. . . Tell Me . . .
inspired by a Song of After School - Tell Me
written by M.V.P
Eun Seo membasuh darah yang mengalir di hidungnya di wastafel dekat aula. Mengadahkan kepalanya beberapa kali untuk menghentikan pendarahan. Tangannya menepuk pelan tengkuk lehernya untuk mengurangi rasa pegal yang ia rasakan, sementara pikirannya terbang ke awan ingatan masa lalunya.
"Apa yang terjadi?" tanya Eun Seo masa lalu. Matanya menusuk tajam menghakimi kedua orang itu.
"Eun Seo-ssi... aku bisa jelaskan," kata yang perempuan.
Si Pria hanya terpaku di tempatnya, menggenggam tangan perempuan itu.
Eun Seo mengangkat ujung bibirnya, air matanya tidak bisa terbendung. "Kalian berpacaran? Berapa lama? Kenapa? beri tahu aku..." hatinya sakit saat setiap kata-kata terucap untuk menghakimi Pria itu.
"Ka- Karena aku menyukainya. Tidak, aku jatuh cinta padanya," kata Pria itu.
"HIYA! Lee Joo Woon!" Eun Seo tidak terima.
Pria yang disebut Lee Joo Woon oleh Eun Seo itu, berjalan mendekat ke arahnya sambil menggandeng perempuan itu,"kita akhiri saja di sini. Ayo pergi, Shin Kyung."
"Joo Woon!" erang Eun Seo.
Joo Woon membalik badannya. "Jangan pernah panggil namaku seperti itu. Aku 'Sunbae'. Lee Joo Woon Sunbae-nim," katanya dingin.
Air itu mengalir membawa darah yang keluar lewat hidung Eun Seo. Menghela nafas panjang. "Kenapa harus seperti itu? lagi? Eun Seo, kau suka dipermainkan seperti ini?" Eun Seo bertanya pada dirinya sendiri,"seharusnya aku menentukan tujuanku sendiri. tidak seperi air yang mengalir ini. Ck~ ManEunSeo. Man Man Han Ni Eun Seo~ Ck~"
Keran air masih terbuka dan udara di sekitarnya menjadi lembab. Karena airnya sedikit lebih hangat, kaca cermin menjadi sedikit beruap. Membiaskan wajah Eun Seo dengan tidak jelas. Eun Seo membiarkan dirinya berpatut di depan kaca ini lebih lama. Wajah yang biasa, mata yang kecil, hidung yang tidak terlalu bagus, bibir yang tidak seksi, dan rambut yang tertata dengan sangat mengerikan. "CK~" Eun Seo berdecak untuk dirinya sendiri,"siapa kau? menyedihkan."
"Putus saja dengan Joo Woon," seseorang muncul dari balik pilar putih berpahat, Kang Dong Yoon,"setelah diputuskan sekian tahun, kau menerimanya lagi? kenapa kau tidak pernah belajar dari pengalaman?"
Eun Seo baru saja keluar dari tempat itu, tapi sudah disambut percakapan menyebalkan Kang Dong Yoon. "Urus saja urusanmu, sunbae. tapi, bukankah dia itu sahabatmu? kenapa menjelek-jelekkannya?" tanya Eun Seo sambil melewati Dong Yoon yang berdiri menunggunya.
Ingin hati sih menarik tangan Eun Seo, tapi perhitungan Dong Yoon salah dan malah menabrak pilar di belakangnya. "Arrrghh!" erang Dong Yoon kesakitan.
Gadis itu hanya menoleh sebentar lalu tidak merespon apapun untuk membantu Dong Yoon. Di saat bersamaan, Joo Woon datang dari arah sebaliknya. "Dong Yoon-nie..." tanpa sadar dia melewati begitu saja Eun Seo,"yaah~ pilar ini besar sekali. kenapa kau bisa menabraknya?! aigoo~"
***
Eun Seo membuka nasi kotaknya di sudut tempat yang lebih sepi. Memandangi susana yang ceria dan bahagia seperti ini. Besok, akan ada reuni sekolah. Jadi dari tiga hari yang lalu, para alumni sudah datang satu per satu untuk menyiapkan Mega-Show ini. karena akan ada banyak orang yang datang. Selain itu, ini sebagai ice breaker sebelum acara puncak. Tidak bertemu begitu lama, kalau tidak dengan cara ini yang akan mereka lakukan pada malam puncak hanya saling menyapa dan tersenyum. Tidak ada bahan untuk di perbincangkan.
Tapi, matanya terlalu tajam untuk menangkap kekasihnya sedang bercanda dengan mantannya kekasihnya yang pernah membuat Eun Seo tersakiti, Park Shin Kyung. Tanpa sadar, Eun Seo menusuk dua kentang rebusnya dengan kedua sumpitnya sekaligus.
"Whoooaaa~ kau sebegitu marahnya sampai membunuh kentang-kentang yang lucu ini?" Dong Yoon muncul entah darimana dan membuyarkan lamunan Eun Seo.
Eun Seo melotot padanya,"Sunbae, bisa tidak eh? jangan muncul di mana saja sesuka hatimu. paling tidak, jangan mengikuti."
Dong Yoon tertawa melihat ekspresi Eun Seo. "tidak seperti yang terlihat. Kuat tapi rapuh di dalam. kau seperti kursi jati berayap," kata-kata Dong Yoon merasuk ke hati Eun Seo,"kau bisa berkata seperti ini padaku. kenapa kau tidak bisa berkata seperti itu pada Joo Woon-nie?"
"Sunbae~"
"Hentikan. Jangan pernah berada di sisinya lagi." Dong Yoon mengucap setiap katanya dengan jelas.
"Sunbae, apa kau harus menyakiti saha--"
"Aku bukan sahabatnya!" kali ini Dong Yoon menaikkan nada bicaranya,"aku sudah bukan sahabatnya sejak... sejak... HIYA! aku memang bukan sahabatnya!"
Semua orang menoleh ke arah keduanya. Eun Seo berdecak menyindir kelakukan Dong Yoon yang luar biasa hebat. "Dong Yoon-nie, kenapa kau berteriak-teriak? Eun Seo melakukan sesuatu yang salah?" tanya Joo Woon.
Shin Kyung mengelus bahu Dong Yoon. "Oppa hanya terbawa emosi. benarkan? Oppa ingin makan apa? mau aku belikan?" Dong Yoon menepis tangan Shin Kyung,"Oppa, waire? "
"Jangan sembarangan menyentuhku," di saat Dong Yoon akan pergi, Eun Seo terlihat tersiksa melihat kebersamaan kedua orang itu,"kau! Goo Eun Seo, bantu aku mengambil kotak kain. Aku pinjam dulu ya." Sigap sekali tangan Dong Yoon Menarik Eun Seo pergi meninggalkan tempat itu.
***
Eun Seo diam saja di tempatnya, sementara Dong Yoon sudah 4 kali bolak-balik mengangkati tumpukan kardus berisi kain-kain untuk penutup meja, panggung, dan beberapa dekorasi lainnya. "Dong Yoon Oppa," panggil Eun Seo pelan,"kenapa kau baik padaku?"
Dong Yoon menanggapinya sambil masih menurukan tumpukan kardus dengan tangga. "kenapa? tidak apa-apa. Kau baik-baik saja?"
Eun Seo mengangguk pelan. "iya. Tapi, diantara alumni yang lain. Kakak yang paling tampan, kenapa sampai saat ini kakak tidak datang dengan eonni? "
"wanita mana yang ingin pacarnya terlalu tampan sepertiku? mereka bisa gila kalau melihatku terlalu tampan," kata Dong Yoon tertawa,"Eun Seo-yah~"
"Uh? Wae?" tanyanya dengan aegyo karena merasa nyaman dengan Oppa yang satu ini.
"tadi gara-gara aku, kau belum menyelesaikan makan siangmu kan? mau makan di luar? Oppa yang traktir," kata Dong Yoon menawarinya.
Eun Seo tertawa.
"Huwaaa~ akhirnya kau tertawa juga. kenapa baru sekarang tertawa? yah Eun Seo-yah... setelah mengangkat kardus terakhir ini, ayo makan!" seru Dong Yoon riang.
"Ne~ arasoo~ dasar penguntiti!" kata Eun Seo tersenyum.
***
Hongdae~
Musim Gugur terbaik karena daun-daun yang gugur, terbang indah seperti hati terluka yang sudah harus di buang jauh tanpa tahu tujuan akhir. Menyiapkan diri untuk kedatangan musim dingin yang membekukan luka, lalu berangsur pulih ketika musim semi datang seraya dengan mekarnya bunga-bunga yang selama ini mati.
"Oppa, kau bilang akan makan. tapi, kenapa kau mengajakku ke salon. bagaimana wajahku? pasti aneh sekali mengenakan make up ini," keluh Eun Seo melayangkan protes kesana-kemari.
Dong Yoon tertawa mendengar protesnya. "Ini pertama kalinya aku di marahi perempuan karena mengajaknya ke salon. Eun Seo-yah, tadi ini salon milik keluargaku. jadi, itu gratis. dan juga... bukankah aku sudah bilang, wajahmu sekarang terlihat lebih segar," kata Dong Yoon menggodanya.
Benar. Dong Yoon merubah gaya rambut Eun Seo yang seperti tikus kecebur got, sekarang menjadi gaya rambut ekor kuda unicorn (perumpamaan yang aneh). Bulu mata lentik, bibir yang manis, dan ditambah lagi sepasang Fur Ankle Shoes berwarna coklat muda yang baru saja di berikan oleh Dong Yoon.
"Oppa, sepatu ini... bukankah ini berlebihan? berapa harganya?" tanya Eun Seo menarik ujung syal rajutnya.
"AGh!" pekik Dong Yoon sedikit tercekik,"hahaha... itu? tidak. Nunna bilang mau membuang koleksiannya. jadi, aku putuskan untuk mengambilnya sebagai hadiah di acara besok. tapi, aku putuskan untuk memberikanya padamu saja."
Eun Seo membuka flap ponselnya dan memotret kakinya sendiri. "Huwaaa~ di foto dengan ponsel jelek saja bisa bagus seperti ini. Ini pasti mahal sekali," katanya lalu melepaskan sepatu itu,"ini. kembalikan pada kakak-mu. sepatu semahal ini kalau dibuang, pasti dia sedang tidak sungguh-sungguh ingin membuangnya. cukup aku foto saja untuk mengenangnya."
Dong Yoon menertawai kepolosan Eun Seo. Dong Yoon berjongkok dihadapannya, memasangkan sepatu itu di kaki Eun Seo. Orang yang lalu lalang di sana berkerumun dan mengatakan Eun Seo beruntung sekali mempunyai kekasih seperti itu. Beberapa yang lainnya mengambil foto saat Dong Yoon memasangkan sepatu itu.
"sudah terpasang di tempatnya. kalau kau tidak memakainya lagi, aku akan membunuhmu," kata Dong Yoon,"jangan pernah membuat wajah sedih seperti tadi, jangan pernah lagi memendam semua pemikiranmu di hati, bicaralah padaku. ok? beritahu aku, kalau kau butuh teman bicara. Ayo, makan."
Dong Yoon berjalan duluan di depannya, sementara Eun Seo dibelakangnya memikirkan semua perkataan Dong Yoon. Wajahnya bersemu merah dan jatuhnya berdegup sedikit lebih cepat. Joo Woon tidak pernah memperlakukannya seperti itu sebelumnya. dia juga tidak pernah bilang untuk memberitahu Eun Seo untuk mengungkapkan isi hatinya. "gomawo, Dong Yoon oppa~" kata Eun Seo pelan.
***
ARRGHH!
Eun Seo merintih kesakitan. Joo Woon mencengkram tangannya terlaku keras, dia marah besar karena mendapati temannya mengirimikan gambar Eun Seo dan Dong Yoon saat mereka keluar bersama kemarin. Tidak peduli acara reuni itu sedang berlangsung, Joo Woon tetap sama tidak bisa menggontrol emosinya.
"Kenapa? kenapa kau keluar bersama Dong Yoon?!" Joo Woon tidak bisa mengontrol emosinya.
"Sakit~" rintih Eun Seo dan melihat tangannya sudah merah.
Joo Woon menariknya keluar ruangan tapi, Dong Yoon sudah menghalanginya. "Lepaskan. kau tidak lihat, ia kesakitan?" kata Dong Yoon.
Joo Woon melepaskan tangannya dari tangan Eun Seo. "Cih~ kau! apa kau berusaha menusukkku dari belakang?" tanya Joo Woon dengan kepala yang mendidih. Tanpa pikir panjang, Joo Woon Melepas paksa sepatu yang dikenakan Eun Seo dan melemparnya hingga menabrak tong sampah.
"OPPA~!" teriak Eun Seo sambil menangis.
"Kau saja yang ambil karena aku sudah membuangnya. Jangan dekati Eun Seo lagi!" serunya dan kembali menarik tangan Eun Seo.
"Tidak!" kata Eun Seo melepaskan tangan Joo Woon,"aku tidak mau."
Joo Woon sudah ingin menarik tangan Eun Seo lagi, tapi dihalangi Dong Yoon. "tangannya sudah merah. Apa perlu kau menariknya hingga putus?!" tanya Dong Yoon tapi Joo Woon malah memberikan tatapan menghina untuk dirinya dan Eun Seo,"haish! anak ini."
BUUAAAAKK!!!
Tubuh Joo Woon terhempas dan menabrak meja prasmanan. Dong Yoon akhirnya melayangkan tinjunya untuk Joo Woon. Dalam seketika, Joo Woon terkapar disana dengan hidung bersimbah darah. Dong Yoon mengambil sepasang sepatu yang tergeletak di dekat tempat sampah dan meniupnya untuk menghilangkan debu.
"apa aku sudah bilang kalau kau cantik sekali memakai sepatu ini?" tanya Dong Yoon sambil memasangkan sepatu itu untuk kedua kalinya di hadapan semua orang,"jangan menangis lagi. aku tidak menghiburmu untuk dibalas dengan air matanya." Eye Smile Dong Yoon so sweet banget dan membuat Joo Woon panas.
Eun Seo masih terisak-isak kesakitan. "go-gomawo~"
"Aigoo~ air mata ini. aku benar-benar membencinya," gumam Dong Yoon dan menyekanya dengan jari-nya,"baikkan? kita cari obat untuk tanganmu. oke?" Eun Seo mengangguk pelan.
Joo Woon membuang wajahnya saat Dong-Seo melewatinya.
"Joo Woon-ah, aku akan mewakili Eun Seo mengakhiri hubunganmu. Mulai detik ini, aku adalah namjanya," Dong Yoon menoleh padanya,"tidak akan kubiarkan kau menyakitinya lagi. Eun Seo-yah~"
Eun Seo bingung karena Dong Yoon memanggil namanya. "eh? ne?"
"mulai sekarang, Oppa akan menjagamu. jangan biarkan orang-orang seperti ini berada di sekitarmu. Ottae? Kapan pun, beritahu aku kapan aku harus berlari menemuimu. panggil saja aku saat kau membutuhkanku, aku janji akan berlari secepat kilat menemuimu," Dong Yoon melingkarkan tangannya ke pinggang Eun Seo,"Joo Woon, cinta pertama selalu benar kan? jangan menginterupsi lagi, eh? satu lagi, jangan pernah menyebutku sebagai sahabatmu. Ayo~"
Joo Woon marah-marah di belakang mereka. Beberapa alumni menahan bahunya untuk tidak berbuat yang tidak-tidak. Namun, pasangan itu tetap berjalan keluar ruangan.
"Dong Yoon, oppa~" gumam Eun Seo dan menyandarkan kepalanya di dada Dong Yoon.
"tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja. Apa aku sudah bilang kalau aku sudah menyukaimu sejak kau kelas 1 SMA?" tanya Dong Yoon menggoda Eun Seo agar tertawa
Eun Seo tersenyum sambil menggenggam tangan Dong Yoon.
***
Chiisa na shigusa ni kokoro wa haneru
Mayoi kakaete naiteta kinou ga
Ah itsu no ma ni ka niji ni kawaru
Itsumo
Every little step, every little step
Kowagatteta kedo kimi ga sugu soba ni iru nara
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name
Tachidomaru tabi kimi ga furukaeru
"Issho ni aruiteru" sore ga ureshikute
Tama ni amaetari toki ni komarasetari
Katte na watashi de itsumo gomen ne.
Dakedo
Don't U wanna try, don't U wanna try?
Ooki na kabe datte
Futari nara tanoshimeru yo ne
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name
Say goodbye to loneliness
Shinjite mitai no
Fuan sae mo chikara ni shite
We can share the happiness
Tsutaeai nagara
Ashita mo aruitekou
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name
Mayoi kakaete naiteta kinou ga
Ah itsu no ma ni ka niji ni kawaru
Itsumo
Every little step, every little step
Kowagatteta kedo kimi ga sugu soba ni iru nara
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name
Tachidomaru tabi kimi ga furukaeru
"Issho ni aruiteru" sore ga ureshikute
Tama ni amaetari toki ni komarasetari
Katte na watashi de itsumo gomen ne.
Dakedo
Don't U wanna try, don't U wanna try?
Ooki na kabe datte
Futari nara tanoshimeru yo ne
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name
Say goodbye to loneliness
Shinjite mitai no
Fuan sae mo chikara ni shite
We can share the happiness
Tsutaeai nagara
Ashita mo aruitekou
Daijoubu.
Tell me, tell me, tell me, tell me
Sono koe de watashi wa ikura demo tsuyoku nareru
Tell me, tell me, tell me, tell me
Mata kyou mo kimi no kotoba ga hoshiku natte
Sotto I will call your name






2 komentar:
Dong Yoon So Sweet banget.
MVP eonni keren!
gyaaa~~ unni,,rasanya aku mau ikutan Dong Yoon buat nonjok si Joo Woon deh,,atau sekalian aja aku lemparin dia ke kutub selatan...
aigo~~ nyebelin bgt itu orang...
sampe lupakan gara2 marah2...
salam kenal eooni,,aku reader baru...
johayo unni,,lanjutttt ya...hwaiting..!!!
pyooong~~ (^.~)
Posting Komentar