Tidak ada hal menarik
yang ingin aku tulis. Semua ini hanya tentang tahun yang sebentar lagi akan
berakhir. Aku tidak meruntuk untuk kesendirian yang kualami. Aku juga tidak
mengutuk tragedi yang telah terjadi. Meski sedikit sedih pada waktu yang terus
berjalan.
Tahun yang penuh luka. Tahun
dimana arah pun harus dicari. Tahun dimana banyak pembelajaran dan buku yang
harus dibuka. Rasa kesakitan atas hal yang sama dan masih berulang. Rasa kehilangan
yang mendalam. Rasa perihnya patah hati yang menakutkan. Pemikiran ketika
sebuah mimpi dihancurkan. Aku bersyukur mengalami semua itu dan mampu melewati
meski sangat sulit.
Waktu adalah jawaban
dari semua pertanyaan yang muncul di tahun ini. Dia mengobati setiap luka
dengan kejam.
Ketika aku kembali
membaca catatan yang ada. Aku merasa, jika bisa, aku ingin menghapus tahun 2014.
Tidak mengenai yang terjadi di awal dan akhir, tetapi ini tentang yang terjadi
di pertengahan.
Ketika rasa kehilangan
menampar dan membuat sebuah lubang yang tidak akan tertutup. Bertubi-tubi dan
semakin dalam pada saat yang terduga.
Itu menyakitkan
Aku tidak menyesal atas
airmata yang jatuh karena itu. Sekali lagi aku belajar bahwa cinta harus siap
kehilangan kapan saja. Belajar membiarkan seseorang pergi dan mengikhlaskannya
yang tidak mungkin kembali. Belajar rasa terkhianati tanpa kebencian dan tetap
berdiri sesuai janji yang terucap di awal. Dan belajar menghadapi tekanan dan permusuhan
dengan diri sendiri.
Banyak kejadian yang
telah terjadi di tahun ini hingga aku tidak bisa menyesalinya sedetik pun. Sekalipun
aku harus mempelajarinya dengan lapang dada dan memulai semuanya dari awal. Membangun
serpihan mimpiku yang tersisa dan menyimpan setiap harapan yang kupunya.
Tidak!
Aku tidak menyalahkan
keadaan meski aku terluka hingga berdarah. Toh, semuanya telah berlalu dan
membawa hal yang baik di masa mendatang.
Suara kembang api
meledak di langit seolah menjadi lonceng bahwa waktu terus saja bergerak maju. Aku
tidak berharap banyak pada tahun yang baru, tetapi tidak berarti aku tidak lagi
memiliki mimpi atau harapan. Aku masih menggenggamnya dan akan selalu
meraihnya. Tetapi seperti salah satu impian yang terpaksa terhapus dari daftar,
aku akan membiarkan semuanya mengalir seperti air. Aku akan berusaha mengiringi
waktu yang berjalan dan tidak mengulang kesalahan yang sama dengan berkata, “Aku
tidak bisa membiarkan impianku terhalangi.”
Aku tidak akan
mengatakan hal yang sama. Tidak akan!
Aku tidak ingin
merasakan lagi tentang rasanya impian yang dihancurkan. Itu terlalu
menyakitkan.
Sekarang aku akan
mengatakan bahwa aku akan mengikuti waktu, berjalan sesuai jalan yang
terbentang, dan berusaha untuk meraih keberhasilan. Kubiarkan mimpiku yang
telah pergi bersamanya. Kubiarkan dia tersenyum sesuai keinginannya. Sekalipun aku
merindukannya, aku tidak akan berkata apa-apa. Aku akan diam saja karena aku
telah memutuskan untuk tidak melihatnya lagi.
Semoga di tahun yang
baru aku mendapatkan hasil seperti yang kuinginkan. Tidak ada poin-poin tentang
rencana atau pencapaian yang pasti tetapi aku akan melakukan yang terbaik untuk
mendapatkan hasil yang terbaik. Aku akan mencoba berbagai hal yang menyenangkan
hingga aku tidak merasa menyesal di kemudian hari. Aku pikir ini akan
menyenangkan.
Aku akan menghapus
tahun 2014.
Aku akan terus berusaha
menghadapi tekanan dan mencoba berbagai hal yang menyenangkan.
Surabaya, 01.01.15

0 komentar:
Posting Komentar