Aku merasa kosong tanpa alasan
Aku kebingungan ketika orang-orang di sekitarku
tertawa keras
***
Mengapa aku tidak merasakan apa-apa?
Mengapa aku tidak menemukan alasan untuk sekedar
tersenyum?
***
Sebenarnya apa yang terjadi padaku?
Apa semua ini karenamu?
Kau telah menghancurkan pertahanan yang telah
kubangun dengan kuat
Lalu apa bedanya dirimu dengan dia yang telah pergi
meninggalkanku terlebih dahulu?
Apa kalian telah ditakdirkan untuk meruntuhkan
airmataku?
***
Kau tahu bagaimana rasanya kekosongan ini?
Selama ini aku selalu menganggapmu sebagai matahariku
Aku selalu berusaha melakukan segala hal agar bisa
berdiri di depanmu
***
Sepertinya aku harus memberikanmu tepuk tangan yang paling keras
Aku juga harus mengucapkan selamat padamu
Kau telah berhasil
Berhasil menghancurkan semua usahaku
***
Lalu kemana aku harus berlari setelah ini?
Haruskah aku berlari ke arahmu dengan tujuan lain?
Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mengisi kekosongan ini?
***
Aku tak yakin setelah ini masih bisa tersenyum
melihatmu
Aku tahu ini pilihanmu
Aku juga harus menghargaimu
Tetapi ini benar-benar mengecewakanku
Karena kau telah menghancurkan apa yang telah aku
bangun tanpa sisa
Hanya derak hatiku yang tertinggal
***
Aku tak menganggap ini semua lelucon seperti yang
lain
Aku juga tidak ingin berdelusi
Tadinya aku memang akan meneteskan airmata untukmu
ketika kau pergi nanti
Tetapi aku tak pernah berpikir dengan cara yang
seperti ini
Aku tak mau menunggu kapan permainan ini selesai
Apa ini kebenaran atau sebuah kebohongan?
Aku tak mau tahu
Sekali lagi aku sudah tak bermimpi lagi
***
Memang ini bukan akhir dari dunia meski aku merasa
kekosongan ini akan membunuhku perlahan
Aku masih berdiri di sini tentu saja, sesuai janjiku
di awal
Tetapi aku tak pernah yakin bisa memandangmu lagi
setelah ini
Bukan karena aku membencimu
Tetapi senyumanmu membuatku mengingat rasa sakitku
Katakan aku egois
Benar, untuk pertama kalinya aku sangat egois
***
Aku selalu berusaha menahan diriku untuk membenci
seseorang
Dan aku akan kembali melakukannya untukmu
Tanpa peduli seberapa sakit yang harus aku terima
Aku akan berdiri di sampingmu dan menatapmu dari
kejauhan
Sekalipun api ini membakarku hingga habis
***
Tetapi.....
Sebelum itu....
Maaf mengecewakanmu
Aku harus menjauh sementara waktu
Aku tak tahu perasaanmu seperti kau yang tak pernah
tahu bagaimana aku
Aku harus melihat duniaku sekarang tanpa dirimu
Sekali lagi ini bukan kehancuran duniaku yang
membiru
Dan juga bukan keinginan untuk menganggap ini sebuah sandiwara bodoh
Aku tak pernah melakukan pembenaran atas diriku
Hanya sebuah kesakitan yang telah percaya
***
Ah, hentikan !
Sekali lagi....
Maafkan aku
Maafkan aku
Maafkan aku
Aku harus pergi sementara waktu
Sebelum kembali melangkah padamu sebagai orang yang
berbeda
Aku menghargaimu
Aku menyukaimu
Meski semuanya kuyakini tak akan lagi sama

