Jumat, 26 September 2014

A Moment : Empty




Aku merasa kosong tanpa alasan

Aku kebingungan ketika orang-orang di sekitarku tertawa keras

 ***

Mengapa aku tidak merasakan apa-apa?

Mengapa aku tidak menemukan alasan untuk sekedar tersenyum?

***

Sebenarnya apa yang terjadi padaku?

Apa semua ini karenamu?

Kau telah menghancurkan pertahanan yang telah kubangun dengan kuat

Lalu apa bedanya dirimu dengan dia yang telah pergi meninggalkanku terlebih dahulu?

Apa kalian telah ditakdirkan untuk meruntuhkan airmataku?

 ***

Kau tahu bagaimana rasanya kekosongan ini?

Selama ini aku selalu menganggapmu sebagai matahariku

Aku selalu berusaha melakukan segala hal agar bisa berdiri di depanmu

***

Sepertinya aku harus memberikanmu tepuk tangan yang paling keras

Aku juga harus mengucapkan selamat padamu

Kau telah berhasil

Berhasil menghancurkan semua usahaku

***
 
Lalu kemana aku harus berlari setelah ini?

Haruskah aku berlari ke arahmu dengan tujuan lain?

Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mengisi kekosongan ini?

***
 
Aku tak yakin setelah ini masih bisa tersenyum melihatmu

Aku tahu ini pilihanmu

Aku juga harus menghargaimu

Tetapi ini benar-benar mengecewakanku

Karena kau telah menghancurkan apa yang telah aku bangun tanpa sisa

Hanya derak hatiku yang tertinggal

***
 
Aku tak menganggap ini semua lelucon seperti yang lain

Aku juga tidak ingin berdelusi

Tadinya aku memang akan meneteskan airmata untukmu ketika kau pergi nanti

Tetapi aku tak pernah berpikir dengan cara yang seperti ini

Aku tak mau menunggu kapan permainan ini selesai

Apa ini kebenaran atau sebuah kebohongan?

Aku tak mau tahu

Sekali lagi aku sudah tak bermimpi lagi

***
 
Memang ini bukan akhir dari dunia meski aku merasa kekosongan ini akan membunuhku perlahan

Aku masih berdiri di sini tentu saja, sesuai janjiku di awal

Tetapi aku tak pernah yakin bisa memandangmu lagi setelah ini

Bukan karena aku membencimu

Tetapi senyumanmu membuatku mengingat rasa sakitku

Katakan aku egois
 
Benar, untuk pertama kalinya aku sangat egois

***

Aku selalu berusaha menahan diriku untuk membenci seseorang

Dan aku akan kembali melakukannya untukmu

Tanpa peduli seberapa sakit yang harus aku terima

Aku akan berdiri di sampingmu dan menatapmu dari kejauhan

Sekalipun api ini membakarku hingga habis

***
 
Tetapi.....

Sebelum itu....
 
Maaf mengecewakanmu

Aku harus menjauh sementara waktu

Aku tak tahu perasaanmu seperti kau yang tak pernah tahu bagaimana aku

Aku harus melihat duniaku sekarang tanpa dirimu

Sekali lagi ini bukan kehancuran duniaku yang membiru

Dan juga bukan keinginan untuk menganggap ini sebuah sandiwara bodoh

Aku tak pernah melakukan pembenaran atas diriku

Hanya sebuah kesakitan yang telah percaya

***
 
Ah, hentikan !

Sekali lagi....

Maafkan aku

Maafkan aku

Maafkan aku

Aku harus pergi sementara waktu

Sebelum kembali melangkah padamu sebagai orang yang berbeda

Aku menghargaimu

Aku menyukaimu

Meski semuanya kuyakini tak akan lagi sama

Rabu, 24 September 2014

A Moment : Broken Up ???



Inikah alasan aku bermimpi melihatmu pergi?
Inikah yang terjadi mengapa aku hanya melihatmu dari kejauhan?
Inikah saatnya aku harus menatap ke depan dan memikirkan duniaku sendiri?
Inikah yang kau rencanakan?
Inikah waktunya kau berhenti?
Dan inikah saatnya aku berbalik dan melihat orang lain?
Sial, katakan sesuatu!!!

Aku tidak bisa mengendalikan diriku sekarang
Kau telah merusak semua yang kurencanakan
Setelah aku mengatakan tak akan membiarkan siapa pun yang menghalanginya
Nyatanya, kaulah yang berdiri di depanku untuk menghancurkan semuanya

Tidak aku tidak menyalahkan dirimu
Aku tak akan mengatakan apa-apa untuk kesakitan hatiku
Aku akan menangis dalam diam
Dan mungkin aku tak lagi mengharapkanmu kembali
Aku akan mencoba mendukung apa yang kau lakukan
Termasuk keadaan yang membuatmu meninggalkanku
Aku akan tetap diam dan tutup mulut

Aku akan kembali menata hatiku dan berdiri
Tanpa dirimu sebagai penopangku
Tanpa suaramu yang menyemangati
Aku akan melakukannya sendiri
Aku akan memikirkan diriku sendiri mulai saat ini

Aku akan baik-baik saja sekarang
Dan kau bisa tertawa sekarang, my lover

Template by:

Free Blog Templates