Sabtu, 16 Juni 2012

The Innocent Eyes



That eyes make me crazy
Make me a loser but it’s lovely
This sense is not perfect
But that’s become perfect when we fill in
I like you, my innocent eyes
Forever
.
.
.
The Innocent Eyes
.
.
.
Oppa, saranghae...” kata salah seorang hobae pada Gunwoo. Entah itu yang keberapa kalinya untuk satu minggu ini. Gunwoo mendesah pelan dan mengalihkan pandangannya pada seorang yeoja yang berdiri tak jauh darimu. Pemilik mata innocent yang selalu menggoda namja berambut hitam pekat itu. Gunwoo menatap yeoja itu untuk meminta pertimbangan namun yeoja itu hanya berdiri diam berbalik menatapnya datar.

Mianhe....” itulah kata-kata yang akhirnya keluar dari mulut Gunwoo, entah yang keberapa kalinya juga. Hobae itu mengangguk mengerti dan akhirnya meninggalkan Gunwoo dengan perasaan hancur. Hobae itu adalah yeoja yang kesekian kalinya yang ditolak Gunwoo dalam seminggu ini belum terhitung minggu-minggu sebelumnya.


Gunwoo lalu menghampiri yeoja bermata innocent yang dari tadi menatapnya.

“Ditolak lagi?” tanya yeoja itu sambil memiringkan kepalanya, lucu.

Tak ada kata yang keluar dari mulut Gunwoo. Namja itu hanya menatap mata yeoja di depannya itu dan membiarkan dirinya tersesat jauh ke dalam mata cokelat itu. ‘Selalu begitu’, batin Gunwoo.

Kenapa mata itu sama sekali tidak menunjukkan kilatan marah atau cemburu padanya? Yang ada dalam mata cokelat gelap itu adalah perasaan tulus yang menyenangkan bagi Gunwoo. “Ayo pulang...” ajak Gunwoo. Yeoja itu mengangguk riang tanpa ada beban sedikit pun.

oOo

Gunwoo buka pintu apartemennya. Gelap! Itulah hal yang pertama tertangkap oleh namja jangkung itu. Tidak biasanya. ‘Apa dia pergi belanja?’ tanya Gunwoo dalam hati.

Gunwoo tetap membiarkan apartemennya dalam kegelapan. Tidak ada niat sedikit pun darinya untuk menyalakan lampu. Dia lalu berjalan ke balkon saat menyadari orang yang dicarinya ada di sana. Gunwoo lalu memanggil kekasihnya, “Yeobo....

Benar yeoja itu memang ada di balkon. Dia tersenyum di bawah sinar bulan. “Kau sudah datang,” sapanya pada Gunwoo.

“Kenapa?” tanya Gunwoo sambil memeluk tubuh ramping yeoja itu dari belakang. Membenamkan kepalanya di ceruk leher kekasihnya. Menyesap setiap aroma yang menguar dari tubuh berkulit putih itu.  “Kenapa lampunya tidak dinyalakan?” tanyanya lembut.

Lagi-lagi kekasih Gunwoo itu tersenyum memamerkan deretan gigi kelincinya. “Boleh aku memelukmu?” tanyanya penuh harapan.

Gunwoo tertawa. “Kenapa harus bertanya? Aku milikmu, kau boleh memelukku kapan saja?” Namja itu lalu mendekap yeoja itu erat dan berbagi kehangatan.


Dalam hati Gunwoo, dia selalu bertanya, apa hanya dirinya yang merasakan kenyamanan dan kehangatan ini? Apa hanya dirinya yang menjadi milik yeoja berparas manis itu tanpa dia bisa menjadi milik Gunwoo juga?

Dalam benak Gunwoo dipenuhi keraguan pada kekasihnya itu, hanya karena mata innocent yang tak pernah menghalanginya didekati yeoja lain. Gunwoo menginginkan yeoja itu menahannya agar bisa terus di sisinya.

Namun lagi-lagi mata itu tak pernah menunjukkan apa pun. Gunwoo mulai meragukan semua yang dia lakukan. Apa keputusannya menikahi yeoja bermata innocent 8 bulan lalu itu sudah tepat?

oOo

Tanpa Gunwoo tahu, sebenarnya mata innocent itu selalu berkilat kesedihan setiap ada yeoja yang mendekati namja tampan itu. Gunwoo tidak tahu bahwa mata innocent itu selalu marah saat ada yeoja menyatakan perasaannya pada Gunwoo. Gunwoo juga tidak tahu kalau mata innocent itu hanya tenang dalam jangkauannya. Dan Gunwoo benar-benar tidak pernah tahu bagaimana mata innocent itu menyembunyikan semua perasaan yang muncul terhadapnya.


Mata innocent itu berhasil menyembunyikan setiap detak jantungnya yang selalu meneriakkan nama kekasihnya. Dan lagi-lagi Gunwoo tidak pernah tahu itu. Mata innocent itu hanya bisa menyembunyikan semua perasaannya tanpa bisa mengatakannya. Jadi sebenarnya bukan sepenuhnya salah pemilik mata innocent itu jika Gunwoo tak mengerti.

oOo

Gunwoo menyibak rambut yang menutupi wajah polos kekasihnya yang tertidur pulas seperti anak kecil di pelukannya. Jejak airmata terlihat samar di pipi chubby yeoja itu. Meski begitu Gunwoo tetap bisa melihat guratan yang sudah menganak sungai itu di bawah sinar bulan.


Namja itu terkejut. Dalam hati dia bertanya apa yang membuat mata innocent kesayangannya itu mengeluarkan airmata? Adakah sesuatu yang menyakitinya? Dan Gunwoo tak tahu itu?

Yeoja itu menggeliat pelan dan mulai membuka matanya. Gunwoo tersenyum saat dia minta maaf karena tertidur.

“Ada yang ingin aku tanyakan?” tanya Gunwoo lembut.

“Apa?” jawabnya tanpa beranjak. Sepertinya dia sangat suka berada dalam jangkauan Gunwoo. Di dalam dekapan kekasihnya.

“Kenapa menangis?”

Yeoja itu sedikit terkejut mendengar pertanyaan Gunwoo. Dia tak menjawab apa pun, hanya menunduk menyembunyikan wajahnya.

Gunwoo mengira kekasihnya itu tak mau bercerita. Gunwoo sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya yeoja itu tertunduk untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. “Kenapa?” tuntut Gunwoo sekali lagi.

Dia tetap diam. Gunwoo mulai gusar. Hingga akhirnya namja itu merasakan bibirnya menjadi hangat. Pemilik mata innocent itu menciumnya dan Gunwoo sangat senang akan hal itu.

Saranghae,” bisiknya pelan tepat di telinga Gunwoo. “Aku menangis karena menjadi yeoja yang buruk untukmu. Banyak yeoja di luar sana yang mendekatimu dan semuanya lebih baik dari aku. Aku sungguh tak pantas. Aku juga ingin memilikimu tanpa berbagi pada siapa pun,” katanya jujur.

Dada Gunwoo seakan meledak saat mendengar pengakuan kekasihnya itu. Ternyata mata innocent itu tetap memperhatikannya. Memastikan Gunwoo tetap dalam pandangannya. Mata innocent itu benar-benar menyesatkan seperti harapan namja itu. Dan tentu saja Gunwoo senang akan hal itu.


Gunwoo kemudian menarik yeoja itu dalam dekapannya dan berbisik, “Nado saranghae. Aku menyukai dirimu yang seperti ini dan tetaplah seperti ini karena aku milikmu.”

Malam ini di bawah sinar bulan dan diiringi desiran angin, Gunwoo menikmati perasaannya yang bergejolak. Saat malam terus menua, Gunwoo mengajak kekasihnya itu masuk dan melanjutkan perjalanan perasaan itu bersamanya di peraduan mereka.


~e.n.d~

Ngeeek~~~ what this?? Mian, ini cerita hasil danhobak bongkar-bongkar file. Jujur saja cerita ini tak pantas keluar karena pendek dan danhobak gak sempet ngedit lagi. Alasannya, danhobak cuma lagi pingin posting tapi gak ada ide mau posting apa...hehehehehe. Jadinya, terpaksa bongkar file bulukan dan nemuin ini. Semoga readers ada yang suka.....amien.
Please comment and happy reading....
#kabuuuuuur

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates