Kamis, 12 Juni 2014

A Moment : The Smell of a Book





Dia adalah sebuah buku
Buku yang terbuka dan siapa pun bisa membacanya
Buku yang menceritakan tentang apa pun yang tertulis di dalamnya
Dan tidak menyembunyikan rahasia sekecil apa pun

Dia adalah selembar kertas
Kertas yang dipenuhi dengan tulisan bertinta tebal
Kertas yang bercerita tentang berbagai hal
Dan begitu mudah untuk dipahami

Tetapi... .
Mengapa masih saja ada yang tidak mengerti??

Sekalipun ia adalah buku tua dengan lembaran kertas yang usang dan rapuh
Meski cerita yang tertulis menggunakan sandi yang rumit
Kamu hanya perlu membacanya dengan teliti dan memahaminya dengan baik
Kamu tidak perlu memutar otak untuk berpikir
Setiap cerita yang ingin kamu ketahui akan ditemukan di sana dengan mudah
Karena ia adalah buku tidak menyembunyikan rahasia apa pun sesulit yang terlihat

Apa?
Belum juga paham??

Kalau begitu... .
Tutup buku itu dan tinggalkan di sana
Carilah buku lain yang mudah dipahami
Kamu tak perlu khawatir ia akan sendirian dan menangis
Karena dia adalah buku akan tetap hidup dengan dunianya
Tanpa ingatan tentang semua itu





surabaya, 12.04.14

Minggu, 08 Juni 2014

A Moment : When I Missed My Strongest Sister




Aku merindukanmu...

Ketika aku sendiri, walau tidak sepenuhnya sendiri. Banyak orang di sini tetapi aku harus menjadi orang lain bagi mereka. Menampilkan sosok berbeda di antara egoku.

Sekarang tidak ada lagi tempat untuk menunjukkan sisi lemahku. Aku tidak bisa lagi menangis keras seperti aku melakukannya di depanmu. Aku terus tersenyum sekalipun merasa kesepian.

Dirimu mengajarkan aku banyak hal yang tidak aku ketahui atau pelajaran yang tidak kudapat dari buku. Melalui sebuah nama, dirimu membuatku untuk berani berdiri dengan dua kakiku di dunia baru. Seperti nama itu, aku juga berharap jika aku bisa tersenyum selamanya meski harus melalui banyak hal. Kini aku tak lagi menggunakan nama itu tetapi aku akan tetap mengingatnya.

Dirimu mendorongku untuk bangkit ketika aku berada jauh di titik terendah. Bukan hal menyenangkan menyembunyikan sesuatu yang menyakitkan. Terima kasih, sudah mendengarkan ceritaku yang tidak penting setiap kali aku ingin. Kata-katamu yang lembut sekalipun terkadang menusuk untuk didengar, aku merasa terselip kekhawatiran di sana. Aku senang memiliki kakak yang mau menuntunku untuk bangkit dan menata kembali hatiku.

Karenamu aku kembali bermimpi. Aku merindukan saat-saat kita menyusun cerita di tengah hujan ditemani oleh musik kesukaanku. Saat aku menemanimu di titik kerapuhanmu, aku sedih ketika hanya bisa mendengar keluh kesahmu tanpa bisa memberikan peran yang berarti. Aku ingat saat kita menangis berdua di tengah malam yang sepi. Kemudian, mentertawainya kejadian itu pada hari berikutnya. Itu adalah pertama kalinya aku menangis di depan seseorang karena seseorang pula. Ah, aku merasa konyol sekarang.

Kita bukan saudara sedarah tetapi aku merasa memiliki seorang kakak. Benar-benar seperti kakak laki-laki yang tangguh. Aku senang melihatmu meraih impian walaupun ambisimu tetap terasa menakutkan untukku. Aku akan berusaha lebih keras lagi meski tidak bisa sehebat dirimu. Maafkan aku karena tidak memberi sebanyak aku menerima berbagai hal darimu. Maaf karena aku buruk dalam mengungkapkan pemikiranku dan bukankah kamu juga mengetahuinya??

Ah, I’m really miss you so much.

Apa ini terdengar menggelikan??




surabaya, 08.06.14
"guyu selamanya"
 

Template by:

Free Blog Templates