Rabu, 14 Januari 2015

A Moment : A Drama





Tentang hal yang saling berhubungan
Tentang sesuatu yang terikat oleh benang merah
Sesuatu yang bisa diterima namun tidak dapat dimengerti dengan mudah
Bukan sesuatu yang dapat diceritakan dalam beberapa menit
Ini mengenai sebuah cerita yang sangat panjang dan masih akan berlanjut
Sebuah drama yang belum berakhir
Bukan hanya mengenai kisah dua anak manusia
Tetapi juga tentang warna warni disekelilingnya
Sebuah perjalanan yang berderai airmata juga tawa
Sesuatu yang harus dipikirkan dengan logika yang terbuka
Tentang cinta sejati dan belahan jiwa
Tentang tawa yang ditutupi airmata dan airmata yang muncul dibalik tawa
Tentang pengorbanan dan juga dikorbankan
Siapa yang akan mengerti dan memahami kisah ini?

Cerita ini terlanjur rumit dan terus saja diperumit
Akankah semua ini berakhir bahagia ataukah berderai airmata?
Tidak ada yang tahu topeng siapa yang akan terbuka di akhir cerita?
Mungkinkah drama ini berakhir ketika tidak ada satu tawa tercipta?
Ataukah akan berakhir dengan tawa diantara luka?
Tidak ada yang tahu siapa yang benar diantara yang terasa benar?
Melihat dari berbagai sisi menimbulkan banyak spekulasi
Menimbulkan banyak pertanyaan
Siapa yang akan menebak alur cerita?

Intrik ini terlalu nyata untuk diterima
Luka yang berdarah itu masihlah menetes
Hanya bisa melihat ketika setiap ledakan-ledakan pembawa kesedihan yang menghancurkan tawa yang tercipta
Itukah yang diinginkan sang penulis drama?
Lalu harus berapa banyak korban lagi yang akan berjatuhan?

Hanya bisa diam dan menunggu bersama waktu
Membaca lembar demi lembar skenario yang telah ditulis
Mengikuti alur yang telah direncanakan
Menikmati setiap luka dan terus saja tertawa
Tidak ada yang tahu bagaimana akhir drama ini
Biarkan mereka yang ingin tertawa di atas luka saat ini
Menikmati setiap pencapaian dengan merenggut harapan orang lain

Tuhan tidak tidur
Menunggu dan melihat adalah hal yang paling tepat
Berbalik dalam diam jika sudah bosan
Jika seseorang yang merasa dirinya akan bahagia dengan menyakiti orang lain, maka biarkanlah dia juga bahagia ketika menyadari orang-orang telah meninggalkannya
Bukankah dia telah merasa bisa hidup sendiri?
Jadi, bagaimana akhir dari drama ini?



Surabaya, 14.01.15

Kamis, 01 Januari 2015

A Words : Notes in the Last Day in 2014


 
Tidak ada hal menarik yang ingin aku tulis. Semua ini hanya tentang tahun yang sebentar lagi akan berakhir. Aku tidak meruntuk untuk kesendirian yang kualami. Aku juga tidak mengutuk tragedi yang telah terjadi. Meski sedikit sedih pada waktu yang terus berjalan.

Tahun yang penuh luka. Tahun dimana arah pun harus dicari. Tahun dimana banyak pembelajaran dan buku yang harus dibuka. Rasa kesakitan atas hal yang sama dan masih berulang. Rasa kehilangan yang mendalam. Rasa perihnya patah hati yang menakutkan. Pemikiran ketika sebuah mimpi dihancurkan. Aku bersyukur mengalami semua itu dan mampu melewati meski sangat sulit.

Waktu adalah jawaban dari semua pertanyaan yang muncul di tahun ini. Dia mengobati setiap luka dengan kejam.

Ketika aku kembali membaca catatan yang ada. Aku merasa, jika bisa, aku ingin menghapus tahun 2014. Tidak mengenai yang terjadi di awal dan akhir, tetapi ini tentang yang terjadi di pertengahan.

Ketika rasa kehilangan menampar dan membuat sebuah lubang yang tidak akan tertutup. Bertubi-tubi dan semakin dalam pada saat yang terduga.

Itu menyakitkan

Aku tidak menyesal atas airmata yang jatuh karena itu. Sekali lagi aku belajar bahwa cinta harus siap kehilangan kapan saja. Belajar membiarkan seseorang pergi dan mengikhlaskannya yang tidak mungkin kembali. Belajar rasa terkhianati tanpa kebencian dan tetap berdiri sesuai janji yang terucap di awal. Dan belajar menghadapi tekanan dan permusuhan dengan diri sendiri.

Banyak kejadian yang telah terjadi di tahun ini hingga aku tidak bisa menyesalinya sedetik pun. Sekalipun aku harus mempelajarinya dengan lapang dada dan memulai semuanya dari awal. Membangun serpihan mimpiku yang tersisa dan menyimpan setiap harapan yang kupunya.

Tidak!

Aku tidak menyalahkan keadaan meski aku terluka hingga berdarah. Toh, semuanya telah berlalu dan membawa hal yang baik di masa mendatang.

Suara kembang api meledak di langit seolah menjadi lonceng bahwa waktu terus saja bergerak maju. Aku tidak berharap banyak pada tahun yang baru, tetapi tidak berarti aku tidak lagi memiliki mimpi atau harapan. Aku masih menggenggamnya dan akan selalu meraihnya. Tetapi seperti salah satu impian yang terpaksa terhapus dari daftar, aku akan membiarkan semuanya mengalir seperti air. Aku akan berusaha mengiringi waktu yang berjalan dan tidak mengulang kesalahan yang sama dengan berkata, “Aku tidak bisa membiarkan impianku terhalangi.”

Aku tidak akan mengatakan hal yang sama. Tidak akan!

Aku tidak ingin merasakan lagi tentang rasanya impian yang dihancurkan. Itu terlalu menyakitkan.
Sekarang aku akan mengatakan bahwa aku akan mengikuti waktu, berjalan sesuai jalan yang terbentang, dan berusaha untuk meraih keberhasilan. Kubiarkan mimpiku yang telah pergi bersamanya. Kubiarkan dia tersenyum sesuai keinginannya. Sekalipun aku merindukannya, aku tidak akan berkata apa-apa. Aku akan diam saja karena aku telah memutuskan untuk tidak melihatnya lagi.

Semoga di tahun yang baru aku mendapatkan hasil seperti yang kuinginkan. Tidak ada poin-poin tentang rencana atau pencapaian yang pasti tetapi aku akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Aku akan mencoba berbagai hal yang menyenangkan hingga aku tidak merasa menyesal di kemudian hari. Aku pikir ini akan menyenangkan.

Aku akan menghapus tahun 2014.

Aku akan terus berusaha menghadapi tekanan dan mencoba berbagai hal yang menyenangkan.





 Surabaya, 01.01.15

Template by:

Free Blog Templates