Found
You
By :
danhobak15
Inspired
by : JYJ song – Found You (ost. Sungkyuhwan Scandal)
.
.
.
.
Kya~ kya~ aku melihatnya lagi setelah lama mencari. Daebak Kyuhyun...... Aku harus segera mengejarnya. Harus. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Enak saja, perjuanganku akan sia-sia
kalau dia hilang lagi.
Aduh, kok gak nyampe-nyampe ya? Aku lari saja, ah.
Sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi. Kami hanya terpisah jarak
beberapa langkah. Hwooo~ dadaku mau meledak saking senangnya. Aigo~~, apa yang aku akan lakukan setelah
ini ya? Tidak Kyuhyun jangan pikirkan itu sekarang. Aku menggelengkan kepala
cepat-cepat. Sedikit lagi. Hya~
.
“Kau tidak ingin keluar?” tanya eomma entah yang keberapa kalinya. Tapi aku pura-pura menulikan
telingaku dan terus fokus pada layar tv. “Ya~ Cho Kyuhyun, kau dengar eomma tidak?” teriaknya marah dan
mencabut kabel tv.
“Ya~ eomma. Sedikit
lagi aku akan menang,” protesku. Aish, apa-apa’an sih ini eomma? Padahal sebentar lagi aku akan menang untuk yang keseratus
kalinya. Batal mecahin rekor deh padahal lagi seru-serunya tuh. Menyebalkan!
Eomma berkacak
pinggang di depanku, “Pergilah keluar. Apa kau tidak ingin jalan-jalan?”
tanyanya sekali lagi.
“Shireo. Aku
malas,” tolakku. ‘Lebih baik main game saja,’ batinku kesal.
“Kau ini. Sudah seminggu sejak kepulanganmu dari Spanyol
tetap saja mendekam di rumah. Apa kau tidak mau bertemu teman-temanmu?”
“Aku lebih ingin menemui eomma,”
jawabku sekenanya sambil memeluk wanita yang telah melahirkanku itu dari
belakang. Dan bersikap manja padanya....hehehehehe.
“Aish, alasan,” eomma
melepaskan pelukanku, “Eomma tidak
mau tahu, sekarang kau harus keluar.”
“Eomma mengusirku?”
rajukku manja. Ayo, Kyuhyun pasang wajahmu seimut mungkin.
Eomma mendelik
sebal, “Iya eomma mengusirmu daripada
eomma hanya melihatmu main game tiap
hari,” omelnya. “Mau jadi apa kau, Cho Kyuhyun? Lebih baik keluar dan
jalan-jalan tapi awas jangan ke game
center.”
“Ye~ aku pergi
sekarang,” ujarku mengalah. Cerewet juga eomma-ku
ini. Ku sambar mantel di kursi dan mengenakannya. “Aku pergi. Eomma puas sekarang,” kataku sambil
berlalu.
Kalau dipikir-pikir memang tidak ada salahnya juga pergi
jalan-jalan. Siapa tahu aku ketemu yeoja
yang sexy. Lumayan kan buat
pemandangan selingan. Hohohohohoho....... Tuhan maafkan hamba-Mu ini.
“Jangan pulang telalu malam,” pesan eomma.
Ah, dasar eomma?!
Tadi menyuruhku pergi, sekarang malah bilang jangan pulang malam.
Membingungkan.
Enaknya aku kemana? Ke game
center, pasti diomeli lagi. Baiklah kemana saja asal keluar dan tidak
mendengar omelan eomma.
Hehehehehe......
Ku pacu mobilku menuju pusat kota dengan kecepatan sedang.
Sepertinya kota ini sudah banyak berubah selama aku pergi. Menarik juga.
~
Ku sesap teh yang aku pesan dengan santai. Sekarang aku
berada di salah satu kedai teh terbaik di kota ini, tempat langgananku sejak
jaman masih duduk di bangku sekolah. Mataku memandang keluar jendela, kota ini
benar-benar sudah berubah.
Ku perhatikan orang yang berlalu lalang di jalan. Lucu juga
melihat mereka saling mendahului. Saat itulah tanpa sengaja aku memperhatikan
seorang yeoja yang sedang menyeberang
jalan. Yeoja cantik yang memakai
dress berwarna soft pink, sangat cocok untuk kulit putihnya. Rambut hitamnya
tergerai bebas menghalangi pandangannya, saat dia menyibakkan rambutnya aku
bisa melihat mata cokelat yang seketika langsung menyesatkanku.
Deg....
Deg....
Deg....
Apa ini? Kenapa jantungku berdetak seperti ini? Aku memegangi
dadaku yang terus berdebar keras. Mataku tak bisa lepas dari yeoja itu. Siapa dia sebenarnya? Kenapa
aku bisa seperti ini? Meski otakku yang jenius ini menyuruhku untuk mengejarnya
tapi kakiku tetap membeku. Dan aku hanya memandanginya tanpa berpaling sedikit
pun. Akibatnya aku hanya bisa memandang sedih saat dia menghilang di balik
kerumunan. Yah~ kenapa tadi aku tidak mengejar dan berkenalan? Cho Kyuhyun babo~ Ah, tidak, aku jenius kok.
Hehehehehehe......
~
Sial kenapa aku tidak bisa tidur? Setiap kali aku memejamkan
mata, bayangan yeoja itu terus
terlihat. Sekeras apa pun aku moncoba menghapus bayangan itu yang ada sosok yeoja itu malah merajalela. Ayolah, Kyuhyun,
dia hanya seorang yeoja yang tidak
sengaja kau lihat di jalan.
Lupakan....
Lupakan....
Lupakan....
Argh,......aku mengacak-acak rambutku kesal. Apa ini? Karena
seorang yeoja yang entah siapa, aku
jadi hampir gila seperti ini. Tapi aku ingin bertemu dengannya lagi. Sial,
padahal ini baru beberapa jam. Aku ingin pagi cepat datang agar aku bisa
bertemu dengannya. Iya, aku akan menemukannya besok. Aku harus menemukannya. Cho
Kyuhyun, HWAITING..!!!
~
Harapanku sia-sia. Sudah hampir satu minggu aku mencari yeoja itu tapi tetap tak kutemukan. Aku
menunggu di kedai teh itu, dia tetap tidak terlihat. Aku juga sudah mencoba
menanyakannya pada orang-orang di sekitar kedai itu tapi tidak satu pun yang
melihat atau pun mengenalnya. Dia itu ditelan bumi apa ya? Kenapa tidak
ketemu-ketemu? Aku bisa benar-benar gila kalau seperti ini terus. Apa aku menyerah saja? Tidak. Seorang Cho
Kyuhyun tidak akan menyerah begitu saja. Hwaiting!
~
“Kyu....” panggil eomma.
“Buka pintunya.”
Dengan langkah gotai aku membuka pintu kamar. “Waeyo eomma?” tanyaku tak bersemangat.
Ini sudah genap satu bulan aku belum menemukan yeoja yang sudah meracuni otakku ini.
“Ada yang eomma mau
bicarakan,” kata eomma tanpa
basa-basi.
“Apa?” tanyaku malas.
Eomma duduk tenang
di tepi tempat tidurku sedangkan aku memilih berdiri di dekat jendela sambil
memandang keluar, siapa tau yeoja itu
tiba-tiba muncul di depan rumahku. Meski itu tak mungkin. “Ada apa eomma?”
“Appa akan
menjodohkanmu dengan putri teman lamanya,” kata eomma serius. Meski begitu ada nada hati-hati dalam perkataan eomma. Aku tahu eomma pasti mencoba menjaga perasaanku.
Oh tidak, apa ini? Belum juga aku menemukan yeoja itu sekarang masalahku bertambah
dengan sebuah perjodohan konyol. “Aku bisa mencari calon istriku sendiri,” aku
bermaksud menolak acara perjodohan itu secara halus. Tidak akan ada perjodohan
selama aku belum bertemu dengan yeoja
itu lagi. Kalau pun ketemu aku akan tetap menolak, karena aku berniat
menjadikan yeoja itu sebagai calon
istriku. Ha..ha...ha...evil Kyu.
“Eomma tahu tapi appa juga harus menepati janjinya,”
jelas eomma dengan nada memohon.
Aku menggeleng. “Anio.
Aku yang akan menentukan sendiri siapa calon istriku,” kataku mantap tanpa
keraguan. Enak saja menjodohkan anak orang sembarangan.
“Kau sudah punya calonnya, Kyu?” tanya eomma. Tanpa sadar aku mengangguk. Eomma mengenyitkan dahinya, “Nuguseoyo?”
Damn?! Bagaimana
ini aku kan tidak tau namanya? Bertemu saja baru sekali. Mati kau Cho Kyuhyun. “Ehm...” aku berusaha mencari kalimat. Ayo otakku yang jenius bantu aku kali
ini. “Nanti eomma akan tahu,” kata
sebiasa mungkin. Jangan sampe aku ketahuan bohong. Gawat!
Eomma mengangguk. “Eomma akan coba bicara dengan appamu. Tapi jangan lama-lama, Kyu. Appa sudah mengatur pertemuan kalian
minggu depan,” kata eomma memelukku
dengan sayang.
Bagus, sekarang aku hanya punya waktu satu minggu. Aku harus
mencari yeoja itu dan menemukannya
bagaimana pun caranya. Tidak boleh gagal. Kalau sampai gagal matilah aku,
terpaksa menerima perjodohan konyol itu. Andwaeeeeeeeee............
~
Sayangnya usahaku lagi-lagi gagal. Sepertinya Tuhan dan
author tidak menjawab doaku. Sudah banyak cara aku pakai tetap saja hasilnya nihil.
Nol besar. Tanpa hasil. Yeoja itu
benar-benar hilang seperti ditelan bumi. Sedikit pun aku tidak menemukan
jejaknya. Mencium baunya saja tidak.
Mungkin aku harus menyerah sampai di sini. Selama satu minggu
aku mencarinya dan hasilnya sia-sia. Malam ini, appa sudah mengatur pertemuanku dengan putri teman lamanya itu.
Nasibmu sungguh tragis Cho Kyuhyun. Semoga putri teman appa itu yeoja yang baik,
cantik, dan sexy. Amien!!!
Ku edarkan pandanganku sekali lagi sebelum pergi meninggalkan
kedai teh itu. Aku benar-benar putus asa. Daebak
Kyuhyun, tanpa sengaja mataku melihat sekelebat bayangan yang sangat ku
rindukan. Yeoja itu, iya tidak salah
lagi. Hya~ ha~ ha~ ha~ ha~ aku melihat yeoja itu lagi. Yo~ yo~ dia sedang
berdiri di seberang jalan sambil memegang seikat mawar putih. Sungguh mengagumkan.
Aku harus menemuinya. Harus!!!
.
Kya~ kya~ aku melihatnya lagi setelah lama mencari. Daebak Kyuhyun...... Aku harus segera mengejarnya. Harus. Aku
tidak mau kehilangan dia lagi. Enak saja, perjuanganku akan sia-sia kalau dia
hilang lagi.
Aduh, kok gak nyampe-nyampe ya? Aku lari saja, ah.
Sedikit lagi. Tinggal sedikit lagi. Kami hanya terpisah jarak
beberapa langkah. Hwooo~ dadaku mau meledak saking senangnya. Aduh, apa yang
aku lakukan ya setelah ini? Tidak Kyuhyun jangan pikirkan itu nanti. Aku
menggelengkan kepala. Sedikit lagi. Hya~
.
Dengan gugup aku menepuk bahunya. Yeoja itu menoleh padaku. Hya~ rasanya dadaku benar-benar akan meledak.
Dia benar-benar cantik dan sangat manis. Aku mulai ragu apa dia ini benar
manusia, jangan-jangan dia adalah seorang bidadari yang turun dari langit untuk
seorang Cho Kyuhyun. Ho~ ho~ ho~
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanyanya sopan.
Tuhan, suaranya. Aku mau pingsan sebentar ya? Huwooo~ suaranya
itu lho terdengar seperti suara malaikat di telingaku. Aduh~ duh~ jantung
berdetak semakin tak terkendali. Tenang Kyu, tenang. Tarik nafas....
“Tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya lagi dan berhasil
membangunkanku dari lamunan yang jelas-jelas tidak jelas. He~ he~ he~
“Ah, ne. Saranghae. Jeongmal saranghae,”
kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Apa-apaan aku ini? Tidak
romantis sama sekali. Aigoo~ Kyuhyun babo.
Dia tercengang kaget. Tentu saja mana ada yeoja yang tidak kaget atau minimal
terkena serangan jantung kalau tiba-tiba ada namja yang baru bertemu dengannya pertama kali langsung menyatakan
rasa sukanya. Gawat, jangan-jangan dia marah. Gawat bagaimana ini? Aigoo~ Kyuhyun babo.
“Apa maksud anda?” tanyanya tak percaya. Mukanya memerah,
membuat dia semakin mempesona. Hwo~ aku bisa gila kalau seperti ini terus.
“Anda sedang bercanda?” tanyanya lagi.
“Anio. Aku tidak
sedang bercanda,” elakku cepat. Aku harus menjelaskan semuanya kalau aku tidak,
aku akan gila gara-gara dia. Atur nafas kembali, Kyu. “Aku sungguh-sungguh
menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Memang terdengar aneh tapi itu kenyataannya.
Terserah kau mau menganggapku gila atau apa? Yang pasti aku menyukai,” jelasku
panjang lebar. Semoga berhasil.... Tuhan bantu aku.
Dia tersenyum manis dan memandang ke arahku lembut. Aku
hampir pingsan dibuatnya. “Anda pasti orang baik, anda pantas mendapatkan yeoja yang lebih baik daripada saya.”
Dadaku seketika terasa berat dan sesak seperti baru ditimbun
puluhan ton pasir. Tapi aku berusaha menahannya. Jangan sampai aku menangis di
depannya. Kan tidak lucu, wajah tampan bin imutku ini bersimbah darah, eh
salah, bersimbah airmata maksudnya. “Apa kau tidak bisa menerimaku?” tanyaku
hati-hati. Tuhan, semoga masih ada harapan.
Dia membungkukkan badannya. “Maaf, saya tidak bisa. Saya
sudah mempunyai tunangan,” ujarnya.
Otakku langsung kosong, tubuhku terasa lemas. Aku kalah. Aku
kehilangan dia. Aku tidak bisa menemukan dimana hatinya meski aku telah bertemu
dengan orangnya. Sepertinya aku memang harus menyerah. Kyuhyun tragis sekali
nasibmu, nak. “Iya, aku mengerti,” kataku lirih. “Tapi kita bisa berteman kan?”
“Ye~ saya akan
senang bisa berteman dengan anda,” jawabnya. “Maaf, saya harus pergi,”
pamitnya.
Aku mengangguk lemah. “Semoga kita bisa bertemu lagi.”
“Iya, semoga begitu,” katanya ramah.
Tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu. Sial, gara-gara
kebanyakan melamun sih tadi, aku jadi lupa deh. Kyuhyun babo. “Hei, siapa namamu?” teriakku sekuat tenaga padanya. Tapi
tidak dia mendengarku dan telah kembali menghilang di balik kerumunan. Sial~
.
Jemariku mengetuk-ngetuk meja dengan bosan. Putri teman lama appa itu sedikit terlambat karena
terjebak macet. Aih, benar-benar membosankan. Belum-belum sudah begini. Dasar yeoja.
“Maaf, tuan, orang yang anda tunggu sudah datang,” kata
pelayan restoran memberitahuku. Aku mengangguk pelan. “Terima kasih,” kataku
sambil menyuruhnya pergi. Datang juga akhirnya. Untung aku tidak karatan di
sini.
Pintu ruangan kembali terbuka. Seorang yeoja dengan balutan gaun warna biru saphire masuk dan membungkuk
hormat. “Maaf sudah membuatmu menunggu lama,” katanya meminta maaf.
Tunggu!!! Sepertinya aku pernah mendengar suara ini?? Aku
membalikkan badanku dan menatapnya. Hya~ dadaku langsung bergemuruh. Mataku
terbelalak kaget, begitu juga dengannya. Yeoja
yang berdiri di hadapanku sekarang adalah yeoja
itu. Jadi, dia.....
Yeiy~ daebak Cho
Kyuhyun.....ho~ ho~ ho~ ho~
“Kau?” responnya lebih cepat daripada aku. “Ternyata?
Bagaimana bisa? Kau mempermainkanku?”
Aku menggeleng cepat. Enak saja, aku juga baru tahu. “Anio. Aku tidak tau apa-apa. Ini
kebetulan. Kebetulan yang menyenangkan,” kataku tanpa bisa menyembunyikan rasa
senang yang teramat sangat. Jantung benar-benar mau melompat saking senangnya.
“Kau benar putra Cho ahjussi
kan?” tanyanya tak percaya.
“Ne, aku Cho
Kyuhyun. Kau Lee Min-Ah?”
Dia tertawa, “Bagaimana bisa? Kita baru saja bertemu tadi
sore dan sekarang....”
Aku mengangkat bahu. “Tapi hanya satu hal yang pasti. Kali
ini kau tidak bisa menolakku karena akulah tunanganmu itu,” ujarku bangga.
“Kau tidak menolak perjodohan ini?”
Aku menggeleng cepat dan memeluknya. Yippie~ sekarang aku
bisa bertemu dengannya bahkan memeluknya. Tubuhnya hangat juga.
Kekekekekekek... , “Tentu saja tidak. Asal kau tau mencarimu itu membuatku
hampir gila.”
“Apa maksudnya?”
Pelukanku melonggar. Aku tatap matanya yang menyesatkan itu
dalam-dalam. Wajahku mendekat padanya. “Saranghae
Lee Min-Ah,” bisikku tepat di telinganya. Matanya membulat sempurna saking
terkejutnya. Tanpa persetujuannya aku mulai menciumnya dan melumat bibir
mungilnya perlahan. Ho~ ho~ ho~ sempurna Cho Kyuhyun.
Dengarkan aku Lee Min-Ah. Jangan harap aku akan melepaskanmu lagi
Min-Ah karena aku yang telah menemukanmu. Dan itu tidak mudah. Saranghae.
~e.n.d~
Hya~~ songfic macam apa ini?? Mianhe readers, danhobak tahu ini tidak layak baca.. Tapi kalau udah terlanjur baca mohon tinggalkan jejak ya.... ^.^


0 komentar:
Posting Komentar