Minggu, 08 Juni 2014

A Moment : When I Missed My Strongest Sister




Aku merindukanmu...

Ketika aku sendiri, walau tidak sepenuhnya sendiri. Banyak orang di sini tetapi aku harus menjadi orang lain bagi mereka. Menampilkan sosok berbeda di antara egoku.

Sekarang tidak ada lagi tempat untuk menunjukkan sisi lemahku. Aku tidak bisa lagi menangis keras seperti aku melakukannya di depanmu. Aku terus tersenyum sekalipun merasa kesepian.

Dirimu mengajarkan aku banyak hal yang tidak aku ketahui atau pelajaran yang tidak kudapat dari buku. Melalui sebuah nama, dirimu membuatku untuk berani berdiri dengan dua kakiku di dunia baru. Seperti nama itu, aku juga berharap jika aku bisa tersenyum selamanya meski harus melalui banyak hal. Kini aku tak lagi menggunakan nama itu tetapi aku akan tetap mengingatnya.

Dirimu mendorongku untuk bangkit ketika aku berada jauh di titik terendah. Bukan hal menyenangkan menyembunyikan sesuatu yang menyakitkan. Terima kasih, sudah mendengarkan ceritaku yang tidak penting setiap kali aku ingin. Kata-katamu yang lembut sekalipun terkadang menusuk untuk didengar, aku merasa terselip kekhawatiran di sana. Aku senang memiliki kakak yang mau menuntunku untuk bangkit dan menata kembali hatiku.

Karenamu aku kembali bermimpi. Aku merindukan saat-saat kita menyusun cerita di tengah hujan ditemani oleh musik kesukaanku. Saat aku menemanimu di titik kerapuhanmu, aku sedih ketika hanya bisa mendengar keluh kesahmu tanpa bisa memberikan peran yang berarti. Aku ingat saat kita menangis berdua di tengah malam yang sepi. Kemudian, mentertawainya kejadian itu pada hari berikutnya. Itu adalah pertama kalinya aku menangis di depan seseorang karena seseorang pula. Ah, aku merasa konyol sekarang.

Kita bukan saudara sedarah tetapi aku merasa memiliki seorang kakak. Benar-benar seperti kakak laki-laki yang tangguh. Aku senang melihatmu meraih impian walaupun ambisimu tetap terasa menakutkan untukku. Aku akan berusaha lebih keras lagi meski tidak bisa sehebat dirimu. Maafkan aku karena tidak memberi sebanyak aku menerima berbagai hal darimu. Maaf karena aku buruk dalam mengungkapkan pemikiranku dan bukankah kamu juga mengetahuinya??

Ah, I’m really miss you so much.

Apa ini terdengar menggelikan??




surabaya, 08.06.14
"guyu selamanya"
 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

i am sorry, because I never give you my attention and my charm. you always fell that you are alone its same with me. i just realize that you are one of my sweet memory for several years ago. i want to be closer to you but there is no one who feels comfortable around me. my selfishness make you far away from me. however, i hope when you fell lonely there is some people who want to help you and become your spirit..:-)

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates