Rabu, 14 Mei 2014

One More Time




One More Time

.

please keep your eyes on a guy like me a little more

[SHINee - Stand by Me]

.


“Aku menyukaimu,” ucap Jinki menatap lembut pada gadis yang sedang berkutat dengan kertas-kertas di meja kerjanya itu. 

“Ehm,” Sunghyun hanya bergumam sebagai tanggapannya tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya yang sangat menumpuk. 

Jinki mendengus kesal. “Dengarkan aku, Sunghyun!” mintanya memelas.

Sunghyun menghentikan pekerjaannya dan menatap antusias pada Jinki. “Aku sudah mendengarmu dari tadi,” jawabnya santai.

“Aku menyukaimu,” sekali lagi Jinki mengulang ucapannya.

“Lalu?”

Jinki mengajak rambutnya kasar. Susah payah ia menyatakan perasaannya pada gadis di hadapannya saat ini tetapi respon Sunghyun sama sekali tidak ia bayangkan. “Tentu saja jawabannya?”

Mata bulat Sunghyun melebar. Detik berikutnya gadis itu memalingkan wajahnya. “Apa yang harus kujawab?” ia kembali melemparkan pertanyaan pada sahabat tampannya itu.

“Tentu saja tentang perasaanmu padaku.”

Sunghyun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju jendela yang ada di ruangannya itu. Gadis itu memandang keluar cukup lama. “Aku tidak tahu,” gumamnya pelan tetapi masih bisa didengar oleh Jinki.

“Apa maksudmu?” kini giliran Jinki yang terlihat bingung. Pemuda itu kemudian berdiri tepat di samping Sunghyun. “Aku tak mengerti. Apa begitu sulit untuk menerimaku?”

“Kubilang tak tahu.”

“Kenapa?”

Sunghyun hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari Jinki. Ia tak pernah menyangka jika Jinki menyukainya. Membayangkannya saja Sunghyun tak berani. Jinki adalah sahabatnya sejak kecil. Teman yang selalu melindunginya dan membantunya setiap dibutuhkan. Jika Sunghyun dalam kesulitan, Jinki adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya. Ketika Sunghyun sakit, pemuda itulah yang pertama kali mengetahuinya dan mengkhawatirkannya. Tetapi itu dulu sebelum kejadian yang membuat hubungan mereka merenggang.

“Sunghyun,” panggil Jinki dengan suara lembut.

Sunghyun menatap Jinki dengan pandangan yang sulit diartikan. “Maafkan aku, Jinki,” gadis itu meraih tangan Jinki dan menggenggamnya erat. Perlahan airmata Sunghyun turun membasahi pipi bulatnya.

“Jika kau mengatakannya dua tahun lalu, maka dengan senang hati aku akan menerimamu. Tapi sekarang...” Sunghyun menundukkan kepalanya ketika merasa suara tertelan di tenggorokan, “Aku tidak tahu,” lanjutnya kemudian.

Mata Jinki membulat. “Kau.. Kau sudah memiliki orang lain?” tebak Jinki dengan perasaan tak rela.

Sunghyun menggelengkan kepalanya.

“Lalu? Kenapa sekarang kau tidak bisa menerimaku?” desak Jinki tak sabar. Ia merasa gusar sendiri karena membuat Sunghyun menangis karena pernyataan cintanya.

“Karena aku tidak tahu harus menjawab apa, Bodoh!” maki Sunghyun. “Sejak kau memilih Eun Seo, aku memutuskan untuk membunuh perasaanku terhadapmu. Butuh waktu untukku untuk tak membencimu saat itu. Dan sekarang kau bilang suka padaku. Aku harus menjawab apa?” cecar Sunghyun mengiris hati Jinki seketika.

Tubuh pemuda itu menegang. Ingatannya kembali pada kejadian dua tahun lalu saat dirinya dan Sunghyun bertengkar hebat. Waktu itu Sunghyun terus menyalahkannya tanpa Jinki tahu kesalahannya. Mereka sempat perang dingin selama beberapa waktu. Bahkan Jinki memutuskan Eun Seo, kekasihnya saat itu, agar lebih leluasa membujuk Sunghyun. Perlu waktu berbulan-bulan untuk Jinki membuat hubungan mereka kembali seperti sediakala. “Jadi karena itu kau....”

“Ya, aku menyukaimu,” akhirnya Sunghyun mengakui perasaannya yang ia simpan pada Jinki. “Apa kau puas sekarang?” tanya Sunghyun menatap dingin ke arah sahabatnya. “Tetapi itu dua tahun lalu. Sekarang tidak lagi.”

Tanpa sadar Jinki meringis nyeri ketika mendengar ucapan Sunghyun. Genggamannya pada jemari Sunghyun menguat. Inikah rasanya patah hati. Rasa yang dirasakan Sunghyun dua tahun lalu. “Apa tidak ada kesempatan sedikitpun untukku?” tanya Jinki hati-hati.

Sunghyun menggelengkan kepalanya dan melepaskan pegangan tangan Jinki. “Aku tidak tahu,” jawabnya sambil menatap lurus pada pemandangan langit yang bersemu kemerahan.

“Kalau begitu beri aku kesempatan sekali lagi,” ujar Jinki memutar tubuh Sunghyun agar melihatnya. “Berikan semua kesakitanmu padaku,” tangan pemuda itu memegang bahu Sunghyun dengan kuat seolah meyakinkan bahwa perkataannya tidak main-main. “Kau tak perlu menjawab perasaanku sekarang. Cukup biarkan aku menyembuhkan luka yang pernah aku timbulkan. Percaya padaku, Sunghyun.”

Sunghyun menatap dalam mata kecokelatan Jinki dan mencoba mencari kebohongan di sana. Sungguh, ia ingin percaya pada Jinki tetapi hatinya menolaknya. “Entahlah,” jawab Sunghyun meski ia dapat merasakan ketulusan Jinki.

Pemuda itu berusaha tersenyum atas jawaban Sunghyun. “Tak masalah,” balasnya sembari membawa Sunghyun ke dalam pelukannya. “Aku akan kembali ke awal dan mengganti perasaanmu yang telah pergi,” janji Jinki.


~ e.n.d ~ 




surabaya, 2014.05.14 (0 : 44)

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates