Selasa, 09 Juli 2013

The Fallen Tears



The Fallen Tears

Inspired from Onew song – Can’t Stop These Following Tears

.

.

.

Maaf, aku terlalu lama menahanmu
Aku tahu kau ingin kebebasan itu
Kini, aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu pergi
Aku tak akan memintamu lagi lebih dari ini

“Baiklah...” jawab Krystal singkat. Gadis itu memandang sendu ke arah Onew yang tertunduk merasa bersalah.

Onew menggigit bibir bawahnya. Sungguh Onew tak rela melepas Krystal, tetapi ia tak bisa menahan Krystal terlalu lama. Sejak awal gadis itu tak pernah menyukainya. Onew tahu, Krystal hanya merasa kasihan padanya. Karena itu Onew tak ingin memaksakan perasaannya lebih dari ini. Krystal pasti akan bahagia meski tidak bersamanya.

“Tapi apa Onew oppa yakin?” tanya Krystal sekali lagi. Dia kurang lebih tahu jika pemuda di hadapannya itu sedikit terobsesi padanya.

Onew memejamkan matanya dan mengangguk. Dia tak mungkin mundur sekarang. Bukan hanya Krystal yang terluka di sini, dirinya juga. Hanya sikap bebal Onew yang mengabaikan semua penghinaan Krystal padanya selama ini. Meski gadis itu bersikap baik di hadapannya, tapi tidak di belakangnya. Onew tahu bahwa Krystal tidak menyukai gayanya yang nerd dan childish, menurut kebanyakan orang. Bahkan Krystal sering membahas hal itu dengan teman-temannya. Namun, Onew hanya diam untuk kekasihnya itu. “Semoga kau bahagia,” ucap Onew tulus.

“Tentu saja,” jawab Krystal singkat dengan menunjukkan sedikit keangkuhannya. Onew benar, ia akan bahagia tanpa pemuda itu bersamanya. Karena Onew yang aneh itu tak akan mengganggu hidupnya lagi. 

“Boleh aku bicara satu hal?”

“Apa?”

“Carilah pengganti yang lebih baik dariku. Kau juga harus bahagia,” ucap Krystal seolah-olah membesarkan hati Onew yang bersedih. “Namun, sebelum itu...” Krystal sengaja menghela nafasnya sejenak. “rubah penampilanmu itu. Gayamu benar-benar terlihat menyedihkan,” lanjut Krystal tanpa memikirkan perasaan Onew.

Tangan Onew terkepal kuat-kuat. Pemuda itu berusaha keras menahan emosinya. “Kalau begitu terima kasih,” ucap Onew dengan senyum bertengger di wajahnya. “Semoga kau bahagia setelah ini.”

Krystal hanya mengangguk untuk menanggapi Onew, sebelum meninggalkan pemuda itu sendiri. Tak ada sedikit pun keinginan untuk berbalik dan memandang Onew walau hanya sebentar. Krystal terus saja berjalan tanpa beban. Dia tak menyadari bahwa apa yang ia lakukan saat ini akan berbalik padanya.


Jangan pernah memintaku kembali
Aku tak bisa
Aku tak bisa melukaimu lebih dari ini
Karena aku menyukaimu

“Kau tak apa-apa?” tanya Onew membantu Krystal berdiri. Ia kemudian membawa Krystal ke ruang kesehatan. Onew tak habis pikir bagaimana bisa Krystal bisa terjatuh saat bermain basket. Bukankah gadis itu cukup ahli untuk keseimbangan tubuh.

Krystal mengangguk dan menoleh ragu ke arah mantan kekasihnya itu. Ada sekelumit rasa rindu yang memenuhi rongga dadanya. Rasanya ia ingin menangis karena sikap Onew yang selalu baik padanya.

“Tahan sebentar, aku akan mengobati lukamu,” kata Onew mencoba menenangkan Krystal yang terlihat kesakitan. Dia segera memburu antiseptik di lemari ruang kesehatan.

“Onew oppa...” gumam Krystal lirih namun mampu membuat Onew menoleh.

Onew mendekat ke arah Krystal dengan sekotak obat. “Ada apa, ehm?” tanyanya lembut sembari mengusap rambut Krystal. “Tahan sebentar ya...” kemudian dengan cekatan Onew mengobari luka di lutut dan siku Krystal. “Nah, sudah selesai. Eh, kenapa menangis?” Onew cukup terkejut saat mendapati Krystal menangis di depannya.

“Onew oppa...” panggil Krystal lirih diantara isakannya.

“Kau ingin mengatakan sesuatu atau masih ada luka yang lain?” tanya Onew yang tidak tahu penyebab Krystal menangis. Ia mengira jika masih ada luka lain yang belum ia obati. Semua itu belum selesai. Onew semakin bingung kala Krystal tiba-tiba memeluknya dengan erat. “Ka-kau kenapa Krystal?” suara Onew tiba-tiba menghilang.

Jujur ia merindukan gadis yang memeluknya saat ini. Namun, Onew mampu menahan semua itu dengan baik. Dia selalu memikirkan kebahagiaan Krystal setiap kali ia ingin kembali. Gadis itu terlihat lebih bersinar setelah berpisah dengannya. Menurut Onew, dirinya adalah alasan yang membuat cahaya Krystal meredup. Onew tak pernah melihat Krystal sebaik ini selama gadis itu bersamanya dulu. Karena itulah Onew memutuskan tak akan pernah kembali sesakit apa pun. Kebahagiaan Krystal ialah yang terpenting untuknya.

“Kembalilah, Onew oppa,” mohon Krystal tanpa melepaskan pelukannya.

“Eh?” tangan Onew yang sebelumnya mengelus kepala Krystal seketika berhenti. Onew tertegun dengan apa yang baru saja Krystal katakan. Gadis itu memintanya kembali.

Krystal mendongak dan menatap lurus ke manik kelam milik Onew. “Kembalilah, oppa. Jadilah kekasihku, aku menyukaimu,” ucap Krystal tanpa keraguan dan penuh dengan permohonan. Dia baru menyadari jika tak bisa melepas Onew dengan mudah.

Jantung Onew berdegup kencang. Dirinya membucah kesenangan. Tentu saja ia bahagia akhirnya Krystal membalas perasaannya. “Terima kasih,” balas Onew sembari menghapus jejak airmata di pipi cantik Krystal.

Mau tak mau Krystal pun ikut tersenyum ketika mendapatkan tatapan lembut dari Onew. Segera ia kembali memeluk Onew. Tak lama karena setelah itu senyum itu memudar. Onew dengan sengaja melepaskan pelukannya itu. “Onew oppa...” Krystal menatap mata Onew yang meredup. Gadis itu terlihat kebingungan dengan sikap pemuda itu.

“Maaf...” ucap Onew dengan kepala tertunduk. Sungguh ia tak sanggup jika menatap Krystal sekarang. Bisa dipastikan pertahanannya akan runtuh saat itu juga. “Aku-... Aku senang kau menyukaiku. Hanya saja aku tak bisa.”

“Apa aku terlambat? Onew oppa tidak menyukaiku lagi?”

Onew menggelengkan kepalanya. “Sungguh aku masih menyukaimu. Tapi tak mungkin bagiku untuk kembali. Bukankah kau akan lebih bahagia tanpaku,” ucap Onew seperti petir di kepala Krystal.

Gadis itu menangis sendirian. Setelah mengucapkan permintaan maaf yang berulang-ulang, Onew meninggalkan Krystal menangis sendirian di ruang kesehatan. Onew melakukannya bukan untuk balas dendam atas perlakuan Krystal yang mengabaikannya dulu. Namun, senyum dan tawa Krystal menyadarkannya bahwa tempat Onew bukan di sisi gadis itu. Hanya itu tanpa yang lainnya.

Biarkan saja aku di sini
Tak perlu peduli padaku
Cukup tertawa dan tersenyum lalu anggap semuanya tak pernah terjadi
Kita akan memulai semuanya dari awal
Dengan jalan masing-masing

Onew menatap sendu Krystal dari kejauhan. Kakinya tak sanggup bergerak meski ia tahu gadis itu sudah menunggunya lama. Onew hanya bisa berdiri terpaku  selama 3 jam di luar restoran tempat Krystal berada. Dalam hatinya, Onew meruntuki dirinya yang menyetujui permintaan Krystal untuk makan malam bersama setelah upacara kelulusan mereka. Hal yang tidak takutkan adalah dia sulit untuk melepas Krystal. Onew tidak ingin membuat gadis itu menangis lagi.

Onew melihat ke arah jam tangannya sebentar lagi restoran itu tutup. Onew melayangkan pandangannya sekali lagi untuk melihat Krystal untuk terakhir kali. Esok pagi, ia akan berangkat ke Inggris. Karena itu Onew ingin memenuhi ingatannya sekali lagi akan wajah cantik Krystal, gadis yang memiliki tempat di hatinya. Onew berjanji untuk belajar lebih keras lagi untuk melupakan gadis itu setelah ini. Dirinya percaya Krystal akan lebih baik tanpa dirinya.

Airmata Onew menetes tepat saat ia membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi. Suatu hari nanti, Onew akan mengingat hari ini. Dimana dia benar-benar patah hati dan melupakan cinta pertamanya. Meski begitu Onew tak pernah menyesali perasaannya untuk Krystal. Semoga setelah ini semua baik-baik saja sekalipun airmata itu terus menetes.

Sementara Krystal dengan berat hati melangkah keluar dari restoran. Langkahnya terhenti saat tanpa sengaja melihat punggung Onew yang berjalan menjauh. Airmatanya menetes begitu saja. “Bahkan kau tak mau menemuiku, oppa,” gumamnya pelan.

Ingatan Krystal melayang pada kejadian beberapa tahun lalu. Saat itu Onew memintanya bertemu di taman untuk berkencan. Nyatanya saat itu dengan Krystal mengabaikan permintaan Onew dan memilih bersenang-senang dengan teman-temannya. Dia tak peduli bahwa Onew menunggunya sampai pagi buta.

“Kau membalasku saat ini, Onew oppa?” Krystal mencoba tersenyum diantara kesedihannya. “Aku akan menerimanya dan aku akan tetap menunggumu.”

~ the fallen tears ~

It was a wearisome love that had barely ended now
For a long time, you, who had only been looking at me must have gotten tired of being in love

It was a tiring love that never left me alone even for a moment
The love that you had always been expecting from me
Alone, I didn’t even know the little things that I should do for you

Because of that kind of love, you had left me
Right now, you can live freely, right?
It’s a good thing that I sent you away
Do not be concerned about consoling me but these flowing tears
I still can’t stop them from flowing

It was a tiring love
Endlessly, you only looked at me
Even though I was always the one who hurt her
Still, like a fool with no contempt, she could never bring herself to hate me

Because of that kind of love, you had left me
Right now, you can live freely, right?
It’s a good thing that I sent you away
Do not be concerned about consoling me
But these flowing tears, I still can’t stop them from flowing

I really couldn’t say anything when you said that we should break up, your face was sadder than I was
If only you had known then
Inside my heart, you are like the air that I breathe
You’re a very valuable person

Is it possible for you to come back to me?
So that I can breathe again with you by my side
Even if it’s a tiring love
Even if it’s a dull love
If you’re here with me, I do not care about those things

Krystal meneteskan airmatanya tepat ketika dentingan piano itu berakhir. Entah mengapa lagu yang dimainkan oleh pemuda tampan itu membuatnya menangis. Lagu itu seakan menggambarkan keadaan dirinya lima tahun terakhir ini. Suara malaikat pemuda tadi membuat ingatannya tentang Onew kembali. Sungguh Krystal merindukan Onew dan sampai sekarang ia tetap menyediakan tempat tersendiri untuk pemuda itu.

Kemarin Joon, sahabat Onew, mengajak bertemu dengannya. Sayangnya, Krystal datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan, sehingga harus menunggu yang lain lebih dari 30 menit. Mungkin dia terlalu bersemangat untuk datang, setelah mendengar bahwa Onew akan ikut bergabung dengan mereka.

Akhirnya setelah lima tahun berada di Inggris, pemuda itu memutuskan untuk pulang ke Korea. Dan itu menjadi berita gembira untuk Krystal. Dia sudah tak sabar bertemu dengan Onew. Apakah dia berubah menjadi pemuda yang tampan atau masih memiliki wajah seimut dulu? Krystal penasaran dibuatnya. Namun jika Onew tetap seperti dulu, Krystal tidak peduli semua itu, dia hanya ingin melepaskan kerinduannya.

“Krystal, sudah menunggu lama?” tanya Joon.

Krystal menggelengkan kepala sembari tersenyum manis pada pemuda jangkung tersebut. “Hanya 30 menit,” jawabnya santai.

“Itu lama, Krys,” timpal Joon tak percaya. “Mengapa tidak menghubungiku atau mencari Onew?”

“On-Onew oppa maksudnya?” Krystal terbelalak tak percaya dengan ucapan Joon barusan. Jantungnya 
berdegup kencang ketika mendapati dirinya bisa menghubungi Onew dengan mudah.

“Restoran ini miliknya. Seharusnya kau mencarinya agar tidak sendirian,” ujar Joon yang semakin membuat Krystal tak percaya. “Tapi mulai sekarang jangan memanggil Onew seperti itu karena....” Joon terlihat tertegun saat melihat seorang gadis yang baru saja melewati pintu masuk. “Nah, itu dia!!!”ucapnya bersemangat sembari melambaikan tangan.

Ya Tuhan! pekik Krystal dalam hatinya saat ia melihat sosok yang Joon panggil. Terlalu banyak kejutan yang ia terima hari ini. Kenyataan Onew kembali membuat Krystal pusing dan kehadiran sosok itu membuat kepalanya semakin berdenyut. Dulu, Onew dikenal sebagai pemuda yang mirip dengan anak kecil, tetapi kini ia berubah menjadi pemuda dewasa dengan sejuta kharisma. Sepertinya Onew mendengarkan kata-kata Krystal untuk mengubah penampilannya. Onew terlihat sangat tampan saat ini dengan balutan kemeja hitam dipadu jas berwarna hitam.

“Kalian sudah menunggu lama,” sapa Onew pada Joon. “Ah, Krystal akhirnya kita bisa bertemu lagi,” senyum pemuda berkulit putih semakin lebar ketika berhadapan dengan Krystal. Meski ada segurat luka di sana, namun ia berhasil menutupinya dengan baik.

Krystal tidak tahu harus berbuat apa. Ia segera berhambur memeluk Onew dan terisak di sana. Krystal benar-benar merindukan pemuda yang dicintainya itu. “Onew oppa, aku merindukanmu,” ujarnya  diantara isakan.




Saat ini musim semi sedang berlangsung namun Krystal merasa kedinginan. Pandangannya menatap kosong ke arah tanah yang sama sekali tak menarik sebenarnya. Bayangan pertemuannya dengan Onew barusan masih berkelebat diingatannya.

Pertemuan yang menyenangkan sekaligus mengharukan. Krystal tersenyum tipis saat teringat Onew tersenyum manis padanya. Pemuda itu masih seperti dulu meski berubah menjadi sangat tampan. Krystal berharap dapat menghabiskan banyak waktu dengan Onew dan memperbaiki masa lalu mereka. Dia ingin bercerita banyak hal pada Onew.

Namun semua itu tinggal harapan. Senyum Krystal memudar saat Onew terlihat panik setelah menerima telepon dari rumahnya. Bahkan Onew membatalkan makan malam mereka dan meninggalkan Krystal begitu saja. Meski sebelumnya, Onew menitipkan Krystal pada Joon agar memastikan gadis berambut ikal itu selamat hingga di rumah. Tetap saja Krystal merasa sedih.

“Istri Onew melahirkan,” ucapan Joon dalam perjalanan pulang tadi membuat Krystal merasa tertampar.

Krystal tak menyangka Onew begitu mudah melupakannya dan mendapatkan penggantinya dengan begitu mudah. Berbanding terbalik dengan dirinya yang bertahan dengan perasaannya. Krystal masih berharap Onew kembali padanya. Namun semua itu terasa hambar sekarang. Onew sudah berbahagia dengan kehidupannya.

Krystal meneteskan matanya saat melihat layar ponselnya. Pesan Onew yang baru masuk membuat dirinya merasa sesak. “Kenapa kau begitu baik padaku, oppa?” isak Krystal. Airmatanya kembali menetes tak dapat dihentikan. Krystal benar-benar menyesal melepas Onew dulu. ‘Seharusnya kau kembali padaku, Onew oppa.

~ e.n.d ~



Note :
Well, aku tahu ini bukan fanfiction seperti yang diminta. Jujur saja aku nyaris lupa caranya bikin fanfict. Akhirnya jadilah cerita dengan cast seperti yang diminta. Semoga temanku yang satu itu gak kecewa...kekekeke. Dan kalau boleh bilang, lagu di atas sangat susah dibikin cerita. Itu salah satu alasan mengapa dulunya hanya dibiarkan berkarat di draf.
Cukup! Hutangku lunas, Dian. Semoga kamu suka dan jangan lupa comment.
Happy reading ^.^

Template by:

Free Blog Templates