One
More Time
.
please keep your eyes on a guy like me a little more
[SHINee - Stand by Me]
.
“Aku
menyukaimu,” ucap Jinki menatap lembut pada gadis yang sedang berkutat dengan kertas-kertas
di meja kerjanya itu.
“Ehm,”
Sunghyun hanya bergumam sebagai tanggapannya tanpa mengalihkan perhatiannya
dari pekerjaannya yang sangat menumpuk.
Jinki
mendengus kesal. “Dengarkan aku, Sunghyun!” mintanya memelas.
Sunghyun
menghentikan pekerjaannya dan menatap antusias pada Jinki. “Aku sudah
mendengarmu dari tadi,” jawabnya santai.
“Aku
menyukaimu,” sekali lagi Jinki mengulang ucapannya.
“Lalu?”
Jinki
mengajak rambutnya kasar. Susah payah ia menyatakan perasaannya pada gadis di
hadapannya saat ini tetapi respon Sunghyun sama sekali tidak ia bayangkan. “Tentu
saja jawabannya?”
Mata
bulat Sunghyun melebar. Detik berikutnya gadis itu memalingkan wajahnya. “Apa
yang harus kujawab?” ia kembali melemparkan pertanyaan pada sahabat tampannya
itu.
“Tentu
saja tentang perasaanmu padaku.”
Sunghyun
beranjak dari kursinya dan berjalan menuju jendela yang ada di ruangannya itu. Gadis
itu memandang keluar cukup lama. “Aku tidak tahu,” gumamnya pelan tetapi masih
bisa didengar oleh Jinki.
“Apa
maksudmu?” kini giliran Jinki yang terlihat bingung. Pemuda itu kemudian
berdiri tepat di samping Sunghyun. “Aku tak mengerti. Apa begitu sulit untuk
menerimaku?”
“Kubilang
tak tahu.”
“Kenapa?”
Sunghyun
hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari Jinki. Ia tak pernah menyangka
jika Jinki menyukainya. Membayangkannya saja Sunghyun tak berani. Jinki adalah
sahabatnya sejak kecil. Teman yang selalu melindunginya dan membantunya setiap
dibutuhkan. Jika Sunghyun dalam kesulitan, Jinki adalah orang pertama yang
mengulurkan tangannya. Ketika Sunghyun sakit, pemuda itulah yang pertama kali
mengetahuinya dan mengkhawatirkannya. Tetapi itu dulu sebelum kejadian yang
membuat hubungan mereka merenggang.
“Sunghyun,”
panggil Jinki dengan suara lembut.
Sunghyun
menatap Jinki dengan pandangan yang sulit diartikan. “Maafkan aku, Jinki,”
gadis itu meraih tangan Jinki dan menggenggamnya erat. Perlahan airmata Sunghyun
turun membasahi pipi bulatnya.
“Jika
kau mengatakannya dua tahun lalu, maka dengan senang hati aku akan menerimamu. Tapi
sekarang...” Sunghyun menundukkan kepalanya ketika merasa suara tertelan di
tenggorokan, “Aku tidak tahu,” lanjutnya kemudian.
Mata
Jinki membulat. “Kau.. Kau sudah memiliki orang lain?” tebak Jinki dengan
perasaan tak rela.
Sunghyun menggelengkan kepalanya.
“Lalu?
Kenapa sekarang kau tidak bisa menerimaku?” desak Jinki tak sabar. Ia merasa
gusar sendiri karena membuat Sunghyun menangis karena pernyataan cintanya.
“Karena
aku tidak tahu harus menjawab apa, Bodoh!” maki Sunghyun. “Sejak kau memilih
Eun Seo, aku memutuskan untuk membunuh perasaanku terhadapmu. Butuh waktu
untukku untuk tak membencimu saat itu. Dan sekarang kau bilang suka padaku. Aku
harus menjawab apa?” cecar Sunghyun mengiris hati Jinki seketika.
Tubuh
pemuda itu menegang. Ingatannya kembali pada kejadian dua tahun lalu saat dirinya
dan Sunghyun bertengkar hebat. Waktu itu Sunghyun terus menyalahkannya tanpa Jinki
tahu kesalahannya. Mereka sempat perang dingin selama beberapa waktu. Bahkan Jinki
memutuskan Eun Seo, kekasihnya saat itu, agar lebih leluasa membujuk Sunghyun. Perlu
waktu berbulan-bulan untuk Jinki membuat hubungan mereka kembali seperti
sediakala. “Jadi karena itu kau....”
“Ya,
aku menyukaimu,” akhirnya Sunghyun mengakui perasaannya yang ia simpan pada Jinki.
“Apa kau puas sekarang?” tanya Sunghyun menatap dingin ke arah sahabatnya. “Tetapi
itu dua tahun lalu. Sekarang tidak lagi.”
Tanpa
sadar Jinki meringis nyeri ketika mendengar ucapan Sunghyun. Genggamannya pada
jemari Sunghyun menguat. Inikah rasanya patah hati. Rasa yang dirasakan Sunghyun
dua tahun lalu. “Apa tidak ada kesempatan sedikitpun untukku?” tanya Jinki
hati-hati.
Sunghyun
menggelengkan kepalanya dan melepaskan pegangan tangan Jinki. “Aku tidak tahu,”
jawabnya sambil menatap lurus pada pemandangan langit yang bersemu kemerahan.
“Kalau
begitu beri aku kesempatan sekali lagi,” ujar Jinki memutar tubuh Sunghyun agar
melihatnya. “Berikan semua kesakitanmu padaku,” tangan pemuda itu memegang bahu
Sunghyun dengan kuat seolah meyakinkan bahwa perkataannya tidak main-main. “Kau
tak perlu menjawab perasaanku sekarang. Cukup biarkan aku menyembuhkan luka
yang pernah aku timbulkan. Percaya padaku, Sunghyun.”
Sunghyun
menatap dalam mata kecokelatan Jinki dan mencoba mencari kebohongan di sana. Sungguh,
ia ingin percaya pada Jinki tetapi hatinya menolaknya. “Entahlah,” jawab Sunghyun
meski ia dapat merasakan ketulusan Jinki.
Pemuda
itu berusaha tersenyum atas jawaban Sunghyun. “Tak masalah,” balasnya sembari
membawa Sunghyun ke dalam pelukannya. “Aku akan kembali ke awal dan mengganti
perasaanmu yang telah pergi,” janji Jinki.
~ e.n.d ~
surabaya, 2014.05.14 (0 : 44)


0 komentar:
Posting Komentar