Aku
menghela nafas. Rasanya begitu sulit hingga dadaku terasa sesak. Ini begitu
rumit untuk dijelaskan dibanding rumus segitiga yang pernah kupelajari. Kuabaikan
ponselku yang berbunyi nyaring menandakan ada panggilan masuk. Aku memilih
menatap langit senja yang seolah mengejekku. ‘Maafkan aku.’
Aku
bernafas lega ketika bunyi ponselku tak lagi terdengar. Aku tak peduli itu
panggilan kesekian kalinya. Aku tidak bisa menghadapinya sekarang, di saat
seperti ini.
Sekali
lagi aku menatap sendu ke luar jendela. Aku sudah berpikir ratusan kali tentang
hal ini. Mencari penyelesaian masalah yang kuhadapi sekarang. Berulang kali
jiwa putus asaku mengatakan jika ini bukan takdirku. Tetapi nyatanya aku sudah
terdampar terlalu jauh. Masalah ini, aku harus segera menyelesaikannya tanpa
berbalik ke belakang sedikitpun. Aku tak memiliki banyak waktu.
Kuraih
ponselku dan memantapkan hati. Namun, sekali lagi ketika melihat apa yang
terpampang di layar komputer membuatku kembali ragu.
“Ck,
tidak!” runtukku sembari melempar asal ponselku ke meja. Aku mengacak rambutku
gusar. Sial! Aku ingin menangis.
Nada
dering ponselku kembali berbunyi. ‘Jangan sekarang!’ aku semakin
frustasi. Aku merasa diteror secara tidak langsung. Bahkan aku tidak memiliki
satu pun ide pembicaraan dengannya. Otak pintarku menjadi tumpul karena masalah
ini. Tetapi, bukankah aku tidak bisa mundur lagi?
“Iya...”
aku memberanikan diri untuk menjawab panggilan darinya.
“Kemana
saja? Kau membuatku khawatir...”
Aku
memejamkan mataku ketika mendengarnya mencemaskanku.
“Hei,
kau masih di sana?”
“Ehm..”
gumamku tak bersemangat.
“Kau
baik-baik saja? Haruskah aku....?”
Tidak
jangan sekarang! Tanganku mendadak gemetar tanpa alasan. “Kak, dengarkan aku. Kau
tahu ini tak mudah. Aku...”
“Kau
terlalu lama. Kau tahu bukan aku tak bisa menunggu lagi.”
Aku
menundukkan kepalaku dan terdiam beberapa saat. “Tidak bisakah kau menungguku
sebentar?”
“Tidak
ada waktu lagi. Ini sangat penting!”
~e.n.d~
Tulisan ini disertakan dalam giveaway pertama blog newreffi.blogspot.com

2 komentar:
ending-nya twist...
sudah ku duga, kalo cerita awal-awalnya dilebih-lebihkan gitu, ending mesti kebanyakan twist...
bagus ceritanya. skripsi bikin mumet ya
Posting Komentar