan. 
Enaknya aku kemana? Ke game center, pasti diomeli lagi. Baiklah kemana saja asal keluar dan tidak mendengar omelan eomma. Hehehehehe......

Ku pacu mobilku menuju pusat kota dengan kecepatan sedang. Sepertinya kota ini sudah banyak berubah selama aku pergi. Menarik juga.

~

Ku sesap teh yang aku pesan dengan santai. Sekarang aku berada di salah satu kedai teh terbaik di kota ini, tempat langgananku sejak jaman masih duduk di bangku sekolah. Mataku memandang keluar jendela, kota ini benar-benar sudah berubah.

Ku perhatikan orang yang berlalu lalang di jalan. Lucu juga melihat mereka saling mendahului. Saat itulah tanpa sengaja aku memperhatikan seorang yeoja yang sedang menyeberang jalan. Yeoja cantik yang memakai dress berwarna soft pink, sangat cocok untuk kulit putihnya. Rambut hitamnya tergerai bebas menghalangi pandangannya, saat dia menyibakkan rambutnya aku bisa melihat mata cokelat yang seketika langsung menyesatkanku.

Deg....

Deg....

Deg....

Apa ini? Kenapa jantungku berdetak seperti ini? Aku memegangi dadaku yang terus berdebar keras. Mataku tak bisa lepas dari yeoja itu. Siapa dia sebenarnya? Kenapa aku bisa seperti ini? Meski otakku yang jenius ini menyuruhku untuk mengejarnya tapi kakiku tetap membeku. Dan aku hanya memandanginya tanpa berpaling sedikit pun. Akibatnya aku hanya bisa memandang sedih saat dia menghilang di balik kerumunan. Yah~ kenapa tadi aku tidak mengejar dan berkenalan? Cho Kyuhyun babo~ Ah, tidak, aku jenius kok. Hehehehehehe......

~

Sial kenapa aku tidak bisa tidur? Setiap kali aku memejamkan mata, bayangan yeoja itu terus terlihat. Sekeras apa pun aku moncoba menghapus bayangan itu yang ada sosok yeoja itu malah merajalela. Ayolah, Kyuhyun, dia hanya seorang yeoja yang tidak sengaja kau lihat di jalan.

Lupakan....

Lupakan....

Lupakan....

Argh,......aku mengacak-acak rambutku kesal. Apa ini? Karena seorang yeoja yang entah siapa, aku jadi hampir gila seperti ini. Tapi aku ingin bertemu dengannya lagi. Sial, padahal ini baru beberapa jam. Aku ingin pagi cepat datang agar aku bisa bertemu dengannya. Iya, aku akan menemukannya besok. Aku harus menemukannya. Cho Kyuhyun, HWAITING..!!!

~

Harapanku sia-sia. Sudah hampir satu minggu aku mencari yeoja itu tapi tetap tak kutemukan. Aku menunggu di kedai teh itu, dia tetap tidak terlihat. Aku juga sudah mencoba menanyakannya pada orang-orang di sekitar kedai itu tapi tidak satu pun yang melihat atau pun mengenalnya. Dia itu ditelan bumi apa ya? Kenapa tidak ketemu-ketemu? Aku bisa benar-benar gila kalau seperti ini terus.  Apa aku menyerah saja? Tidak. Seorang Cho Kyuhyun tidak akan menyerah begitu saja. Hwaiting!

~

“Kyu....” panggil eomma. “Buka pintunya.”

Dengan langkah gotai aku membuka pintu kamar. “Waeyo eomma?” tanyaku tak bersemangat. Ini sudah genap satu bulan aku belum menemukan yeoja yang sudah meracuni otakku ini.

“Ada yang eomma mau bicarakan,” kata eomma tanpa basa-basi.

“Apa?” tanyaku malas.

Eomma duduk tenang di tepi tempat tidurku sedangkan aku memilih berdiri di dekat jendela sambil memandang keluar, siapa tau yeoja itu tiba-tiba muncul di depan rumahku. Meski itu tak mungkin. “Ada apa eomma?”

Appa akan menjodohkanmu dengan putri teman lamanya,” kata eomma serius. Meski begitu ada nada hati-hati dalam perkataan eomma. Aku tahu eomma pasti mencoba menjaga perasaanku.

Oh tidak, apa ini? Belum juga aku menemukan yeoja itu sekarang masalahku bertambah dengan sebuah perjodohan konyol. “Aku bisa mencari calon istriku sendiri,” aku bermaksud menolak acara perjodohan itu secara halus. Tidak akan ada perjodohan selama aku belum bertemu dengan yeoja itu lagi. Kalau pun ketemu aku akan tetap menolak, karena aku berniat menjadikan yeoja itu sebagai calon istriku. Ha..ha...ha...evil Kyu.

Eomma tahu tapi appa juga harus menepati janjinya,” jelas eomma dengan nada memohon.

Aku menggeleng. “Anio. Aku yang akan menentukan sendiri siapa calon istriku,” kataku mantap tanpa keraguan. Enak saja menjodohkan anak orang sembarangan.

“Kau sudah punya calonnya, Kyu?” tanya eomma. Tanpa sadar aku mengangguk. Eomma mengenyitkan dahinya, “Nuguseoyo?

Damn?! Bagaimana ini aku kan tidak tau namanya? Bertemu saja baru sekali. Mati kau Cho Kyuhyun. “Ehm...” aku berusaha mencari kalimat. Ayo otakku yang jenius bantu aku kali ini. “Nanti eomma akan tahu,” kata sebiasa mungkin. Jangan sampe aku ketahuan bohong. Gawat!

Eomma mengangguk. “Eomma akan coba bicara dengan appamu. Tapi jangan lama-lama, Kyu. Appa sudah mengatur pertemuan kalian minggu depan,” kata eomma memelukku dengan sayang.

Bagus, sekarang aku hanya punya waktu satu minggu. Aku harus mencari yeoja itu dan menemukannya bagaimana pun caranya. Tidak boleh gagal. Kalau sampai gagal matilah aku, terpaksa menerima perjodohan konyol itu. Andwaeeeeeeeee............

~

Sayangnya usahaku lagi-lagi gagal. Sepertinya Tuhan dan author tidak menjawab doaku. Sudah banyak cara aku pakai tetap saja hasilnya nihil. Nol besar. Tanpa hasil. Yeoja itu benar-benar hilang seperti ditelan bumi. Sedikit pun aku tidak menemukan jejaknya. Mencium baunya saja tidak.

Mungkin aku harus menyerah sampai di sini. Selama satu minggu aku mencarinya dan hasilnya sia-sia. Malam ini, appa sudah mengatur pertemuanku dengan putri teman lamanya itu. Nasibmu sungguh tragis Cho Kyuhyun. Semoga putri teman appa itu yeoja yang baik, cantik, dan sexy. Amien!!!

Ku edarkan pandanganku sekali lagi sebelum pergi meninggalkan kedai teh itu. Aku benar-benar putus asa. Daebak Kyuhyun, tanpa sengaja mataku melihat sekelebat bayangan yang sangat ku rindukan. Yeoja itu, iya tidak salah lagi. Hya~ ha~ ha~ ha~ ha~  aku melihat yeoja itu lagi. Yo~ yo~ dia sedang berdiri di seberang jalan sambil memegang seikat mawar putih. Sungguh mengagumkan. Aku harus menemuinya. Harus!!!

.

Kya~ kya~ aku melihatnya lagi setelah lama mencari. Daebak Kyuhyun......  Aku harus segera mengejarnya. Harus. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Enak saja, perjuanganku akan sia-sia kalau dia hilang lagi.

Aduh, kok gak nyampe-nyampe ya? Aku lari saja, ah.

Sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi. Kami hanya terpisah jarak beberapa langkah. Hwooo~ dadaku mau meledak saking senangnya. Aduh, apa yang aku lakukan ya setelah ini? Tidak Kyuhyun jangan pikirkan itu nanti. Aku menggelengkan kepala. Sedikit lagi. Hya~

.

Dengan gugup aku menepuk bahunya. Yeoja itu menoleh padaku. Hya~ rasanya dadaku benar-benar akan meledak. Dia benar-benar cantik dan sangat manis. Aku mulai ragu apa dia ini benar manusia, jangan-jangan dia adalah seorang bidadari yang turun dari langit untuk seorang Cho Kyuhyun. Ho~ ho~ ho~

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanyanya sopan.

Tuhan, suaranya. Aku mau pingsan sebentar ya? Huwooo~ suaranya itu lho terdengar seperti suara malaikat di telingaku. Aduh~ duh~ jantung berdetak semakin tak terkendali. Tenang Kyu, tenang. Tarik nafas....

“Tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya lagi dan berhasil membangunkanku dari lamunan yang jelas-jelas tidak jelas. He~ he~ he~

“Ah, ne. Saranghae. Jeongmal saranghae,” kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Apa-apaan aku ini? Tidak romantis sama sekali. Aigoo~ Kyuhyun babo.

Dia tercengang kaget. Tentu saja mana ada yeoja yang tidak kaget atau minimal terkena serangan jantung kalau tiba-tiba ada namja yang baru bertemu dengannya pertama kali langsung menyatakan rasa sukanya. Gawat, jangan-jangan dia marah. Gawat bagaimana ini? Aigoo~ Kyuhyun babo.

“Apa maksud anda?” tanyanya tak percaya. Mukanya memerah, membuat dia semakin mempesona. Hwo~ aku bisa gila kalau seperti ini terus.

“Anda sedang bercanda?” tanyanya lagi.

Anio. Aku tidak sedang bercanda,” elakku cepat. Aku harus menjelaskan semuanya kalau aku tidak, aku akan gila gara-gara dia. Atur nafas kembali, Kyu. “Aku sungguh-sungguh menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Memang terdengar aneh tapi itu kenyataannya. Terserah kau mau menganggapku gila atau apa? Yang pasti aku menyukai,” jelasku panjang lebar. Semoga berhasil.... Tuhan bantu aku.

Dia tersenyum manis dan memandang ke arahku lembut. Aku hampir pingsan dibuatnya. “Anda pasti orang baik, anda pantas mendapatkan yeoja yang lebih baik daripada saya.”

Dadaku seketika terasa berat dan sesak seperti baru ditimbun puluhan ton pasir. Tapi aku berusaha menahannya. Jangan sampai aku menangis di depannya. Kan tidak lucu, wajah tampan bin imutku ini bersimbah darah, eh salah, bersimbah airmata maksudnya. “Apa kau tidak bisa menerimaku?” tanyaku hati-hati. Tuhan, semoga masih ada harapan.

Dia membungkukkan badannya. “Maaf, saya tidak bisa. Saya sudah mempunyai tunangan,” ujarnya.

Otakku langsung kosong, tubuhku terasa lemas. Aku kalah. Aku kehilangan dia. Aku tidak bisa menemukan dimana hatinya meski aku telah bertemu dengan orangnya. Sepertinya aku memang harus menyerah. Kyuhyun tragis sekali nasibmu, nak. “Iya, aku mengerti,” kataku lirih. “Tapi kita bisa berteman kan?”

Ye~ saya akan senang bisa berteman dengan anda,” jawabnya. “Maaf, saya harus pergi,” pamitnya.
Aku mengangguk lemah. “Semoga kita bisa bertemu lagi.”

“Iya, semoga begitu,” katanya ramah.

Tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu. Sial, gara-gara kebanyakan melamun sih tadi, aku jadi lupa deh. Kyuhyun babo. “Hei, siapa namamu?” teriakku sekuat tenaga padanya. Tapi tidak dia mendengarku dan telah kembali menghilang di balik kerumunan. Sial~

.

Jemariku mengetuk-ngetuk meja dengan bosan. Putri teman lama appa itu sedikit terlambat karena terjebak macet. Aih, benar-benar membosankan. Belum-belum sudah begini. Dasar yeoja.

“Maaf, tuan, orang yang anda tunggu sudah datang,” kata pelayan restoran memberitahuku. Aku mengangguk pelan. “Terima kasih,” kataku sambil menyuruhnya pergi. Datang juga akhirnya. Untung aku tidak karatan di sini.

Pintu ruangan kembali terbuka. Seorang yeoja dengan balutan gaun warna biru saphire masuk dan membungkuk hormat. “Maaf sudah membuatmu menunggu lama,” katanya meminta maaf.

Tunggu!!! Sepertinya aku pernah mendengar suara ini?? Aku membalikkan badanku dan menatapnya. Hya~ dadaku langsung bergemuruh. Mataku terbelalak kaget, begitu juga dengannya. Yeoja yang berdiri di hadapanku sekarang adalah yeoja itu. Jadi, dia.....

Yeiy~ daebak Cho Kyuhyun.....ho~ ho~ ho~ ho~

“Kau?” responnya lebih cepat daripada aku. “Ternyata? Bagaimana bisa? Kau mempermainkanku?”

Aku menggeleng cepat. Enak saja, aku juga baru tahu. “Anio. Aku tidak tau apa-apa. Ini kebetulan. Kebetulan yang menyenangkan,” kataku tanpa bisa menyembunyikan rasa senang yang teramat sangat. Jantung benar-benar mau melompat saking senangnya.

“Kau benar putra Cho ahjussi kan?” tanyanya tak percaya.

Ne, aku Cho Kyuhyun. Kau Lee Min-Ah?”

Dia tertawa, “Bagaimana bisa? Kita baru saja bertemu tadi sore dan sekarang....”

Aku mengangkat bahu. “Tapi hanya satu hal yang pasti. Kali ini kau tidak bisa menolakku karena akulah tunanganmu itu,” ujarku bangga.

“Kau tidak menolak perjodohan ini?”

Aku menggeleng cepat dan memeluknya. Yippie~ sekarang aku bisa bertemu dengannya bahkan memeluknya. Tubuhnya hangat juga. Kekekekekekek... , “Tentu saja tidak. Asal kau tau mencarimu itu membuatku hampir gila.”

“Apa maksudnya?”

Pelukanku melonggar. Aku tatap matanya yang menyesatkan itu dalam-dalam. Wajahku mendekat padanya. “Saranghae Lee Min-Ah,” bisikku tepat di telinganya. Matanya membulat sempurna saking terkejutnya. Tanpa persetujuannya aku mulai menciumnya dan melumat bibir mungilnya perlahan. Ho~ ho~ ho~ sempurna Cho Kyuhyun.

Dengarkan aku Lee Min-Ah. Jangan harap aku akan melepaskanmu lagi Min-Ah karena aku yang telah menemukanmu. Dan itu tidak mudah. Saranghae.


~e.n.d~




Hya~~ songfic macam apa ini?? Mianhe readers, danhobak tahu ini tidak layak baca.. Tapi kalau udah terlanjur baca mohon tinggalkan jejak ya.... ^.^

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates